Anda Tenggelam Bukan Karena Jatuh ke Sungai, Tapi Karena Tidak Segera Bangkit Setelah Jatuh - - www.indonesiana.id
x

Window of the World, Shenzen.

Bambang Udoyono

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 3 Maret 2022

Rabu, 9 November 2022 17:08 WIB

  • Topik Utama
  • Anda Tenggelam Bukan Karena Jatuh ke Sungai, Tapi Karena Tidak Segera Bangkit Setelah Jatuh

    Kadang kita berada dalam situasi yang kurang menguntungkan. Sebaiknya kita segera mengambil tindakan.

    Dibaca : 1.042 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Anda Tenggelam Bukan Karena Jatuh ke Sungai, Tapi Karena Tidak Segera Bangkit Setelah Jatuh

     

    Bambang Udoyono, penulis buku

     

    You drown not by falling into a river,  but by staying submerged in it  (Paulo Coelho)

     

    Kalau anda suka membaca pasti anda paling tidak sudah pernah mendengar nama Paulo Coelho.  Mungkin anda malah sudah pernah membaca karyanya dan menjadi penggemarnya.  Dia adalah penulis besar dari Brazil yang sudah memiliki karya termayshur di jagad sastra.  The Alchemist, By the river of Piedra I sat down and wept, The way of the Bow, The Fith Mountain, The Zahir, The Winner stands alone, The Witch of Portobello, dll adalah karya besarnya.  Karyanya sangat menginspirasi sehingga banyak digemari orang dan banyak dikutip.  Mari kita bahas salah satu quotenya yang terkenal. Siapa tahu kita mendapat manfaatnya.

     

    Anda tenggelam bukan karena jatuh  ke sebuah sungai, tapi karena tetap berada di dalamnya.  Demikian kira kira terjemahan bebas quote Coelho.  Tapi apa maksudnya ?  Mari kita ulas.

     

    Saya yakin quote itu mengandung kiasan. Dia tidak sedang membahas orang jatuh ke sungai beneran.  Saya menafsirkannya sebagai sebuah anjuran untuk menata sikap mental.  Sikap mental yang bagaimana?  Tentu saja sikap mental yang positif. Sikap mental yang pro aktif.  Sikap yang dinamis. 

     

    Kadang kita berada dalam situasi yang kurang menguntungkan.  Mungkin bisnis kita mengalami kemunduran atau kerugian.  Mungkin kita kalah dalam pertandingan olah raga atau dalam pemilu.  Kadang kita bertemu dengan orang yang tidak menyenangkan.  Tindakannya atau kata katanya merugikan atau menyakiti hati.  Semua keadaan itu menimbulkan kerugian dan tekanan pada perasaan. Bahkan ada yang sampai sakit hati beneran.

     

    Kalau kita diam saja, tidak berupaya mengubah keadaan maka kita akan ‘tenggelam’.  Ada dua masalah di sini. Pertama masalah bisnis atau apapun yang mundur itu. Kedua masalah psikis.  Kalau pasif, kalau diam saja sudah hampir pasti kita ‘tenggelam’ dalam kedua masalah itu.  Sakit hati kalau dipelihara ya akan awet.  Dalam jangka panjangnya sakit hati akan memengaruhi kesehatan fisik juga. Apalagi kalau raga lemah atau sudah mulai mundur.

    Maka Coelho menganjurkan agar kita bangkit.  Ambillah upaya untuk mengatasi kedua masalah itu.  Jika Anda sakit hati atau tersinggung dengan omongan orang sebenarnya Anda hanya memiliki satu masalah yaitu psikis.  Anda perlu belajar mengelola emosi agar tidak berkepanjangan dan merugikan kesehatan lahir batin.   Cari hiburan sehat.  Lakukan latihan expressive writing untuk menyembuhkan atau menyehatkan emosi.  Kegiatan olah raga dan seni bisa juga membantu.  Selain itu masih banyak lagi kegiatan positif yang bermanfaat.  Monggo dicari jalan terbaiknya.

     

     

     

    Ikuti tulisan menarik Bambang Udoyono lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.