Superior - Analisis - www.indonesiana.id
x

museisman

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 22 Agustus 2022

Senin, 26 September 2022 17:06 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Superior


    Dibaca : 444 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Saya bertanya tanya dari mana datangnya ketidakadilan

    Darimana datangnya ketimpangan

    Satu hal yang saya amati adalah superioritas dan inferioritas. Saya mendefinisikan kedua ini dalam konteks kejadian yang saya alami. Saya jadi melihat hal hal disekeliling saya. Hadir dalam berbagai macam bentuk. Kenapa ya ada yang merasa diperlakukan tidak adil. Mengapa ya ada orang orang yang berjuang demi keadilan. Jauh menuju kesana. Saya bertanya tanya darimana datangnya bentuk perasaan ini.

    Ketika kita sudah merasa punya power lebih atas pribadi orang lain, kecenderungan kita buat memperlakukan hal tidak adil kepada orang yang ada 'dibawah' kita akan selalu mungkin. Sedih rasanya, bahwa bentuk penerimaan manusia terhadap manusia lain bisa dilimitkan dengan sesuatu yang bersifat tidak abadi. Perasaan "jauh lebih" adalah bibitnya. 

    Saya setuju bahwa sesuatu yang diluar kontrol kita itu adalah sesuatu yang gak bisa kita ubah. Sejujurnya perlakuan tidak adil yang berlebihan, tidak pernah terjadi secara realita dihidup saya secara pribadi, tapi saya merasakan itu dalam bentuk lain. Ketika melihat manusia dikeliling saya, memberikan perlakuan yang tidak adil sebagian besar adalah karna manusia tersebut merasa punya power lebih atas manusia lain. Sehingga manusia yang menerima perlakuan tersebut merasa inferior. 

    Saya percaya bahwa, bagaimana kita memperlakukan seseorang adalah bagaimana kita melihat dunia. Kita mungkin akan merasa dapat menjangkau apapun yang ada dihadapan kita ketika kita melihat 'kecil' peran orang lain. Padahal kenyataannya dunia kita tidak sebesar itu. Dunia yang kita lihat isinya hanya kita. Sebaliknya, buat manusia yang gak pernah anggap remeh peran orang lain, dunia kita jadi besar. Dunia kita seluas itu buat memahami peran manusia lain. 

    Menjadi manusia yang besar adalah ketika kita menghargai hal hal disekitar kita. Untuk manusia lain, peran manusia  yang kita anggap 'kecil' tidak sebesar itu. Sadari bahwa kita tidak mungkin besar tanpa hal kecil. 

    Equal, setara yang saya maksud disini adalah. Ketika kita memperlakulan seseorang setara, perasaan tidak adil itu bisa minamalisir. 

    Ikuti tulisan menarik museisman lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.