Kamu Nanya Cara Pemprov Jakarta Atasi Macet? - Urban - www.indonesiana.id
x

Qusyaini Hasan

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 18 November 2022

Senin, 28 November 2022 09:21 WIB

  • Urban
  • Topik Utama
  • Kamu Nanya Cara Pemprov Jakarta Atasi Macet?

    Sejatinya, Jakarta telah mengantongi blueprint yang bagus terkait strategi mengurai kemacetan lalu lintas, yang harus dilanjutkan program-programnya.

    Dibaca : 1.362 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    “Kamu nanya, bertanya-tanya? Kamu candu, tercandu-candu ya?” ucapan Tiktoker Alif Cepmek ini belakangan menjadi tren tak hanya di dunia maya, namun juga di kehidupan sehari-hari. Sindrom “Kamu Nanya” pun meluas, dari Sabang sampai Merauke.

    Namun publik yang bertanya-tanya kapan Jakarta bisa bebas macet dan apa yang harus dilakukan Pemprov DKI Jakarta guna mengurai kemacetan jalanan ibukota, berkembang sejak lama. Bahkan jauh sebelum Alif Cepmek beken sekarang.

    Sejatinya, Jakarta telah mengantongi blueprint yang bagus terkait strategi mengurai kemacetan lalu lintas, yang harus dilanjutkan program-programnya. Terlebih, mengatasi kemacetan merupakan titipan Presiden Jokowi kepada Penjabat atau Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono.

    “Sebenarnya DKI itu sudah memiliki blueprint yang bagus, mulai dari Pak Wiyogo, dilanjutkan pak Fauzi Bowo, kan seperti Transjakarta dilanjutkan sampai Gubernur sekarang, yang tentunya program itu kita lanjutkan," ujar Heru.

    Heru pun berencana bakal memperluas jangkauan fasilitas kendaraan umum di Jakarta. Seperti kereta MRT Jakarta, yang jalurnya bakal ditambah dari yang awalnya Lebak Bulus - Kota, menjadi Pulogadung - Dukuh Atas. Kemudian Heru menyebut bakal menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah untuk mengintegrasikan LRT Jabodetabek. 

    Di samping itu, Pemprov DKI Jakarta juga berkomitmen untuk menghadirkan pelayanan transportasi yang terintegrasi untuk memudahkan aktivitas dan mobilitas warga, sekaligus mendorong penyelenggaraan transportasi yang berkelanjutan. Salah satunya dengan menghadirkan infrastruktur transportasi antar moda yang terintegrasi.

    “Hal ini tidak hanya menghadirkan infrastruktur yang mengintegrasikan transportasi antar moda, tetapi juga integrasi layanan ticketing, pengurangan U-Turn hingga penerapan Jalan Satu Arah pada jam-jam tertentu adalah beberapa upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk penanganan kemacetan lalu lintas dalam dua tahun ke depan," kata Heru.

    Yang mengembirakan, peringkat Jakarta sebagai kota termacet dunia terus mengalami penurunan dalam lima tahun terakhir. Yang semula peringkat empat kota termacet pada 2017, kini turun di peringkat 46 pada 2021. Penurunan peringkat Jakarta tak terlepas dari transformasi transportasi publik di Ibu Kota yang terintegrasi serta perluasan rute maupun penambahan armada.

    Sebagai contoh, perluasan rute TransJakarta dan mikrotrans yang terintegrasi yang kini sudah menembus angka 82 persen. Integrasi moda transportasi umum juga melibatkan MRT dan LRT. Tak hanya itu, langkah ini juga diiringi perubahan rutinitas warga Ibu Kota, khususnya dalam mengimplementasikan pembangunan berkelanjutan.

    Integrasi transportasi ini merangsang para warga untuk mulai beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi publik. Sebuah tradisi baru yang patut diapresiasi. Selain itu, Jakarta juga berkomitmen terhadap tiga hal yang menjadikan mobilitas Jakarta bebas emisi atau Net Zero Emmision. Pertama, implementasi 100 bus listrik pada rute Transjakarta yang ada untuk program penyebaran bus listrik percontohan.

    Kedua, mengganti separuh bus Jakarta menjadi Armada listrik secara bertahap dan selesai pada tahun 2025. Ketiga, berkomitmen untuk memastikan bahwa sebagian besar wilayah Jakarta bebas emisi pada tahun 2030.

    Tiga komitmen yang dijanjikan dan rencana transisi ke bus listrik pun telah tertuang dalam perencanaan pembangunan rendah karbon. Hal tersebut sejalan dengan upaya pemerintah pusat guna mempercepat penyebaran baterai kendaraan listrik di tingkat provinsi.

    Di sisi lain, Pemprov DKI Jakarta juga menetapkan visi misi untuk mengubah paradigma pengembangan transportasi publik. Nantinya, transportasi publik bergeser dari berorientasi mobil menjadi berorientasi transit atau transit oriented development (TOD). Salah satu upaya mencapai visi misi tersebut dengan menambah subsidi atau public service obligation (PSO) kendaraan umum.

    Peningkatan jumlah penumpang menunjukkan ada perubahan perilaku masyarakat dalam menggunakan transportasi. Pemerintah DKI juga tengah menggencarkan sistem integrasi transportasi publik bernama Jak Lingko. Konsep integrasi ini adalah dengan menghubungkan pelbagai jenis kendaraan umum di Jakarta, mulai dari bus transjakarta, MRT, LRT, hingga kereta rel listrik (KRL) Jabodetabek.

    Jakarta merupakan megapolis terbesar di belahan bumi selatan yang menjadi rumah bagi 11 juta jiwa penduduknya dan mencapai 30 juta jiwa jika ditambah dengan penduduk di daerah penyangganya. Dengan tingginya jumlah masyarakat yang melakukan mobilitas di Ibu Kota, maka transportasi publik yang mumpuni adalah harga mati yang harus dipenuhi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

    Dengan demikian, sistem transportasi publik harus memenuhi kebutuhan kota yang besar, dinamis dan sibuk. Sistem transportasi publik yang inklusif, bisa diandalkan dan berkelanjutan seharusnya menjadi  prioritas.

    Selain itu, penataan sarana transportasi publik milik DKI Jakarta seperti TransJakarta ataupun MRT Jakarta yang terintegrasi dengan kereta Commuter Line milik PT KAI juga menjadi tonggak baru sistem transportasi publik di Jabodetabek.

    Sebelum turunnya peringkat kota termacet, Pemprov Jakarta meraih dua penghargaan Sustainable Transport Award  (STA) dalam rangka pembangunan transportasi di Jakarta. Jakarta menjadi runner-up STA 2020 dari Institute for Transportation and Development Policy dan Sustainable Transport Comite untuk kategori kemajuan terbaik dalam bidang transportasi publik.

    Kemudian pada 2021, Jakarta berhasil menduduki tempat pertama dalam STA 2021. Jakarta meraih penghargaan tersebut karena berhasil mengintegrasikan semua moda transportasi baik secara fisik maupun pembayaran. Raihan STA selama dua tahun berturut-turut merupakan bukti pengakuan dunia terhadap komitmen Pemprov Jakarta dalam pembangunan sistem transportasi publik inklusif dan berkelanjutan.

    Penghargaan berturut-turut ini adalah pengakuan terhadap komitmen Pemprov DKI Jakarta yang secara terus menerus meningkatkan dan mentransformasi sistem transportasi publik. Jakarta dinilai telah menjalankan program integrasi antarmoda transportasi publik secara ambisius dalam beberapa tahun belakangan ini.

    Ikuti tulisan menarik Qusyaini Hasan lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.





    Oleh: Mulia Zachrie

    Jumat, 13 Januari 2023 21:58 WIB

    Digital Marketing di Era 4.0

    Dibaca : 448 kali