Apakah Saya Termasuk yang Gemar Membaca? - Analisis - www.indonesiana.id
x

Gambar dari instagram

Wahyu Tanoto

Penyuka kopi hitam dan jadah goreng, suka menulis, dan fasilitator isu sosial.
Bergabung Sejak: 4 Agustus 2022

Minggu, 23 Oktober 2022 12:59 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Apakah Saya Termasuk yang Gemar Membaca?

    Bagi sebagian orang, tujuan membaca buku adalah kebutuhan agar memperoleh informasi. Bagi sebagian yang lain menyebutnya sebagai hiburan, healing, dan kebutuhan akan ilmu. Akan tetapi, ada juga yang menganggap sebagai kewajiban karena tuntutan pendidikan.

    Dibaca : 630 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Meskipun membaca sebagai kegiatan yang membawa banyak manfaat, belum tentu semua orang memiliki kegemaran mencari informasi dengan membaca. Memang, buku bisa menjadi salah satu sumber ilmu yang mampu meningkatkan pengetahuan. Bahkan ada yang menyatakan ketika membaca buku mampu meningkatkan konsentrasi dan empati seseorang. Benarkah demikian? 

    Kira-kira apa yang terlintas di pikiran seseorang ketika melihat buku bacaan? Tentu setiap orang memiliki jawabannya masing-masing. Ada yang merasa biasa saja, namun ada juga yang ingin segera membacanya. 

    Bagi sebagian orang, tujuan membaca buku adalah kebutuhan agar memperoleh informasi. Bagi sebagian yang lain menyebutnya sebagai hiburan, healing, dan kebutuhan akan ilmu. Akan tetapi, ada juga yang menganggap sebagai "kewajiban" karena tuntutan pendidikan. 

    Ada berbagai alasan kenapa orang senang membaca buku dan tidak menyukai membaca. Menurut saya ada beberapa hal yang melatar belakangi kedua hal tersebut di atas. 

    Bagi yang senang membaca, boleh jadi tidak memerlukan alasan. Jika ingin membaca ya membaca. Maksud saya, jika memang sudah terbiasa membaca akhirnya menjadi kebiasaan. Dimana saja tempatnya bisa digunakan untuk membaca buku; di mobil, kereta api, pesawat, stasiun, di sawah, pinggir jalan, warung kopi, atau bahkan di kamar mandi sekalipun. 

    Bagi yang tidak menyukai membaca, berdasarkan interaksi dengan banyak orang menyebutkan karena merasa tidak punya waktu untuk membaca atau justru merasakan pusing jika membaca. Apalagi kalau bukunya tebal makin memudarkan niatnya membaca. 

    Oleh karenanya tidak mengherankan jika data dari UNESCO menunjukkan, rasio minat baca di Indonesia hanya 0,001%. Wah, ini artinya dari 1.000 orang hanya ada 1 orang yang gemar membaca.

    Namun begitu, orang Indonesia ternyata lebih aktif di media sosial. Hal ini dinyatakan oleh sebuah lembaga riset digital marketing Emarketer yang memperkirakan pada 2018 jumlah pengguna aktif smartphone di Indonesia lebih dari 100 juta orang.

    Bayangkan untuk tahun 2022 saat sekarang ini, kira-kira berkurang atau bertambah? Dengan jumlah sebesar itu, Indonesia akan menjadi negara dengan pengguna aktif smartphone terbesar keempat di dunia setelah Cina, India, dan Amerika.

    Mengingat tingkat literasi Indonesia berada pada peringkat 71 dari 77 negara di dunia menurut studi Programme for International Student Assessment (PISA) pada 2018 lalu, maka menjadi tugas pemerintah dengan melibatkan semua komponen masyarakat untuk menggiatkan literasi yaitu: literasi Dini, literasi dasar, literasi Perpustakaan, literasi media, literasi teknologi, dan literasi visual. Karena, literasi juga berkorelasi pada indeks pembangunan manusia (IPM). 

    Sebagaimana diketahui, IPM juga digunakan untuk mengukur keberhasilan dalam upaya membangun kualitas hidup manusia. Karenanya, penting untuk mewujudkan Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4.6. yang menyebutkan bahwa Pada tahun 2030, menjamin semua remaja dan proporsi kelompok dewasa tertentu, baik laki-laki maupun perempuan, memiliki kemampuan literasi dan numerasi. Semoga. ***

    Ikuti tulisan menarik Wahyu Tanoto lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.