Katastropi Jiwa - Humaniora - www.indonesiana.id
x

Muhammad Faisal DH

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 11 Agustus 2022

Minggu, 2 Oktober 2022 07:12 WIB

  • Humaniora
  • Topik Utama
  • Katastropi Jiwa

    ketika jiwa bergejolak menghadapi keadaan

    Dibaca : 630 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

     

    (1) 
    Aku ingin menjadi diriku sendiri 
    dan aku bahagia, tetapi mereka bahkan melihatku seperti orang yang menyedihkan; pada sebagian kecil potongan pikiranku lebih tepatnya

    Semakin ke sini terkadang kumerasa kehilangan diri, tapi aku mulai tak peduli
    Aku sadar, potongan besar dalam pikiranku saat ini diramu kekhawatiran, tapi bagaimana, wong aku manusia pada umumnya

    Diriku, katanya pengorbanan tanda cinta, katanya pengorbanan tidak akan terasa menyakitkan jika benar-benar terpatri pada apa yang dicintai

    Aku coba mengikutinya, sebagaimana kerasnya orang-orang meneriakiku. Kadang aku tak peduli tapi kadang juga hancur seketika
    Mereka bilang, kata-kata tidak punya kekuatan untuk melukai, tapi siapa pemilik kata-kata itulah yang berkuasa, dan aku membenarkannya ... 

    Tentang itu aku sudah tidak lagi mempermasalahkannya. Ini tentang tuntutan, keputusan, resiko dan ketakutan, tentunya

    Aku hanya ingin berbagi sebagian dari potongan gambar yang lalu lalang dalam pikiranku, meski tak utuh, dan akupun tak ada maksud memberikan lembaran gambar seluruhnya padamu

    Maaf menjadikanmu penikmat puzzle pikiranku saat ini

    (2) 
    Aku tak begitu peduli, yang kupedulikan saat ini, adalah bagaimana caranya menghentikan aktivitas yang terlalu ramai ini, tak lupa kesediaanmu dalam menerima dan membiarkanku tak henti merapal kotak pesanmu dengan teka teki pikiranku, yang bahkan aku sendiri tak mau menampungnya. 

    Hanya terimakasih akhirnya yang terangkai untukmu salah satunya

    (3) 
    Bagian kecil dari diriku masih terus mencoba merayu bagiannya yang lain

    Sampai Sejenak aktivitas kendaraan itu mulai sampai pada tujuannya, meski aku tak tau pasti apa yang dituju, tapi bising itu mulai senyap, mungkin karena sebagian aku pindahkan dalam kotak pesan ini, dan yang terpenting kamu sudi menerimanya meski aku yakin sulit untuk di sambut olehmu

    I did ... 
    Tidak semua orang bisa menerima apa yang aku katakan tanpa kembali bertanya,

    Ha ha ha, peningku membuat pening orang lain. Tidak semua paham apa yang aku katakan jika aku pening. Aku sendiri tak tau apa ini kelainan, ketika pening apa yang aku luapan justru sulit dipahami dan dimaklumi. 

    Ya, tak seperti orang lain yang bisa sumbar curhat, refreshing dengan jalan-jalan atau sekadar berbelanja, peningku ... berbeda, sejujurnya aku agak benci jika dia datang tapi aku coba terus mengakrabkan diri. 

    Cukup, mari menepi meskipun tidak benar-benar berhenti, Tuhan menciptakan lelah sebagai anugrah istimewa, untuk malam ini, mari menikmati putaran rotasi bumi

    #coretan EllMuz

    Ikuti tulisan menarik Muhammad Faisal DH lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.