Megalomania - Fiksi - www.indonesiana.id
x

https://www.wallpaperbetter.com/id/hd-wallpaper-giddn

Jerpis M.

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 2 Agustus 2022

Senin, 10 Oktober 2022 06:18 WIB

  • Fiksi
  • Topik Utama
  • Megalomania


    Dibaca : 855 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Kau bukan getar satu-satunya;
    suara tak tunggal dalam ruang.
     
    Berhentilah memaksa,
    sayangku, fantasi kuasa
    tampak begitu terlalu.
     
    Haruskah kau miliki semua mata?
     
    Sialan!
    Aku makin muak, mati bosan!
     
    Tak sadar akan batas;
    kecewaku padamu
    itu sudah.
     
    Tapi biarlah
    kucoba mengerti
    selera bebas lepas landas.
     
    Seperti ketika kau berkata
    tak sudi memijakan kaki
    di atas lumpur-lumpur
    hitam dan kotor.
     
    Tak jadi soal bagiku;
    tak peduli juga aku.
     
    Namun bukan berarti pula
    kau cabut padi-padi muda
    yang sedang asik tumbuh
    di atas lumpur-lumpur itu.
     
    Sebab setiap padi-padi muda
    tak hanya hidup dengan udara,
    matahari, juga lukis langit senja
    yang luar biasa indahnya.
     
    Ini bukan waktunya tampil dan bicara;
    Ini waktumu melihat dan mendengar.
     
    Turunlah dari atas panggung itu;
    duduk di bangku jadi penonton
    menikmati pertunjukan drama baru,
    jagung tembak, juga soda susu.

    Oktober 2022

    Ikuti tulisan menarik Jerpis M. lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.