Mendidik Anak dengan Berwisata - Humaniora - www.indonesiana.id
x

Warga menikmati suasana wisata ikan di saluran irigasi Bendhung Lepen Yogyakarta

Bambang Udoyono

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 3 Maret 2022

Selasa, 4 Oktober 2022 07:50 WIB

  • Humaniora
  • Topik Utama
  • Mendidik Anak dengan Berwisata

    Mendidik anak tidak cukup hanya dengan menyekolahkan. Anda perlu melengkapi pendidikannya dengan berwisata. Bagaimana mungkin berwisata menjadi pendidikan anak? Bukannya malah menghamburkan uang? Sila baca tuntas paparannya di artikel ini.

    Dibaca : 1.031 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Mendidik Anak dengan Berwisata

    Bambang Udoyono, penulis buku

     

    Ketika bisnis berkembang banyak perusahaan yang memberikan bonus kepada karyawannya yang berprestasi berupa tour.  Tidak jarang tour ke manca negara.  Tidak ada yang salah dengan itu.  Itu justru bagus untuk memotivasi karyawan agar berprestasi.   Tapi seorang cendekiawan Prancis bernama Anthony Bourdain punya sebuah quote menarik tentang berwisata.

     

    Travel is not a reward for working. It’s education for living (Anthony Bourdain). Berwisata itu bukan ganjaran (karena) bekerja. Ia adalah pendidikan kehidupan.  Demikian katanya.

    Manfaat berwisata

     

    Saya yakin Bourdain benar. Wisata itu adalah salah satu cara pendidikan. Maka orang yang rajin berwisata akan memiliki banyak keuntungan dan keunggulan. 

    • Pertama, dia akan mendapat hiburan yang sehat sehingga kondisi mentalnya akan baik.  Dia akan menjadi gembira.  Ekspresinya akan cerah. Wajahnya akan tersenyum. Jangan lupa senyum adalah sedekah. 
    • Kedua, dia akan memiliki banyak pengalaman dan pengetahuan. Pengalaman berwisata ini unik, khas sehingga tidak bisa digantikan dengan pengalaman lain. 
    • Ketiga, dia akan memiliki pengetahuan tentang kondisi sosial, budaya, ekonomi, dan politik negara atau kawasan lain. 
    • Keempat, dia bisa meningkatkan keimanan. Di dalam Al Qur’an ada sembilan ayat yang memerintahkan manusia untuk berkelana di bumi dan bahkan ke segenap penjuru alam raya. Tujuannya tiada lain adalah untuk meningkatkan keimanan.

     

    Bagaimana Anda bisa mendapat semua manfaat tersebut?  Cara terbaiknya adalah mengadakan perjalanan wisata ke manca negara dengan bimbingan seorang professional tour leader.  Dialah yang akan mengatur perjalanan Anda sehingga menjadi aman, nyaman dan lancar serta Anda mendapat manfaat yang maksimal.  Di negara tujuan dia akan dibantu seorang pramuwisata yang akan menerangkan berbagai aspek sosial budaya setempat agar Anda makin kaya dengan pengetahuan.

     

    Salah satu aspek budaya yang menarik adalah makanan dan minuman.  Setiap bangsa memiliki tradisi makanan yang khas.  Mungkin Anda sudah biasa menyantap makanan Korea, Jepang, Cina, India, dan Thailand. Tapi coba sekali sekali cicipi juga hidangan Turki seperti Baklava yang belum lazim di Indonesia. Coba juga es krim Turki yang dijual dengan gaya atraktif oleh pedagangnya.  Masih banyak lagi aneka hidangan khas dari berbagai negara yang layak dicicipi. Dan masih banyak aspek budaya lain yang menarik seperti musik, arsitektur, pakaian dll.

    Menjadi pengambil keputusan yang baik

     

    Jika Anda sudah memiliki pengalaman dan pengetahuan dari wisata internasional itu maka Anda akan memiliki keunggulan.  Salah satunya Anda akan menjadi pengambil keputusan yang lebih baik.  Kok bisa? Ya karena wawasan Anda sudah luas. Sedangkan proses pengambilan keputusan dipengaruhi oleh luasnya dan dalamnya pengetahuan dan pengalaman.

    Penutup

     

    Jadi Bourdain benar bahwa wisata adalah pendidikan.  Jangan lupa bahwa investasi terbaik adalah pendidikan.  Maka jangan ragu.  Putuskan untuk berinvestasi untuk keluarga Anda.  Ajak keluarga Anda berwisata ke manca negara dengan bimbingan seorang professional tour leader.   Kalau Anda Muslim sebaiknya ikut wisata halal. Semoga Anda sekeluarga mendapat manfaat maksimal dari wisata ke manca negara.

     

    Ikuti tulisan menarik Bambang Udoyono lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.