Pesohor dan Gangguan Jiwa: Narsistik, Histrionik - Pilihan Editor - www.indonesiana.id
x

image: Maxmanroe.com

atmojo

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Kamis, 24 November 2022 06:20 WIB

  • Pilihan Editor
  • Topik Utama
  • Pesohor dan Gangguan Jiwa: Narsistik, Histrionik

    Beberapa pesohor yang sering muncul di media sosial patut diduga mengalami gangguan jiwa: Narsistik atau Histrionik. Tetapi bisa juga orang di sekitar Anda menderita gangguan yang sama. Bagaimana ciri-cirinya?

    Dibaca : 1.408 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Seorang kawan mengirim beberapa tautan YouTube sekaligus dan meminta saya mengomentarinya. Isinya ada pengacara yang suka pamer dan marah-marah, selegram yang selalu mengomentari dan merendahkan orang lain, dan beberapa pesohor lain yang suka memamerkan harta, bertingkah serta berkostum aneh-aneh, dan lain-lain. Tentu saja saya gelagapan. Video-video itu lebih tepat kalau dikirim ke psikolog atau psikiater. Sementara saya hanya senang membaca pikiran-pikiran beberapa filosof besar saja.

    Tetapi, untuk tindak terlalu mengecewakan sang kawan, saya jawab saja seingat, semampu, dan berdasarkan referensi yang saya punya.. Dari beberapa video itu, kata saya kepadanya, kelihatan bahwa di antara mereka mirip penyandang narcissistic personality disorder dan sebagian yang lain histrionic personality disorder (HPD). Dan jika benar, mereka memerlukan terapi atau setidaknya berkonsultasi kepada dokter.

    Tentang narcissistic personality disorder, setahu saya sudah menjadi pengetahuan umum. Bukankah kata “narsis” sudah sering kita dengar dalam percakapan sehari-hari? Maka, narcissist adalah orang yang mengalami narcissistic personality disorder (NPD), salah satu bentuk ganguan mental yang perlu mendapat perhatian serius.

    Menurut Dadang Hawari, psikiater, seseorang yang mengalami gangguan kepribadian narsistik menunjukkan beberapa gejala seperti perasaan bangga yang berlebihan tentang kehebatan atau keunikan dirinya, melebih-lebihkan prestasi yang telah dicapainya,, atau memusatkan perhatian berlebihan pada permasalahan dirinya. Lalu, mereka memiliki pikiran  dengan fantasi tentang sukses, kekuasaan, kecemerlangan, kecantikan atau mendapatkan cinta atau pasangan yang ideal. Umumnya mereka selalu membutuhkan perhatian dan pujian terus menerus.

    Dalam hubungan dengan orang lain, ciri-ciri penderita NPD ini merasa berhak mendapat perlakuan istimewa. Mereka menuntut untuk mendapat perlakuan istimewa dari orang lain tanpa merasa harus membalas perlakuan itu kepada orang lain. Ia malah heran dan marah apabila orang lain tidak menegerjakan apa yang dikehendakinya. Lalu, penderita ini dalam dalam hubungan interpersonal bersifat eksploitatif. Ia mengambil keuntungan untuk diri sendiri dari orang lain demi  kepuasaanya dan kebesarannya. Ia tidak mempertimbangkan integritas dan hak-hak orang lain. Merreka juga kurag mampu berempati. Ia tak mampu mengenal dan turut menghayati bagaimana perasaan orang lain, Ia tidak dapat menyadarti dampak sakit hati orang lain akibat tindakannya.

    Jadi, hindarilah bergaul dengan mereka, kata saya kepada sang kawan. Makan hati! Capek juga kan berurusan dengan orang yang selalu menilai diri sendiri terlalu tinggi dibandingkan orang lain secara berlebihan; melebih-lebihkan pencapaian dan bakat diri; mengganggap dirinya pantas diberi perlakuan spesial; memanfaatkan orang lain untuk mendapatkan apa yang diinginkan; arogan, dan seterusnya itu. Uniknya, justru laki-laki yang rentan menderita gangguan ini dibanding wanita!

    Lalu apa itu histrionic personality disorder (HPD)? Menurut Pedoman Penggolongan dan Diagnosis Gangguan Jiwa di Indonesia serta buku Diagnosis Ganguan Jiwa,  penderita HPD ini menunjukkan ciri-ciri seperti ekspresi emosi yang didramatisasi sendiri, teatrikal seperti bermain sandiwara, dan dibesar-besarkan (self-dramatization atau exaggerated). Mereka bersifat sugestif, mudah dipengaruhi oleh orang lain atau keadaan. Kemudian keadaan afektif yang dangkal dan labil. Mereka juga terus-menerus mencari kepuasan (excitement), apresiasi oleh orang lain, dan aktivitas di mana pasien menjadi pusat perhatian. Mereka gemar berpenampilan atau perilaku yang tidak pantas dan terlalu mementingkan atau peduli daya tarik fisik.

    Gangguan penyertanya bisa mencakup egosentrisme, pemuasan diri, terus-menerus mengharapkan apresiasi, perasaan mudah tersinggung dan perilaku manipulatif yang menetap untuk mendapai kepentingan pribadi. Gangguan yang ini lebih sering dialami oleh perempuan, meskipun bisa juga dialami oleh laki-laki.

    Bergaul dengan mereka yang suka “drama banget” ini bisa menyebalkan juga, kan? Tentang bagaimana cara menyembuhkannya, berapa lama bisa sembuh, ya jangan tanya saya.

     

                                                                                  ###

    Ikuti tulisan menarik atmojo lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.