Kehilangan (Tidak) Selalu Buruk - Hiburan - www.indonesiana.id
x

Google

Dien Matina

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 9 Agustus 2022

Jumat, 14 Oktober 2022 08:02 WIB

  • Hiburan
  • Topik Utama
  • Kehilangan (Tidak) Selalu Buruk


    Dibaca : 1.388 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Terberkatilah Abimana dengan segala talentanya. Sebuah privilege untuk menjadi idola. Film pendek The New Found (2013) mungkin tidak akan sehidup itu tanpanya. Joko Anwar sebagai sutradara, tepat sasaran dengan membawa Abimana terlibat dalam tembakan waktu yang hanya sebentar, 11 menit 54 detik. Cerita yang simple tetapi sungguh sarat makna. ⁣

    Saya suka monolognya Andy (Abimana), silakan dibaca tanpa tergesa-gesa.. ⁣ 

    "Sejauh yang aku ingat, aku adalah penyendiri.⁣ Pernah aku pengen punya anjing, tapi terus aku dengar anjing tetanggaku hilang. Kayaknya aku nggak akan bisa berhenti nangis kalau anjingku hilang.⁣"

    "Aku nggak pernah tahu kenapa papa pergi. Padahal, aku nggak pernah lihat orangtuaku bertengkar. Dia cuma bilang ‘selamat tinggal’ suatu hari, dan nggak pernah pulang.⁣ Mamaku juga nggak pernah nangis. Dia nyuruh aku supaya nggak benci papa dan bilang suatu hari nanti aku akan ngerti. Aku nggak yakin kalau sekarang pun aku ngerti kenapa dia pergi.⁣ Tapi sejak saat itu, aku tahu kalau kita nggak boleh punya seseorang, karena mereka selalu pergi.⁣' 

    "Aku besar tanpa kejadian-kejadian yang besar, yang kupikir, bagus. Hidup lebih mudah tanpa kejutan. Dan supaya bisa aman, kita harus punya ‘dinding’ yang nggak boleh dilewati oleh siapapun, termasuk dia.⁣ Dia, seorang yang bisa tetap bersamaku untuk waktu yang lama. Tapi itu karena aku membuat jarak, dan aku sudah kenal dia sejak SMA, saat dia belum begitu cantik, tapi sudah menarik.⁣ Dan, aku beruntung dia nggak mau mengubah situasi. Kami tetap hanya teman. Dan dia seperti itu karena dia berbeda. Dia spesial.⁣"

    ⁣ 

    *

     

    Sementara itu, beberapa orang lain sudah mempersiapkan kehilangan dengan memahami bahwa tak ada yang abadi. Sebentuk barang bisa hilang atau rusak, seseorang bisa pergi atau mati.⁣ Sebuah Anicca. Kebenaran yang hakiki, mutlak berlaku pada apapun siapapun. ⁣Tetapi justru ketidakkekalan ini yang membuat hidup menarik. ⁣Kita tak selalu saling memiliki. ⁣

    Namun sesiap apapun menerima kehilangan, rasa sakitnya tidak bisa disangkal. Tidak seperti teorinya, menjalaninya sungguh syulit. Sama seperti mbaknya yang viral itu, saking syulitnya melupakan Reyhan yang baik membuatnya terjangkiti halu-halu yang terlalu. Duh, mbak..

    Nasihat-nasihat untuk mengikhlaskan apa-apa yang pergi agar supaya hidup lebih enteng juga bukan hal mudah dipraktekkan. Berdasarkan yang saya dengar, rasa, lihat dan amati, memang benar-benar sesyulit itu. Butuh waktu untuk menerima bahwa realita adalah realita. 

    Hidup kita ini mirip puisi yang setiap kalimatnya menyimpan kisah-kisah tersembunyi. Tempat di mana cinta dimulai dan diakhiri. Kedatangan, kepergian, suka cita, hati yang patah, benci, dendam, ingatan-ingatan yang menyesakkan, perasaan-perasaan yang tak tersampaikan, dan sudut mata yang menyimpan seseorang di dalamnya. 

    Jadi saat cinta mendatangimu jangan buru-buru menyuruhnya berlalu. Bisa saja ia mengawalinya dengan hal-hal ganjil. Rindu yang tiba-tiba mungkin pertanda semesta sedang bekerja, memberimu kejutan yang menyenangkan. Tetapi jika tidak, jangan juga memaki dunia. Kita tahu kan setiap hati bekerja dengan caranya masing-masing untuk menerima, menyimpan atau melepaskan perasaan-perasaan yang ada. 

    Dan pada akhirnya kita hanya harus duduk tenang dan menyiapkan air mata, untuk terluka. Karena sekali lagi, hidup ini tak selalu memberi yang happy-happy. Jika berkenan tunggu saja, jika tidak pergilah ke tempat di mana kamu bisa memaafkan tanpa melupakan, lalu bahagia. 

    Selamat menikmati hari-hari. Semua akan baik-baik saja. Kehilangan-kehilangan yang datang bukan sembarang, ia bagian dari perjalanan yang akan digantikan dengan bagian-bagian lain yang lebih menyenangkan. Percayalah. 

     

    Ikuti tulisan menarik Dien Matina lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.






    Oleh: Bayu Lukmana

    Selasa, 8 November 2022 17:43 WIB

    Lagu Satu Jiwa Lambang Toleransi Keragaman

    Dibaca : 755 kali