Mungkinkah 2 Tahun Lagi Indonesia Stop Impor Aspal ? - Analisis - www.indonesiana.id
x

Jokowi

Indŕato Sumantoro

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 12 Juli 2020

Kamis, 29 September 2022 07:44 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Mungkinkah 2 Tahun Lagi Indonesia Stop Impor Aspal ?

    Target Pak Jokowi 2 tahun lagi stop impor aspal adalah sangat fantastis. Bagaimana hitung-hitungannya? Sedangkan Indonesia sudah 42 tahun lebih impor aspal. Kok ujug-ujug 2 tahun lagi stop impor aspal? Aspal impor dapat digantikan oleh aspal Buton. Tetapi pertanyaannya sekarang adalah seberapa cepat? Hal ini sangat bergantung sekali kepada seberapa besar upaya-upaya Pak Jokowi. Pak Jokowi harus turun tangan sendiri. Jangan menyerahkan urusan penting ini kepada para Menterinya. Mengapa? Karena pada awal tahun 2015, Pak Jokowi sudah pernah menginstruksikan kepada semua jajaran Kementerian-kementerian terkait untuk menggantikan aspal impor dengan aspal Buton. Tetapi setelah 8 tahun pemerintahan Pak Jokowi, instruksi tersebut masih belum juga terwujud.

    Dibaca : 844 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Baru-baru ini Presiden Joko Widodo telah datang mengunjungi Pulau Buton, Sulawesi Tenggara. Pak Jokowi adalah Presiden kedua yang pernah datang mengunjungi Pulau Buton. Presiden yang pertama kali datang ke Pulau Buton adalah Pak Harto. Pak Harto datang ke Pulau Buton pada tahun 1990. Apakah antara tahun 1990 sampai dengan tahun 2022 aspal Buton sudah mampu menggantikan aspal impor? Jawabannya adalah “tidak”. Mengapa? Karena mungkin tujuan Pak Harto dan Pak Jokowi datang mengunjungi Pulau Buton adalah hanya untuk melihat-lihat keadaan Pulau Buton, yang kata orang sangat terkenal dengan aspal Butonnya. Apakah benar demikian?

    Indonesia mengimpor aspal sudah 42 tahun lebih. Jumlah aspal yang diimpor per tahun kurang lebih 1,5 juta ton. Dan jumlah nilai impornya sekitar US$ 600 - 900 juta per tahun. Seyogyanya sebelum Pak Jokowi datang ke Pulau Buton, Pak Jokowi sudah harus diinformasikan terlebih dahulu mengenai angka-angka ini. Sehingga dengan demikian Pak Jokowi datang ke Pulau Buton dengan membawa solusi. Kalau Pak Jokowi datang ke Pulau Buton tanpa membawa solusi, maka sampai kapanpun aspal Buton tidak akan pernah mampu menggantikan aspal impor. Dan mengenai hal ini, kita bisa bercermin dari kedatangan Pak Harto ke Pulau Buton di tahun 1990 yang lalu.

    Mengutip berita dari finance.detik.com tanggal 28 September 2022 dengan judul “4 Fakta ‘Harta Karun’ di Buton yang Bikin Jokowi Pede Mau Setop Impor Aspal”, mengatakan bahwa Presiden RI Joko Widodo melakukan peninjauan Pabrik Aspal PT Wika Bitumen di Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara. Dalam kunjungannya itu, Jokowi menemukan ‘harta karun’ aspal yang jumlahnya sangat besar. Berikut 4 faktanya:

    1. Harta Karun berupa 662 juta ton aspal.
    2. RI impor 5 ton aspal per tahun.
    3. Jokowi targetkan 2 tahun lagi stop impor aspal.
    4. Asing maupun BUMN dipersilahkan garap.

    Jokowi berharap, ke depannya akan terbentuk hilirisasi aspal hingga Buton bisa menjadi pusat industrinya.

    Dari ke-4 fakta di atas yang paling mengejutkan adalah pernyataan Pak Jokowi yang menargetkan 2 tahun lagi stop impor aspal. Ketika Pak Jokowi mengatakan hal ini, semua hadirin berdecak kagum, dan bertepuk tangan gembira. Alangkah hebatnya Pak Jokowi yang menargetkan 2 tahun lagi stop aspal impor. Bagaimana hitung-hitungannya? Indonesia sudah mengimpor aspal selama 42 tahun lebih. Dan ujug-ujug dalam 2 tahun, Indonesia sudah bisa stop impor aspal. Apakah Pak Jokowi tahu bahwa untuk mengsubstitusi aspal impor, aspal Buton harus diolah terlebih dahulu menjadi aspal Buton ekstraksi. Dan untuk memproduksi aspal Buton ekstraksi, harus terlebih dahulu membangun Pabrik Ekstraksi Aspal Buton. Dan untuk membangun Pabrik Ekstraksi Aspal Buton diperlukan Investor. Dan Investornya sampai saat ini masih belum ada. Bagaimana ini Pak Jokowi?

    Semangat Pak Jokowi untuk menyetop impor aspal perlu diacungkan jempol. Hal ini sangat luar biasa sekali. Tetapi rakyat menyesalkannya, mengapa baru sekarang ini Pak Jokowi ucapkan? Ketika Pak Jokowi sedang berkunjung ke Pulau Buton. Padahal pada awal tahun 2015, Pak Jokowi sudah pernah menginstruksikan kepada semua jajaran Kementerian-kementerian terkait untuk menggantikan aspal impor dengan aspal Buton. Jadi selama 8 tahun terakhir ini, Pak Jokowi kemana saja? Mengapa sangat begitu mudah Pak Jokowi melupakan hal yang sangat penting bagi rakyat? Hilirisasi aspal Buton.

    Kalau boleh kami mengusulkan kepada Pak Jokowi, untuk menyetop impor aspal, yang pemerintah upayakan adalah “memaksa” para importir aspal dan produsen aspal Buton untuk membangun Pabrik Ekstraksi Aspal Buton. Bagaimana cara pemerintah “memaksa” para importir aspal dan produsen aspl Buton untuk membangun “smelter” aspal Buton?. Bagaimana caranya?. Tentunya pemerintah sendiri yang lebih tahu. Buktinya pemerintah telah berhasil “memaksa” PT Freeport Indonesia untuk membangun “smelter” untuk tembaga di Gresik, Jawa Timur. Karena tanpa turun tangan pemerintah untuk “”memaksa” para perusahaan importir aspal dan produsen aspal Buton untuk membangun “smelter” aspal Buton, target 2 tahun lagi stop impor aspal tidak akan pernah terwujud. Yakinlah.

    Sebagai gambaran Pak Jokowi, bahwa Pabrik Ekstraksi Aspal Buton yang ideal kapasitasnya adalah sebesar 250.000 ton per tahun. Kalau Indonesia mengimpor aspal sejumlah 1,5 juta ton per tahun, maka untuk mengsubstitusi semua aspal impor tersebut diperlukan 6 buah Pabrik Ekstraksi Aspl Buton. Wow..Ini keren sekali kalau bisa terwujud. Kalau Pak Jokowi serius. Hal ini bisa terjadi. Syaratnya kalau Pak Jokowi memang sangat serius ingin aspal impor digantikan dengan aspal Buton. Bagaimana kita tahu Pak Jokowi serius atau tidak? Pak Jokowi harus membuat Inpres atau Keppres, mana yang paling sesuai secara hukum, untuk, mempercepat program hilirisasi aspal Buton. Dan secara bertahap aspal impor wajib digantikan oleh aspal Buton ekstraksi.

    Sekali lagi, kalau Pak Jokowi serius, aspal impor akan dapat digantikan oleh aspal Buton. Pertanyaannya sekarang adalah seberapa cepat? Sedangkan pemerintahan Pak Jokowi tinggal tersisa 2 tahun lagi. Hal itu sangat bergantung sekali kepada besarnya upaya-upaya dari Pak Jokowi sendiri untuk mempercepatnya. Pak Jokowi sendiri yang harus turun tangan. Jangan menyerahkan masalah penting bagi rakyat ini kepada Menteri-menteri Pak Jokowi lagi. Mohon diingat bahwa pada awal tahun 2015, Pak Jokowi sudah pernah menginstruksikan kepada semua jajaran Kementerian-kementerian terkait untuk menggantikan aspal impor dengan aspal Buton. Dan buktinya, selama 8 tahun pemerintahan Pak Jokowi, instruksi tersebut masih belum juga terwujud.

    Sekarang dan saat ini adalah kewajiban Pak Jokowi sebagai Presiden Republik Indonesia untuk bertanggung jawab penuh kepada rakyat Indonesia dengan menggantikan aspal impor dengan aspal Buton. Pak Jokowi jangan pikirkan target 2 tahun stop aspal impor dulu. Tetapi Pak Jokowi pertama-tama harus segera upayakan untuk membangun industri hilirisasi aspal Buton di sisa pemerintahan Pak Jokowi yang tinggal 2 tahun lagi.

      

    Ikuti tulisan menarik Indŕato Sumantoro lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.