Pengaruh Shalat Malam terhadap Perubahan Fisiologis - Pilihan Editor - www.indonesiana.id
x

Frank Jiib

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 11 November 2021

Senin, 26 September 2022 08:17 WIB

  • Pilihan Editor
  • Topik Utama
  • Pengaruh Shalat Malam terhadap Perubahan Fisiologis

    Dalam artikel kali ini akan membahas tentang pengaruh shalat malam terhadap perubahan fisiologis dalam tubuh. Shalat malam adalah sebuah amalan yang sangat bagus dan mulia, disamping itu juga memiliki manfaat yang banyak bagi tubuh, jiwa serta pikiran manusia. Semoga artikel singkat ini bisa memberi manfaat bagi para pembaca semua, dan pada akhirnya kita bisa rutin melakukan shalat malam untuk mendapatkan banyak manfaat yang ada di dalamnya.

    Dibaca : 643 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Sebagaimana telah disebutkan, dalam keadaan tidur tidak lelap, detak jantung mengalami percepatan dan cenderung berdetak secara tidak teratur. Namun, ketika seseorang bangun tidur dan mendirikan shalat malam, Allah menjaganya dari peningkatan tekanan darah dan denyut jantung. Jika seorang penderita penyakit jantung atau tekanan darah tinggi bangun dari tidurnya di malam hari kemudian mendirikan shalat tahajud, niscaya risiko serangan jantung dan hipertensi menjadi lebih sedikit. Dengan kata lain, shalat malam akan menjaga kita dari serangan hipertensi, penyakit jantung, dan segala penyakit turunannya.

       Dalam keadaan tidur tidak lelap juga terjadi penyempitan saluran pernapasan (bronchispasm) karena pada saat yang sama, jaringan saraf yang bekerja adalah saraf parasimpatetik. Dalam keadaan seperti ini orang yang menderita asma cenderung sering mengalami serangan. Maka, ketika seorang muslim bangun pada malam hari untuk mendirikan shalat tahajud, ia memulainya dengan bersuci, siwak, dan wudu secara sempurna yang di dalamnya termasuk membersihkan hidung (istinsyak dan istintsar). Tentu saja membersihkan hidung dengan istinsyak secara sempurna memiliki faedah yang sangat besar untuk menghilangkan bakteri, kotoran, juga debu yang menempel pada hidung dan saluran pernapasan. Dengan demikian, kita akan terhindar dari penyakit alergi, nyeri dada karena sesak napas, atau asma.

       Shalat malam dapat mengurangi risiko terkena penyakit pembekuan darah (blood coagulation), atau penyakit penyumbatan pembuluh darah, karena lambatnya proses peredaran darah selama tidur, pertambahan tingkat kekentalan darah, dan kurangnya aliran darah, atau disebabkan oleh persoalan pernapasan yang menyebabkan sedikitnya darah yang kembali dari kepala untuk diedarkan oleh jantung.

       Faedah lain shalat malam adalah menjaga kestabilan kadar gula dalam darah, karena shalat malam dapat menurunkan produksi hormon kortisol yang bertambah selama beberapa jam periode tidur. Kebiasaan bangun malam untuk mendirikan shalat tahajud dapat mengurangi bertambahnya kadar gula secara tiba-tiba yang sangat membahayakan penderita diabetes. Shalat malam juga dapat menurunkan tekanan darah serta menjaga fungsi jantung.

       Kemudian, shalat malam juga dapat mengurangi kadar lemak dalam tubuh yang menyerang darah, terutama pada saat-saat setelah makan malam yang kadarnya meningkat cukup pesat. Keadaan itu sangat berbahaya bagi penderita jantung koroner. Bangun malam dapat melancarkan peredaran darah dan menurunkan detak jantung hingga kadar yang normal karena kondisi jiwa yang terjaga tetap tenang.

       Selanjutnya, shalat malam juga dapat menjaga kelenturan dan kesehatan semua persendian tubuh. Shalat malam sangat bermanfaat bagi orang yang menderita nyeri sendi dan reumatik, karena semua bagian tubuh digerakkan ketika shalat dan karena air yang dibasuhkan pada muka dan bagian-bagian tubuh lain dalam wudu.

       Dalam sebuah buku yang berjudul Rahasia Pengobatan Alami, sebuah buku dalam bahasa Inggris yang ditulis oleh beberapa penulis Amerika, cetakan 1993, menyebutkan bahwa bangun tidur di malam hari, kemudian melakukan beberapa latihan tubuh sederhana, seperti menggerakkan tangan dan kaki, dan juga badan di dalam rumah, membasuh beberapa bagian tubuh dengan air dingin, serta melakukan latihan napas akan memberikan manfaat yang sangat besar bagi kesehatan tubuh. Jika anjuran dokter Amerika itu kita perhatikan secara seksama, sesungguhnya nasihat itu sangat sesuai dengan praktik shalat malam yang diawali dengan wudu.

       Dan, sebagaimana telah kita ketahui, ketika tidur di malam hari, tingkat keasaman lambung (HCL) meningkat yang mencapai puncaknya pada tahapan tidur tidak lelap (REM). Namun, ketika seorang muslim bangun dari tidur untuk mendirikan shalat malam, ia akan terhindar dari pengaruh kelebihan produksi asam lambung yang dapat menyebabkan peradangan atau luka pada dinding saluran pencernaan dan usus dua belas jari. Asam lambung itu juga dapat kembali ke bagian tenggorokan dan menyebabkan peradangan.

       Ketika tidur, semua organ pernapasan yang utama bekerja dengan santai. Namun, keadaannya berbeda pada orang yang sedang sakit. Ia sering kali bernapas dengan lebih cepat yang pada gilirannya akan menyebabkan penyumbatan saluran napas sehingga napasnya tersengal-sengal. Jika orang sakit itu bangun pada sepertiga malam terakhir kemudian mendirikan shalat tahajud, niscaya ia akan terhindar dari berbagai penyebab penyakit dan tekanan pada beberapa organ tubuh, yang diantaranya menyebabkan terganggunya aliran darah ke bilik kanan jantung, gagal jantung, meningkatnya tekanan darah, terhambatnya sistem pernapasan, terganggunya aliran darah ke otak, nyeri ulu hati, atau kematian mendadak ketika tidur (arrest cardia). Ia juga akan terhindar dari gangguan kejiwaan seperti cepat marah, gelisah, dan lain-lain.

       Selain itu, shalat malam juga dapat meningkatkan sistem pertahanan tubuh. Telah kita jelaskan di atas bahwa shalat secara umum dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh, terlebih lagi shalat yang dilakukan di ujung malam ketika kebanyakan manusia masih terlelap dalam tidur.

    Ikuti tulisan menarik Frank Jiib lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.