Meningkatkan Keterampilan Menulis Peserta Didik dalam Pelajaran Bahasa Inggris dengan Project Based Learning - Pendidikan - www.indonesiana.id
x

MTs Syi\x27arul Huda Dayeuhluhur

Saepullatip Saepullatip

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 8 November 2022

Kamis, 17 November 2022 20:07 WIB

  • Pendidikan
  • Topik Utama
  • Meningkatkan Keterampilan Menulis Peserta Didik dalam Pelajaran Bahasa Inggris dengan Project Based Learning

    Salah satu metode pembelajaran yang penulis lakukan di kelas adalah dengan menggunakan metode pembelajaran berbasis proyek atau dikenal dengan nama Project Based Learning (PjBL). Metode pembelajaran berbasis projek (Project Based Learning) merupakan penerapan pembelajaran yang berorientasi pada peserta didik (student centered). Goodman dan Stivers (2010) mendefinisikan Project Based Learning (PjBL) sebagai pendekatan pengajaran yang dibangun di atas kegiatan pembelajaran dan tugas nyata yang memberikan tantangan bagi peserta didik yang terkait dengan kehidupan sehari-hari untuk dipecahkan secara berkelompok.

    Dibaca : 1.291 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    MTs Syi'arul Huda Dayeuhluhur

    Kurikulum Merdeka merupakan sebuah kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam dengan mengoprimalkan konten dengan tujuan agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi yang dipelajari. Dalam pembelajaran guru memiliki keleluasaan untuk memilih berbagai perangkat ajar sehingga kegiatan pembelajaran disesuaikan dengan kebutuhan belajar dan minat peserta didik. Karakteristik utama dalam pembelajaran pada kurikulum merdeka diantaranya :

    1. Pembelajaran berbasis proyek dalam rangka mengembangkan soft skill peserta didik dan karakter sesuai profil pelajar Pancasila. Soft skills yang harus dikuasai oleh peserta didik mencakup kemampuan komunikasi, kecerdasan, keterampilan sosal dan kemampuan bersosialisasi dengan masyarakat umum. Tujuh soft skills yang penting dikuasai peserta didik yaitu kemampuan berpikir kritis dan mampu memecahkan masalah (critical thinking and problem solving), kemampuan berkolaborasi atau bekerja sama (collaboration), kemampuan berbicara di depan umum (public speaking), kemampuan berkomunikasi (communication), kemampuan memanajemen waktu (time management), kemampuan kepemimpinan (leadership), kreatif (creative). Melalui pembelajaran berbasis proyek dapat menguatkan karakter peserta didik sesuai dengan profil pelajar Pancasila (berakhlak mulia, berkebinekaan global, mandiri, bergotong royong, bernalar kritis, dan kreatif) dan mengembangkan soft skill peserta didik.
    2. Pembelajaran memfokuskan pada materi esensial sehingga ada waktu cukup untuk melakukan pembelajaran yang mendalam bagi kompetensi dasar seperti literasi dan numerasi.
    3. Adanya fleksibilitas bagi guru untuk melakukan pembelajaran yang terdiferensiasi sesuai dengan kemampuan peserta didik dan melakukan penyesuaian dengan konteks dan muatan lokal.

    Pembelajaran bahasa Inggris pada jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah dalam kurikulum merdeka memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk membuka wawasan yang berkaitan dengan diri sendiri, hubungan sosial, kebudayaan, dan kesempatan kerja yang tersedia secara global. Fokus pembelajaran Bahasa Inggris adalah penguatan kemampuan peserta didik dalam enam elemen keterampilan berbahasa yaitu menyimak - berbicara, membaca - memirsa, menulis - mempresentasikan secara terpadu dalam berbagai jenis teks. Pembelajaran bahasa Inggris di dalam kurikulum merdeka akan membantu peserta didik dalam rangka menyiapkan pribadi sebagai pembelajar sepanjang hayat yang memiliki profil pelajar Pancasila.

    Pembelajaran Bahasa Inggris mulai diberikan kepada peserta didik di tingkat sekolah menengah pertama. Hal ini membuat beberapa peserta didik yang belum pernah mendapatkan pelajaran Bahasa Inggris di tingkat dasar akan menemukan kesulitan dalam mengikuti pembelajaran. Oleh karena itu  diperlukan kreatifitas dan inovasi guru untuk menumbuhkan ketertarikan dan motivasi peserta didik dalam mempelajari Bahasa Inggris. Pada kenyataannya dalam pelaksanaan proses pembelajaran masih banyak ditemukan permasalahan yang terjadi terkait dengan metode pembelajaran guru yang kurang bervariasi sehingga pemahaman peserta didik atas materi tidak tercapai dan akhirnya hasil belajar siswa belum memuaskan.

    Salah satu metode pembelajaran yang penulis lakukan di kelas adalah dengan menggunakan metode pembelajaran berbasis proyek atau dikenal dengan nama Project Based Learning (PjBL). Metode pembelajaran berbasis projek (Project Based Learning) merupakan penerapan pembelajaran yang berorientasi pada peserta didik (student centered). Goodman dan Stivers (2010) mendefinisikan Project Based Learning (PjBL) sebagai pendekatan pengajaran yang dibangun di atas kegiatan pembelajaran dan tugas nyata yang memberikan tantangan bagi peserta didik yang terkait dengan kehidupan sehari-hari untuk dipecahkan secara berkelompok. Sedangkan Fathurrohman (2015) menyatakan bahwa pembelajaran berbasis proyek adalah suatu metode pembelajaran dengan menggunakan proyek sebagai sarana untuk mencapai kompetensi sikap, pengetahuan dan psikomotorik, di mana peserta didik dituntut untuk memecahkan masalah dengan menerapkan keterampilan meneliti, menganalisis, membuat hingga mempresentasikan produk pembelajaran berdasarkan pengalaman nyata. Project Based Learning bertujuan untuk menemukan pemecahan masalah, disamping itu juga agar peserta didik mempelajari konsep cara pemecahan masalah dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis. Melalui model pembelajaran Project Based Learning maka peserta didik akan lebih aktif berpartisipasi, peserta didik lebih termotivasi, dan membantu peserta didik memperoleh berbagai keterampilan.

    Metode pembelajaran berbasis proyek pada materi descriptive text di kelas VII MTs Syi’arul Huda Dayeuhluhur terbukti efektif dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar peserta didik. Berikut adalah sintaks pembelajaran dengan metode pembelajaran berbasis proyek Project Based Learning (PjBL) :

    1. Menentukan pertanyaan mendasar (start with an essential question)
    2. Merencanakan proyek
    3. Membuat jadwal penyelesaian proyek
    4. Memonitor kemajuan penyelesaian proyek
    5. Mempresentasikan dan menguji hasil penyelesaian proyek
    6. Mengevaluasi dan refleksi proses dan hasil proyek

    Descriptive text is a text that describes a particular object in detail. Dengan kata lain deskripsi teks adalah sebuah teks yang mendeskripsikan objek tertentu secara rinci. Penulis mengajarkan materi ini di kelas VII MTs Syi’arul Huda Dayeuhluhur dengan menggunakan metode pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning) dengan berorientasi soft skill yang harus dikuasai peserta didik dengan cara membuat video singkat dengan tema describing people. Pada tahap menentukan pertanyaan mendasar mengenai descriptive text, penulis memulai dengan pertanyaan – pertanyaan penting terkait tokoh – tokoh kartun dan artis yang mereka suka.

    Kemudian mendesain perencanaan proyek dengan membuat kriteria – kriteria pembuatan video harus memiliki kesesuaian antara isi video yang dibuat dengan generic structure of descriptive text. Setelah itu dilanjutkan dengan menyusun jadwal penyelesaian proyek. Pada saat kegiatan diskusi kelompok guru beserta peserta didik menyusun jadwal penyelesaian proyek pembuatan video singkat. Misalnya peserta didik diberikan waktu selama satu minggu untuk menyelesaikan proyek ini.

    Dalam jadwal penyelesaian maka langkah pertama yang harus dikerjakan peserta didik adalah menyusun cerita descriptive text tentang mendeskripsikan seseorang. Langkah kedua adalah menyiapkan properti yang akan digunakan pada saat proses pengambilan gambar (shooting). Langkah selanjutnya adalah proses pengeditan melalui aplikasi filmora, canva, capcut atau aplikasi edit video lainnya.

    Untuk memonitor penyelesaian proyek maka guru berdiskusi secara asynchronous lewat forum diksusi melalui LMS e-learning madrasah dan group WA. Guru menanyakan kemajuan penyelesaian proyek dan hambatan yang dihadapi peserta didik.   Tahapan terakhir adalah menguji hasil penyelesaian proyek. Peserta didik diminta untuk mengunggah hasil proyeknya melalui akun masing – masing di e-learning madrasah atau memposting hasil karyanya di laman youtube, facebook, instagram, tiktok dan media sosial lainnya. Setiap peserta didik saling berbalas komentar tas hasil karya yang telah diupload di media sosial.

    Pada saat pembelajaran di kelas peserta didik diminta untuk menyajikan hasil karyanya. Pada kegiatan penutup peserta didik dengan bimbingan guru memberikan refleksi atas pembelajaran yang telah dilakukan. Dengan metode pembelajaran berbasis proyek  (Project Based Learning) peserta didik melalui soft skills public speaking and communication, mereka akan belajar mandiri dengan menekankan soft skill yang bisa dilihat guru seperti keaktifan siswa, kedisiplinan, kemandirian, kreatif, komunikasi, kemampuan berbicara dan berpikir kritis. Secara keseluruhan kegiatan pembelajaran pada materi descriptive text di kelas VII MTs Syi’arul Huda Dayeuhluhur berjalan dengan efektif, menarik dan menyenangkan.

    Ikuti tulisan menarik Saepullatip Saepullatip lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.