Lunturnya Budaya Sopan Santun Anak-anak Masa Kini - Humaniora - www.indonesiana.id
x

MUHAMMAD UMAR KHADAFI

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 Oktober 2022

Selasa, 22 November 2022 18:22 WIB

  • Humaniora
  • Topik Utama
  • Lunturnya Budaya Sopan Santun Anak-anak Masa Kini

    Belajar dari Prof Ana Nadya Abrar, "Menghargai dan menghormati orang tua merupakan keharusan meskipun bukan orang tua biologis kita sendiri. Akhlak dan adab mesti di pupuk lebih dalam untuk menciptakan sikap yang santun dan luhur terhadap orang tua"

    Dibaca : 1.151 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Informasi di media sosial dan portal berita lainnya baru baru ini begitu menguncang hati kita semua Benar saja,  berita tersebut ialah anak-anak masih mengenakan baju sekolah di Tapanuli Selatan yang dengan lancangnya menendang seorang ibu yang sudah tua ketika melintas di sebuah jalan. Dari berita terbaru itu membuat kita semua tersentak. Perilaku yang dilakukan oleh beberapa anak sekolah tersebut sungguh adalah sebuah kebiadaban, terlepas dari kabar bahwa orang tua itu adalah ODGJ (Orang Dalam Ganguan Jiwa) namun prilaku seperti itu tidak sepatutnya dilakukan oleh seorang siswa sekolah.

    Karena pada dasarnya penanaman sikap menghormati dan menghargai orang tua pastilah telah ditanamkan dalam ruang lingkup sekolah. Tentu Hal ini sedikitnya menjadi manifestasi bagaimana adab, dan budaya sopan santun yang kian luntur dari anak-anak Indonesia. Pada dasarnya hal-hal semacam itu tidak diharapkan oleh siapapun. Dalam kasus ini kita tidak bisa juga menjustifikasi pihak mana yang perlu disalahkan, gurunya kah,  orang tuanya kah atau lingkungan pergaulannya. Ini semua tentu menjadi suatu komponen yang saling terhubung dalam membentuk karakter anak-anak Indonesia.

    Tentu perbuatan tersebut adalah pelanggaran dan perbuatan yang salah, maka diperlukan penindakan yang tegas atau hukuman di berlakukan meskipun mereka masih kategori remaja sekolah, seperti kata Menko Polhukam Mahfud MD bahwa harus ada tindakan tegas, kadangkala menurutnya hukuman itu sebagai bagian dari pendidikan. Penyataan tersebut rasanya begitu relevan dengan tindakan anak anak masa kini. Ia menambahkan kelakuan yang tidak sesuai dengan norma-norma dimasyarakat acap kali dilakukan anak sekolah jaman sekarang. Didalam persepektif agama, tentunya semua agama akan memberikan sebuah contoh yang tegas dan sesuai bagi kita semua untuk menghargai orang tua. Dan pasti menentang keras setiap tindakan yang tidak sesuai dengan aturan-aturan agama apalagi ini dilakukan oleh anak-anak remaja.

    Penulis teringat dengan cerita yang disampaikan Seorang profesor yang mengajarkan begitu banyak ilmu dalam ruang kuliah, beliau pernah bercerita dalam ruang diskusi bahwa "Semua yang ia capai hingga hari ini adalah berkat bakti beliau, doa dan kasih sayang orang tuanya, menurutnya berkah yang beliau dapatkan bahkan gelar profesornya pun tidak akan lepas dari restu orang tua" ungkapnya.

    Cerita yang menyentuh itu, tanpa sadar air mata itu tercucur dari wajah beliau yang bersahaja, beliau yang seorang profesor membuat kami tertegun dan ikut merasakan juga bagaimana harusnya kita menyayangi dan menghargai orang tua terutama ibu karena itu ialah kewajiban bagi anak anaknya. Professor itu bernama Ana Nadya Abrar beliau adalah seorang Guru besar Universitas Gadjah Mada Yogyakarta beliau juga becerita ketika seorang mahasiswa datang kebeliau untuk lulus kuliah setelah mengalami keterlambatan dan mahasiswa itu mengatakan ibunya yang meminta agar segera lulus, Profesor Abrar pun langsung mengiyakan dan membimbing karena bahkan beliau teringat dengan orang tuanya sendiri.

    Hal ini memberikan pelajaran yang berharga. Menghargai dan menghormati orang tua merupakan keharusan meskipun bukan orang tua biologis kita sendiri. Akhlak dan adab mesti di pupuk lebih dalam untuk menciptakan sikap yang santun dan luhur terhadap orang tua. Menilik Kembali informasi yang masih beredar, mengenai tindakan yang sangat tidak terpuji tersebut membuktikan sesuatu ada yang tidak berjalan dengan semestinya dalam sistem Pendidikan yang terjadi atau bahkan mungkin juga lebih dari itu. Berita tersebut tentunya menjadi tanda lunturnya sikap sopan santun pada anak-anak sekolah saat ini. Sikap menghargai orang yang lebih tua setelah orang tua kandung kita adalah suatu keharusan dalam system kita bersosial dimasyarakat.

    Tulisan ini merupakan dedikasi bagi orang tua kita semua, kejadian ini mengingatkan kita ternyata akhlak, adab dan sikap mencintai dan menghargai orang tua dari anak-anak saat ini masih perlu diperhatikan dan menjadi pelajaran bersama untuk lebih memperhatikan Pendidikan moral, sosial dan lainnya dimasyarakat. Kemudian ternyata kita disadarkan bahwa adab menghargai orang tua itu memberikan sebuah berkah tersendiri.

    Lantas pantaskah perlakuan yang terjadi didalam berita tersebut, tentu saja tidak. Kemudian dari pada itu entah bagaimana proses pembaca menerima atau tidak tulisan ini, membenarkan atau justru kurang tepat dengan tulisan ini. Tapi yang pasti adalah penulis berusaha memberikan gambaran bagaimana seharusnya kita memilki sikap menghargai dan menghormati orang tua sekalipun itu bukan orang tua kita sendiri.

    Penulis adalah Mahasiswa Magister KPI UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

    Rekening Penulis - 0115 01 118367 50 5 (BRI)

    Ikuti tulisan menarik MUHAMMAD UMAR KHADAFI lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.