Komoditas Telur, Primadona Masyarakat Indonesia - Analisis - www.indonesiana.id
x

telur ayam

Hardi Dwi Susanto

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 28 September 2022

Rabu, 28 September 2022 19:26 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Komoditas Telur, Primadona Masyarakat Indonesia


    Dibaca : 692 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Telur merupakan komoditas tertinggi keempat yang banyak dikonsumsi masyarakat di Indonesia. Selain karena harganya yang terjangkau, komoditas telur adalah salah satu sumber gizi yang mudah didapatkan oleh masyarakat.

    Konsumsi telur ayam oleh masyarakat di Indonesia semakin bertambah setiap tahunnya. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, rata-rata nilai konsumsi telur ayam ras/kampung per kapita per bulan sebesar 9,77 butir pada Maret 2021. Kemudian naik 2,16% menjadi 9,98 butir dalam satu bulan pada September 2021.

    Telur ayam ras atau telur ayam petelur adalah jenis telur yang paling umum dikonsumsi oleh masyarakat dibandingkan jenis telur lain. Ayam ras petelur merupakan tipe ayam yang secara khusus menghasilkan telur sehingga produktivitas telurnya melebihi dari produktivitas ayam lainnya. 

    Peningkatan konsumsi telur ayam juga berdampak pada industri bisnis ayam petelur. Naiknya angka konsumsi telur membuat industri bisnis ini semakin berkembang.

    Populasi ayam petelur memiliki tren naik. Selama lebih dari satu dekade terakhir, populasi ayam petelur selalu naik tanpa turun satu kali pun. Pada tahun 2010 populasi ayam petelur adalah 105,21 juta ekor, tahun 2021 populasi ayam petelur naik hingga menyentuh angka 368,19 juta ton.

    Populasi ayam dalam dekake terakhir

    Dari tahun 2011 hingga 2016, peningkatan populasi ayam petelur stabil naik, namun tidak terlalu mencolok. Peningkatan populasi ayam petelur tertinggi terjadi pada tahun 2017 dengan kenaikan mencapai 60,42%. Pada tahun 2018 dan 2019 populasi ayam petelur mengalami kenaikan namun tidak signifikan. Kemudian pada tahun 2020 populasi ayam petelur kembali mengalami kenaikan yang cukup besar, yaitu sebesar 30,79%. Pada tahun 2021 populasi ayam petelur juga mengalami peningkatan, tetapi hanya di angka 6,66% saja.

    Produksi telur dalam dekade terakhir

    Kenaikan populasi ayam petelur selaras dengan jumlah produksi telur ayam petelur. Pada tahun 2021, tercatat angka produksi telur ayam ras petelur di Indonesia mencapai 5,16 juta ton.

    Pulau Jawa dan Sumatera memasok lebih dari 86% produksi telur ayam dengan rincian Pulau Jawa 63,25%, Sumatera 23,49%, Bali dan Nusra 4,42%, Kalimantan 4,04%, Sulawesi 4,52%, dan Papua 0,28%. Adapun Jawa Timur adalah provinsi dengan produksi telur tertinggi, yaitu mencapai 1,67 juta ton. Kemudian diikuti oleh Jawa Tengah dengan produksi sebesar 668,67 ribu ton, Jawa Barat 573,01 ribu ton, dan Sumatera Utara 480,98 ribu ton.

    Produksi telur ayam ras petelur di Indonesia juga terus meningkat selama lebih dari satu dekade terakhir. Dari tahun 2011 hingga 2021, produksi telur memiliki tren naik dengan peningkatan produksi telur tertinggi terjadi pada tahun 2017 dengan peningkatan sebesar 211,12% dari tahun sebelumnya menjadi 4,63 juta ton.

     

    Ikuti tulisan menarik Hardi Dwi Susanto lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.