Untuk Rindu-rindu yang Belum Juga Tergenapi Temu - Fiksi - www.indonesiana.id
x

Pinterest

Dien Matina

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 9 Agustus 2022

Selasa, 27 September 2022 22:44 WIB

  • Fiksi
  • Topik Utama
  • Untuk Rindu-rindu yang Belum Juga Tergenapi Temu


    Dibaca : 812 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Barangkali sebagian orang menganggap hidup ini tak hanya menarik tetapi juga membuat penasaran. Semacam melempar dadu yang tidak akan kita tahu angka berapa yang akan terbuka. Barangkali sebagian orang yang lain menganggap hidup ini membosankan bahkan menyiksa pikiran. Menjatuhkan lara dan suka yang tiba-tiba. Selalu tiba-tiba. 

    Iya, segalanya memang bisa saja terjadi, hanya perkara kapan. Kala kepastian membawa kita pada sebuah kenyataan, jalani saja, sebab memang tak bisa menghindarinya. Tak selalu menyenangkan atau menyedihkan, karena hidup memang dirancang untuk melewati selaksa musim. 

    Hey, sudah seberapa jauh kau pergi? Atau sebenarnya kau tak pernah ke mana-mana? Terlelap dalam kotak keakuanmu. Biar kutebak. Kau sering tergelincir ketakutanmu sendiri. Beberapa rindu yang sesungguhnya siap melesat menerobos sekat, berkali-kali kau patahkan sendiri. 

    Bukan. Tentu saja aku bukan yang paling memahamimu. Setiap ruas dari dirimu hanya dirimu sendiri yang memahami, yang seringnya kau abaikan, yang kau pikir kesedihan tak pernah mampir. Lantas diam-diam kau susut air mata yang turun begitu derasnya. Mengertikah kau, saat itu terjadi aku ingin bersamamu dengan sebuah dekapan, meredakan segala. 

    Sore tadi sebelum hujan mengguyur kotaku, kau datang lewat sebuah pesan, “I will wait when the right time comes. Anything is possible.” 

    Senyumku mengembang. Sudah kuduga, setiap percakapan-percakapan kita sebenarnya hanyalah sebuah harap yang diterbangkan diam-diam setelah terpendam dalam-dalam di kepala. Di antara debar dada dan rapuhnya ruang-ruang kenang. 

    Ini malam-malam panjang kita yang ke sekian. Setangkup roti, lemon dingin dan wangi tembakau ikut melengkapi. Dan rindu-rindu yang belum juga tergenapi temu akan kita bawa dalam pekat ingatan, hening bersama. Kita akan saling menemukan bukan? Menghela cemas. Menghapus kemungkinan demi kemungkinan yang menyuburkan kegetiran. 

    Kita akan menggenggamnya. Menggenapi hari-hari yang ganjil. Menyusunnya dalam sebuah puzzle cerita yang paling tidak masuk akal sekalipun. Bahkan yang belum kita inginkan. Anything is possible.

     

    Ikuti tulisan menarik Dien Matina lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.