Hidup Berkah Hidup Bermakna - Humaniora - www.indonesiana.id
x

Bambang Udoyono

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 3 Maret 2022

Jumat, 11 November 2022 13:00 WIB

  • Humaniora
  • Topik Utama
  • Hidup Berkah Hidup Bermakna

    Idealnya hidup kita penuh berkah. Hidup penuh berkah adalah hidup yang bermakna. Hidup yang produktif. Hidup yang memberi manfaat buat orang banyak.

    Dibaca : 1.260 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Hidup Berkah Hidup Bermakna

     

    Bambang Udoyono, penulis buku

     

    The life given us, by nature is short; but the memory of a well-spent life is eternal  (Marcus Tullius Cicero). 

     

    Hidup yang diberikan kepada kita pendek, tapi kenangan atas hidup yang dijalani dengan baik itu abadi.  Demikian kata Cicero, seorang negarawan, orator, cendekiawan dan penulis dari Romawi kuno.  Kata  katanya tepat sekali menggambarkan kehidupan manusia. Mari kita ulas.

     

    Kehidupan manusia modern memang pendek apabila dibandingkan dengan manusia jaman kuno.  Nabi Nuh disebutkan dalam Al Qur’an berusia 950 tahun.  Itupun hanya sehari kurang kalau di akherat.  Sehari di akherat itu setara dengan seribu tahun di bumi.  Jadi memang singkat saja kehidupan manusia di bumi ini.  Meskipun demikian jika kehidupan ini dikelola dengan baik, maka manusia bisa memiliki sumbangan besar pada kehidupan.  Orang yang hidupnya tertata rapi akan memberi jasa yang besar sekali kepada masyarakat.  Tidak jarang jasanya masih dinikmati masyarakat jauh setelah dia sendiri pindah ke alam lain. Orang seperti itu akan dikenang di sepanjang masa.  Mereka akan tetap didoakan orang banyak.  Seolah mereka hidup abadi. Sila lihat contoh contohnya.  

     

    Sukarno alias Bung Karno, Hatta, Sudirman dan Baswedan berjasa besar memerdekakan bangsa Indonesia dari kezaliman penjajah.   Sampai hari ini jasa besarnya masih dinikmati ratusan juta orang.  KH Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah, juga berjasa besar sekali. Sekarang jutaan orang menikmati pencerahan, pendidikan berkualitas sejak tk sampai perguruan tinggi, dan layanan kesehatan di seluruh penjuru Nusantara dan bahkan di manca negara.

     

    Sekarang milyaran manusia mendapat manfaat dari ilmu kedokteran dan farmasi yang dirintis oleh Ibnu Sina atau di Barat dikenal sebagai Avicenna.  Al Biruni adalah seorang cendekiawan klasik yang mempelopori ilmu matematika, fisika dan farmasi.  Berkat jasanya manusia modern menikmati teknologi modern. Demikian juga Muhammad Ibn Musa Al Khawarizmi (penemu aljabar, bapak algoritma),  Abu Ali Al Haytham alias Alhazen (penemu optik), Al Zahrawi, bapak imu bedah modern, Jabir Ibn Hayyan penemu asam kuat asam sulfat, Ahmad Ibn Tulun penemu rumah sakit modern yaitu rumkit Al Fustat di Kairo mesir di abad 9.

     

    Sumbangan besar mereka masih dinikmati oleh milyaran manusia sampai saat ini.  Maka mereka dikenang masyarakat di sepanjang masa.  Sedangkan Allah berjanji memberi pahala kepada orang yang beriman dan beramal saleh. 

     

    Monggo menata kehidupan agar kita mampu memberi sumbangan yang bermanfaat kepada masyarakat.  Kalau tidak mampu ya paling tidak jangan mengganggu.  Apapun yang Anda beri kepada kehidupan akan kembali kepada anda sendiri.  Kebaikan akan kembali.  Demikian juga sumbangan keburukan, kerusakan baik fisik, moral, mental dsb.    

    Ikuti tulisan menarik Bambang Udoyono lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.