Isyarat dan Peringatan Tuhan (1) - Analisis - www.indonesiana.id
x

sucahyo adi swasono

Pegiat Komunitas Penegak Tatanan Seimbang (PTS); Call Center: 0856 172 7474
Bergabung Sejak: 26 Maret 2022

Senin, 21 November 2022 16:13 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Isyarat dan Peringatan Tuhan (1)

    Saat ini perkembangan peradaban sudah di puncak kemajuan, demikian pula dengan kerusakan-kerusakan yang diciptakannya sudah sangat mengkhawatirkan. Ingat, semua bencana terjadi akibat nafsu keserakahan manusia. Makanya Tuhan selalu menegaskan berkali-kali, “Jangan berlebih-lebihan dan jangan merusak keseimbangan!”

    Dibaca : 328 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Pembaca yang budiman, saudara-saudara sebangsa dan setanah air,

    Berbagai bencana yang semakin marak akhir-akhir ini, baik itu bencana alam, konflik atau peperangan, pandemi, wabah penyakit, dan lain-lain, menunjukkan bahwa telah terjadi kerusakan sistem keseimbangan yang cukup parah. Baik kerusakan sistem keseimbangan alam, kerusakan sistem keseimbangan perilaku manusia, kerusakan sistem keseimbangan tatanan dunia, dan berbagai kerusakan sistem keseimbangan lainnya. Dan, bencana-bencana-bencana yang terjadi saat ini masih sebagai tanda-tanda awal untuk menuju suatu kehancuran yang jauh lebih mengerikan.

    Katahuilah dan sadarilah, bahwa Tuhan telah menciptakan alam semesta dengan sistem keseimbangan yang sempurna (QS Ar-Rum: 3-4). Termasuk berbagai sistem keseimbangan di bumi pada awalnya. Namun keserakahan dan kesewenangan manusia telah merusak sistem keseimbangan ciptaan Tuhan. Ketika kerusakan tersebut sudah pada titik yang paling kritits, maka Tuhan akan melakukan proses perbaikan atau pemulihan sistem keseimbangan ciptaan-Nya.

    Kita bisa mengidentikkan hal tersebut dengan produk teknologi, seperti software pada handphone ataupun komputer. Bila di dalam software handphone terlalu banyak data ataupun aplikasi tambahan, bahkan banyak muatan virus, maka handphone tersebut akan menjadi lelet, sering hang dan error. Jalan satu-satunya kalau sudah demikian parah, maka harus di-reset, diformat atau di-instal ulang.

    Semua data atau aplikasi yang bermasalah dan tidak penting seharusnya dibuang, sehingga handphone atau komputer akan kembali normal seperti sedia kala. Artinya, bila kerusakan berbagai sistem keseimbangan di Bumi saat ini sudah sangat parah, maka Tuhan akan me-reset bumi, memformat ulang bumi, memulihkan atau memperbaiki sistem keseimbangan bumi seperti pada awalnya. Yakni dengan memusnahkan seluruh peradaban maupun sistem yang telah merusak keseimbangan di bumi. Termasuk membinasakan milyaran manusia yang dianggap seperti virus yang bermasalah. Dan, mereka yang tidak terlalu penting untuk mengisi kehidupan atau peradaban baru yang lebih baik. Tuhan hanya akan menyisakan hamba-hamba-Nya, manusia-manusia yang tidak berpotensi merusak sistem keseimbangan ciptaan-Nya, dan mereka yang berkontribusi dalam mengisi atau membangun kehidupan baru yang lebih seimbang.

    Bagaimana peradaban baru akan tegak, bila tak ada yang membangun dan mengisinya? Oleh karenanya, jadilah hamba-hamba Tuhan yang siap berjuang untuk mebangun kehidupan yang seimbang agar kita diselamatkan dari kehancuran yang mengerikan. Dan, hal ini sudah pernah terjadi pada masa-masa dahulu, yakni masa para nabi, rasul-sasul, pejuang-pejuang kebaikan atau keseimbangan. Bencana-bencana besar yang menghancurkan peradaban di Bumi sudah pernah terjadi, dan itu telah tercatat dalam kitab-kitab suci, baik Injil maupun Al-Qur’an.  

    Patut diingat dan disadari, bahwa kehancuran yang terjadi dalam skala global itu akibat kerusakan yang begitu masif di bumi. Dan, itu hanya bisa terjadi melalui penggunaan peralatan atau mesin-mesin yang besar dan kuat dengan teknologi yang sudah canggih. Yang tentunya teknologi tersebut dikendalikan oleh nafsu keserakahan manusia. Kerusakan keseimbangan ciptaan Tuhan tidak akan begitu parah bila manusia hanya menggunakan peralatan seperti parang, sabit, kapak, gergaji, cangkul ataupun peralatan sederhana lainnya. Artinya, bahwa teknologi dahulu sudah sangat maju. Namun karena penggunaan yang salah, sehingga merusak sistem kesimbangan ciptaan Tuhan dan mengakibatkan bencana global yang sangat dahsyat. Akibatnya, peradaban yang sudah sangat maju kala itu terjungkir kembali menjadi terbelakang.

    Jadi, pertumbuhan peradaban tidak terjadi secara linear sebagaimana yang dikatakan oleh Charles Darwin, bahwa peradaban lahir dari primitif terus tumbuh berkembang perlahan-lahan selama ribuan tahun hingga maju dan canggih seperti saat ini. Namun menurut Kitab-Kitab Suci (QS. Al-Baqarah:185), peradaban mengalami siklus, yakni Lahir – Tumbuh berkembang sampai puncak – Hancur tak bersisa. Kemudian: Tumbuh lagi dari awal – Berkembang, begitu seterusnya berulang-berulang hingga sekarang.

    Saat ini perkembangan peradaban sudah di puncak kemajuan, demikian pula dengan kerusakan-kerusakan yang diciptakannya sudah sangat mengkhawatirkan. Ingat, semua bencana terjadi akibat nafsu keserakahan manusia. Makanya Tuhan selalu menegaskan berkali-kali, “Jangan berlebih-lebihan dan jangan merusak keseimbangan!” Contoh yang sangat sederhana adalah perihal makan dan minum.

    Makan dan minum yang bukan berdasarkan kebutuhan yang wajar, tapi yang didorong oleh nafsu keserakahan hingga melewati batas yang wajar, maka akan menimbulkan bencana bagi tubuh. Sistem keseimbangan dalam tubuh akan rusak dan akan muncul berbagai macam penyakit. Begitu pula dalam hal beraktivitas, bila kita melakukan kerja melebihi batas kemampuan untuk mengejar harta yang banyak juga akan menimbulkan bencana atau penyakit bagi tubuh kita. Dalam lingkup yang lebih luas, nafsu keserakahan untuk memperoleh pendapatan atau keuntungan yang sebesar-besarnya, mendorong manusia bersaing, mengeksploitasi sumber daya alam sebanyak-banyaknya, dan menekan upah pekerja seminim mungkin. Akibatnya, terjadi kerusakan keseimbangan alam dan tercipta jurang ketimpangan sosial ekonomi yang cukup dalam. Semua itu pada saatnya akan berujung terjadinya berbagai bencana alam maupun konflik sosial atau pertumpahan darah antar manusia.

    Dalam lingkup dunia, keserakahan telah mendorong negara-negara bersaing untuk memacu ekonominya. Dan, di kala kondisi ekonomi global sudah tidak bisa lagi dipacu, lalu terjadi penurunan atau resesi  ekonomi yang sangat parah, maka akan terbuka potensi terjadinya konflik atau Perang Global. Perang yang melibatkan sebagian besar negara-negara di Dunia. Ingatlah, bahwa Perang Dunia 3 adalah Perang Nuklir! Karena penggunaan nuklir akan lebih mangkus dan sangkil dalam hal menghancurkan kekuatan lawan. Albert Einstein mengatakan, bahwa bila terjadi Perang Dunia 3 atau Perang Nuklir, maka seluruh peradaban akan hancur dan perang-perang setelahnya akan kembali menggunakan panah, pedang, dan tombak. Artinya, perdaban maju akan hancur dan kembali menjadi terbelakang. Selain itu, Perang Nuklir akan menimbulkan kerusakan yang sangat parah terhadap sistem perlindungan Bumi, sehingga akan menimbulkan berbagai bencana global yang lebih dahsyat lagi.

    Nah, selanjutnya bagaimana dengan situasi dan kondisi Dunia saat ini? Akankah Perang Dunia 3 benar-benar terjadi? (Bersambung)

    Sekian dan terima kasih, Salam Seimbang Indonesia_Nusantara ...

    *****

    Kota Malang, November di hari kedua puluh satu, Dua Ribu Dua Puluh Dua.  

    Ikuti tulisan menarik sucahyo adi swasono lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.