Kenapa Susah Jadi Orang Baik? - Humaniora - www.indonesiana.id
x

Syarifudin

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 29 April 2019

Senin, 26 September 2022 11:14 WIB

  • Humaniora
  • Topik Utama
  • Kenapa Susah Jadi Orang Baik?

    Agak susah pengen jadi orang baik di era media sosial, apalagi lingkungan dan kawan kurang mendukung. Yuk jadi orang baik di taman bacaan

    Dibaca : 684 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Siapapun pasti ingin jadi orang baik. Tapi bila berada di lingkungan yang salah, rekan yang buruk. Jadi orang baik, bisa jadi “jauh panggang dari api”. Sulit diwujudkan karena lingkungan dan rekan-rekannya tidak baik. Apalagi di era media sosial, di zaman “gosip” kayak sekarang. Makin sulit jadi orang baik.

     

    Ternyata, baik itu memang nggak cukup hanya niat doang. Harus punya keberanian untuk bersikap dan berperilaku. Memilih lingkungan yang bikin jadi baik. Bergaul dengan orang-orang yang baik. Memang, baik itu gampang diucapkan. Tapi sulit banget direalisasikan. Karena nggak cukup dari diri sendiri doang. Harus ada dukungan dari lingkungan, dari rekan sepergaulan.

     

    Nah, ini sepenggal kisah nyata. Sejak saya mendirikan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Lentera Pustaka di kaki Gunung Salak Bogor semua berubah. Dulunya, suka nongkrong di kafe-kafe. Ngobrol sama rekan-rekan, tapi setelah dipikir-pikir hanya buang-buang waktu dan tidak ada manfaatnya. Tapi sejak saya mengurus taman bacaan, semua memang berubah. Sekalipun saya tinggal di Jakarta, setiap week end saya ke taman bacaan. Siapapun yang perlu saya di akhir pekan, ya harus ke taman bacaan.

     

    Alhamdulillah. Di taman bacaan, bergaul dengan anak-anak yang membaca. Ngajar ibu-ibub buta aksara. Membina anak-anak yatim dan kaum jompo.Bermain dengan anak difabel. Hingga mengurus ibu-ibu anggota koperasi simpan pinjam. Terus terang, semua pikiran, sikap, dan perilaku saya hanya untuk kebaikan umat, kebaikan taman bacaan. Dan jadi orang baik pun nyata. Jadi orang baik di taman bacaan, nggak ada ruginya.

     

    Ternyata, jadi orang baik itu gampang. Cukup, berpikir dan bertindak yang baik saja. Seperti di taman bacaan. Sekalipun masih ada orang-orang yang tidak baik. Tapi karena lingkungan terdekat kita baik. Maka daya tahan untuk tetap baik bisa terjaga.  Karena prinsip orang baik itu sederhana. Nggak masalah jika ada orang tidak baik membenci kita. Asal kita tidak mengusik kehidupan orang lain. Tidak minta makan, tidak pula merugikannya. Gampang kan.

     

    Maka taman bacaan selalu mengajarkan. Untuk jadi orang baik itu mulai saja dari diri sendiri. Mau berubah untuk menjadi lebih baik. Caranya, bisa dengan berbuat satu kebaikan setiap hari. Menjaga pikiran tetap positif, apapun yang terjadi. Respek kepada orang lain, senyum dan lebih banyak mendengarkan. Bila niatnya baik, ikhtiarnya baik, maka doalah yang baik. Selebihnya perbanyak sabar dan syukur. Itu yang saya dapat dari taman bacaan.

     

    Dan yang penting, baik itu jangan ditanyakan atau diomongkan. Tapi dilakukan, jadilah orang baik. Bila mau Latihan dan belajar baik, datang saja ke TBM Lentera Pustaka di kaki Gunung Salak. Di sana, semua kegiatannya baik. Orang-orangnya baik. Dan cara-caranya pun baik, insya Allah.

     

    Baik, itu seperti pesan Ibu. "Ibu tidak pernah meminta anak untuk meletakkan dunia di tangannya. Tapi buat Ibu, cukup tutur kata yang halus, perangai yang santun, perilaku yang bertanggung jawab seorang anak sudah membuatnya bahagia, dan tersenyum..." Jadilag orang baik, mumpung masih ada waktu dan usia. Salam literasi #TBMlenteraPustaka #TamanBacaan #BacaBukanMaen

     

    Ikuti tulisan menarik Syarifudin lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.