Tiga Dosa Besar dalam Dunia Pendidikan - Pendidikan - www.indonesiana.id
x

Navis Ari Nugroho

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 11 November 2022

Sabtu, 12 November 2022 05:59 WIB

  • Pendidikan
  • Topik Utama
  • Tiga Dosa Besar dalam Dunia Pendidikan

    3 Dosa besar dalam pendidikan meliputi Intoleransi, Perundungan dan kekerasan seksual yang semakin marak di dunia pendidikan.

    Dibaca : 1.433 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Pendidikan merupakan pondasi suatu negara untuk menciptakan generari penerus serta calon para pemimpin yang mempunyai kualitas dan kapabilitas. Pada umumnya suatu negara memaju selalu berbanding lurus dengan kualitas pendidikannya, tidak sedikit pula yang beranggapa bahwa Pendidikan dijadikan suatu tolak ukut terhadap kualitas seseorang.

    Namun seiring dengan berkembangannya jaman, banyak masalah-masalah yang muncul didunia Pendidikan yang menyebabkan kualitas Pendidikan sulit untuk meningkat kualitasnya atau bahkan mengalami penurunan. Permasalahan ini menjadi masalah yang sangat komplek yang tentukan masih menjadi PR dari pemerintah khususnya Kemendikbudristek untuk segera dicari solusinya.

    Salah satu permasalahan yang sering digaung oleh kemendikbudristek adalah terkait tiga dosa besar dalam dunia Pendidikan agar tidak terjadi. Istilah tiga dosa besar mungkin terkesan terlalu berlebihan dalam pemilihan diksi kata, namun mungkin pihak dari kemendikbudristek ingin para pelaku pendidikan utnuk bisa sadar dan tanggap terhadap permasalahan yang sangat “banter” terjadi didunia pendidikan saat ini. Lalu apa saja yang termasuk dalam 3 dosa besar pendidikan itu? Mengapa sangat terkesan menjadi sesuatu masalah yang sangat besar yang sama sekali tidak boleh dilakukan oleh pelaku pendidikan? Tiga dosa besar tersebut adalah intoleransi, perundungan, dan kekerasan seksual.

    Yang pertama, Intoleransi ini dapat digambarkan sebagai sifat dari seseorang yang tidak dapat untuk menghormati dan menghargai orang lain. Sepertinya yang kita ketahui, Indonesia merupakan negara yang mempunyai banyak keragamanan suku, budaya, maupun agama. Apabila sifat intoleransi ini muncul dalam suatu satuan pendidikan yang mungkin di dalamnya terdapat peserta didik yang mempunyai agama maupun suku yang berbeda satu sama lain. Tentu saja hal ini dapat menumbuhkan konflik dan perpecahan antar suatu golongan dalam satuan pendidikan tersebut. Maka dari itu, lingkungan satuan pendidikan harus dapat menciptakan suasana satuan pendidikan yang nyaman, aman tentram dan saling menghormati. 

    Yang kedua, Perudungan dalam dunia pendidikan juga semakin marak terjadi, hal ini terjadi berulang kali karena adanya kesenjangan kekuatan dan kekuasaan. Perundungan ini dapat bersifat fisik mampun verbal. Perundungan fisik seperti memukul, menendang, mendorong atau apapun kegiatan fisik lain yang merugikan suatu pihak lain. Sedangkan perundungan verbal dapat dicontoh seperti ejekan, hinaan ataupun panggilan negative yang mungkin bisa besifat rasis. Tidak sedikit masalah perundungan ini muncul antar perserta didik. Kadang pelaku perundungan menganggap perundungan sebagai sesuatu “lelucon atau guyonan” semata tanpa memikirkan dapat psikis yang akan diterima pihak yang mendapat perlakuan perundungan. Segala sesuatu kegiatan perundungan ini diatur dalam perundang-undangan yang tentunya ada hukuman bagi pelakunya.

    Yang terakhir, kekerasan seksual juga semakin marak terjadi di dunia Pendidikan kita. Kekerasan seksual ini dapat dilakukan secara verbal, nonfisik, fisik maupun melalui teknologi informatika dan komunikasi. Tindakan kekerasan seksual ini tidak jarang justru seorang pendidik yang harus menjadi teladan bagi para peserta didiknya malah menjadi pelaku kejahatan kekerasan seksual ini. Kekerasan. Tentunya hal ini dapat menganggu Kesehatan psikis untuk para korbannya. 
    Itulah, 3 dosa besar dalam Pendidikan yang seyogyanya dapat dihilangkan dari dunia pendidikan Indonesia. Kita semua hendaknya bisa saling menjaga dan punya rasa toleransi terhadap sesama, saling menghargai dan menghormati orang lain agar terciptakan kenyamanan dan kerukunan dalam berbangsa dan bernegara khususnya dalam dunia pendidikan.

    Ikuti tulisan menarik Navis Ari Nugroho lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.