Sebut Rambut Putih, Jokowi Desak PDI-P? - Analisis - www.indonesiana.id
x

dian basuki

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Selasa, 29 November 2022 06:27 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Sebut Rambut Putih, Jokowi Desak PDI-P?

    Acara Gerakan Nusantara Bersatu menjadi ajang pamer kekuatan Jokowi di hadapan elite lain, khususnya elite PDI-P yang tidak kunjung menetapkan siapa capres yang hendak diusung. Rambut putih yang disebut-sebut oleh Presiden Jokowi ditafsirkan oleh para pengamat sebagai dukungan Jokowi kepada Ganjar Pranowo untuk maju ke Pemilihan Presiden 2024.

    Dibaca : 1.556 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Rambut putih yang disebut-sebut oleh Presiden Jokowi ditafsirkan oleh para pengamat sebagai dukungan Jokowi kepada Ganjar Pranowo untuk maju ke pemilihan presiden 2024. Dalam acara yang digelar oleh relawan Jokowi dengan ‘judul’ Gerakan Nusantara Bersatu, yang berlangsung Ahad, 27 November kemarin, Jokowi sekali lagi memperlihatkan dukungannya kepada Ganjar walaupun tidak menyebut nama. Lantaran itulah, penyebutan pemimpin yang rambutnya putih karena memikirkan rakyat merupakan kode dukungan yang arahnya tertuju kepada Ganjar.

    Agak sulit bila acara ini dianggap bukan sebagai agenda elite di Istana, sebab tanpa persetujuan Jokowi, acara ini rasanya tidak mungkin berlangsung. Acara relawan itu niscaya dilakukan setelah berkonsultasi dengan Jokowi. Mana mungkin ada kelompok masyarakat yang bisa dengan mudah menghadirkan seorang presiden dalam acara kegiatannya bila tidak memiliki akses langsung kepada Presiden. Dan, tentu saja, Jokowi memang berkepentingan terhadap acara ini, atau acara ini memang dirancang agar Jokowi dapat menunjukkan sikapnya mengenai pencapresan.

    Bila sebelumnya Jokowi terkesan menyampaikan dukungan kepada Prabowo dan Airlangga, acara kemarin itu justru menegaskan siapa sesungguhnya yang diinginkan Jokowi untuk maju ke pilpres 2024. Karena Ganjar masih berstatus kader PDI-P, sedangkan otoritas penetapan capres partai ini di tangan Ketua Umum Megawati, maka Jokowi tidak bisa campur tangan dalam internal partai. Nah, kehadirannya di acara relawan ini merupakan cara Jokowi menunjukkan sikap dan pilihannya.

    Acara Gerakan Nusantara Bersatu menjadi ajang pamer kekuatan Jokowi di hadapan elite lain, khususnya elite PDI-P yang tidak kunjung menetapkan siapa capres yang hendak diusung. Bagi Jokowi, dengan menyebut diskripsi 'rambut putih’, ia ingin PDI-P memberi peluang kepada Ganjar untuk maju dibandingkan nama lain yang dikehendaki elite partai. Karena itulah, acara relawan ini kemudian dikritik tajam oleh Hasto Kristiyanto, Sekjen PDI-P. Hasto memang tidak mengritik Jokowi, tapi kritik terhadap relawan itu dengan sendirinya juga mengarah kepada Jokowi.

    Acara relawan ini juga menjadi panggung bagi Jokowi untuk menunjukkan bahwa ia memiliki massa yang patut diperhitungkan oleh elite politik lain. Jokowi ingin memperlihatkan bahwa dengan selesainya jabatan kepresidenannya bukan berarti bahwa pengaruhnya akan menghilang. Ia ingin terlihat bahwa ia juga mampu memengaruhi konstelasi politik saat ini maupun pilpres nanti. Boleh dikata, ia ingin terlihat pula sebagai salah seorang ‘king maker’ yang layak diperhitungkan kekuatan dan pengaruhnya.

    Secara khusus, Jokowi ingin unjuk kekuatan di hadapan elite PDI-P, dan di sisi lain ia juga ingin terlihat berpengaruh di hadapan elite politik lainnya. Karena itu, bukannya mundur dari politik praktis, Jokowi malah ingin memperlihatkan keterlibatannya dalam politik negeri ini di masa depan. Boleh jadi, ini juga tidak terlepas dari mempertimbangkan masa depan karir politik anak dan menantunya yang saat ini sedang menjabat walikota. Karena kepentingan ini pula, Jokowi berusaha membangun basis sendiri yang terlepas dari basis massa PDI-P. Jokowi mungkin sedang berusaha melepaskan diri dari bayang-bayang Megawati. >>

    Ikuti tulisan menarik dian basuki lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.