Dalam Esai Segayung Air - Humaniora - www.indonesiana.id
x

BW Photography by Tasch 2021

Taufan S. Chandranegara

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 23 Juni 2022

Selasa, 27 September 2022 22:41 WIB

  • Humaniora
  • Topik Utama
  • Dalam Esai Segayung Air

    Halo sahabat Indonesiana. Salam bahagia selalu. Ini Artikel Cinta Bumi Indonesia. Dalam Esai Segayung Air, alegori keseimbangan Kebinekaan. Salam baik saudaraku.

    Dibaca : 694 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Baru saja hamba kagum banget, pada ajang lomba cerita pendek untuk pelajar kelas menengah atas, SLTA, senegeri ini, alias, tingkat nasional. 

    Betapa mereka peduli pada rasa keadilan untuk sesama. Mewujud dalam cerita multiwarna budaya nan indah nian, keseimbangan Kebinekaan, beragam latar belakang, multikultural, negeri indah ini. Membuat hamba semakin kagum, membaca cerpen mereka. 

    Para teman muda itu, di usia perkembangan menuju dewasa, sangat intens, bernas, berani jujur, intinya, para teman muda itu, tak memikirkan 'hanya keadilan', untuk dirinya sendiri. 

    Pertumbuhan generasi di usia muda, mereka, telah membekali diri untuk negeri indah ini. Sungguh jernih cerita pendek mereka di ajang lomba itu. Mencoba memahami arti-keadilan-untuk sesama. Kagum.

    **

    Apa tidak boleh manusia dewasa cinta negeri, peduli pada keadilan sesama, untuk bersama membangun negeri, meski dalam sepenggal kata dalam sebuah artikel. Sedih dong. Boleh ya. Peace.

    Atau bertanya tentang kuota korupsi, misalnya, loh, nongol lagi di kasus korupsi lanjutan, muncul di headline media negeri tercinta ini, mengejutkan sedikit membingungkan. 

    Hanya mampu dengan satu kata 'loh', ada korupsi lagi. Keterkejutan sesedikit itu, mungkin juga mampu mengobati rasa keadilan, meski hanya dengan 'loh' atau 'Ko'k', bisa.

    Hamba hanyalah seorang rakyat kelas debu. Samasekali tak punya kewenangan apapun baik secara hukum formal maupun personal. Hanya punya rasa peduli pada sesama, dalam satu kata keadilan, 'loh', ada korupsi lagi.

    **

    Kebinekaan-multikultural negeri ini teramat elok nian, berkelas estetika mumpuni secara kepurbaan nilai kesejarahan-antropologis geologis. Upaya terang temarang pembangunan sektor wisata budaya patut disyukuri, sujud di sajadah, sublim.

    Berkat-keadilan-pula, telah mempengaruhi perkembangan positif geopolitik-geoekonomi serta geokultur, pada ranah visi terdepan. Rezeki itupun tiba di bumi negeri ini, tentu, berkat keadilan. Amin. Ya Allah.

    Mungkin pula, telah mampu berpengaruh pada pencapaian kerjasama ekonomi negeri indah ini. Menuju multiwawasan benua di bumi ini pula. Seiring kesetaraan nasionalisme di netra dunia. Salam Indonesia Kuat, saudaraku. 

    ***

    Jabodetabek Indonesia, September 27, 2022.

    Ikuti tulisan menarik Taufan S. Chandranegara lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.