Nikmat Waktu Paradoks - Fiksi - www.indonesiana.id
x

Waktu dan kau

Slamet Samsoerizal

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 30 Maret 2022

Selasa, 1 November 2022 09:29 WIB

  • Fiksi
  • Topik Utama
  • Nikmat Waktu Paradoks

    Gagasan mewujud dalam puisi. Puisi mewujud melalui teks. Teks yang berkonteks segera dapat merujuk ke sekeliling. Alam semesta raya!

    Dibaca : 1.080 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Nikmat

    selalu saja menemu cahaya

    dalam gulita

    selalu saja menemu waktu dalam sempit

    rencana-Mu pasti tak terbatas tak berbilang

    kuasa-Mu bisa dari langit

    anugerah-Mu bisa bermuasal dari yang terbentang

    tak kuasa kami menolak segala atas segala-Mu

     

     

     

    Waktu

    sejuk di pagi

    meriang di siang

    tak kutahu sore mau ape

     

    malem kagak tahu dah!

    kayaknya bakal gerah!

     

     

    Paradoks

     yang satu tak suka puisi

    satunya suka tapi tak pahami

    satunya suka tapi ya hanya suka

    satunya lagi suka tak tahu apa yang disukanya

    ketika kata tak dapat dimaknai dan dimaknakan

    kesuntukanmu hanya melontar secuil pertanyaan

    kekesalanmu hanya kautebarkan melalui tanda seruan

    kubaca jejakmu dalam kegalauan yang sangat menyesakkan

    Ikuti tulisan menarik Slamet Samsoerizal lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.