Yayasan Ayo Indonesia dan Koperasi Simpan Pinjam CU Florette Dorong Petani Beragrobisnis - Peristiwa - www.indonesiana.id
x

Petani Angota dari KSP CU Florette diberi akses untuk mendapatkan pinjaman modal usaha agrobisnis

Rikhardus Roden Urut Kabupaten Manggarai-NTT

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 25 Oktober 2022

Rabu, 30 November 2022 15:58 WIB

  • Peristiwa
  • Topik Utama
  • Yayasan Ayo Indonesia dan Koperasi Simpan Pinjam CU Florette Dorong Petani Beragrobisnis

    Pulau Flores telah menjadi destinasi pariwisata premium dan para pebisnis pariwisata telah membangun begitu banyak fasilitas hotel di Labuan Bajo untuk melayani wisatawan domestik dan manca negara. Sayur-sayuran tentu menjadi kebutuhan dari hotel-hotel tersebut. Oleh karena itu,petani di Manggarai harus menjadi salah satu peneriman manfaat dari kemajuan industri pariwisata sehingga mereka perlu didorong untuk beragrobisnis agar mereka secara kontinyu menjadi pemasok sayur-sayuran di Pasar Labuan Bajo.

    Dibaca : 1.472 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Herman Sudin, asal kampung Rai, anggota Koperasi Simpan Pinjam CU Florette menerima pencairan pinjaman untuk modal usaha, Jumat (28/10/2022) di Kantor Pusat KSP CU Florette.

     

    Yayasan Ayo Indonesia Ruteng bekerjasama dengan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Cu Florette memberdayakan petani sayur-sayuran di Manggarai-Nusa Tenggara Timur. Peran Yayasan Ayo Indonesia adalah meningkatkan keterampilan dan pengetahuan petani tentang penerapan pertanian organik, managemen agrobisnis, literasi keuangan, pemasaran dan pendampingan. Sedangkan KSP CU Florette, sebagai lembaga keuangan non bank, menyediakan permodalan usaha melalui skema pinjaman dengan bunga rendah. Kedua Lembaga ini memilik misi yang sama, yaitu meningkatkan kesejahteraan para petani melalui kewirausahaan pada bidang hortikultura sayur-sayuran. Peluang usaha yang menjanjikan saat ini di Manggarai adalah bisnis sayur-sayuran.

    Pulau Flores telah menjadi destinasi pariwisata premium dan para pebisnis pariwisata telah membangun begitu banyak fasilitas hotel di Labuan Bajo untuk melayani wisatawan domestik dan manca negara. Sayur-sayuran tentu menjadi kebutuhan dari hotel-hotel tersebut. Oleh karena itu, petani-petani di Manggarai harus menjadi salah satu peneriman manfaat dari kemajuan industri pariwisata sehingga mereka perlu didorong untuk beragribisnis agar mereka secara kontinyu dan konsisten menjadi pemasok sayur-sayuran di pasar Labuan Bajo.

    Menciptakan para petani yang berorientasi bisnis menjadi tanggungjawab banyak pihak terkait, di Flores umumnya dan di Manggarai pada khususnya. Pemerintah, Lembaga Swadaya Masyarakat, Lembaga Keuangan Bank dan Non Bank, seperti Koperasi Kredit harus bersinergi untuk memberdayakan petani-petani di perdesaan terkait tehnis pertanian, penerapan tehnologi, analisis usaha tani, strategi pemasaran, permodalan usaha, dan menyadarkan mereka bahwa agrobisnis sayur-sayuran adalah usaha yang sangat prospek untuk memperbaiki kesejahteraan keluarga-keluarga petani.

    Yayasan Ayo Indonesia memfasilitasi permodalan usaha petani kepada Koperasi Kredit KSP CU FLorette

    Herman Sudin, asal kampung Rai dan Herman Jagul dari Pasar Sotor Ketang, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur adalah anggota Koperasi Simpan Pinjam CU Florette yang mendapat pinjaman agrobinis melalui skema pinjaman musiman. Pinjaman musiman merupakan salah satu layanan pinjaman pada KSP CU Florette untuk menjamin kontinuitas produksi sayur-sayuran dari petani (anggota koperasi) dengan sistem pengembalian pinjaman dilakukan setelah panen. Pencairan pinjaman dari keduanya dilaksanakan di Kantor Pusat KSP CU Florete, Rowang, Kelurahan Rowang, pada akhir oktober 2022. Pinjaman usaha dengan skema pengembalian seperti ini telah berhasil mengatasi persoalan permodalan bagi petani-petani kecil di Kabupaten Manggarai. Dampak positip yang dirasakan oleh para petani adalah rantai produksi atau suplai sayur-sayuran mereka tidak terputus.

    Rikardus Haryanto yang akrab dipanggil Rinto, salah satu tenaga pendamping agrobisnis dari Yayasan Ayo Indonesia, satu lembaga swadaya masyarakat di Manggarai-NTT memfasilitasi kedua petani sukses ini untuk mendapatkan pinjaman bisnis di KSP CU Florette. Pinjaman ini dimaksudkan untuk menaikkan skala usaha atau omzet dari kedua petani tersebut sebab ketersediaan lahan usaha mereka masih cukup luas.

    Sebelum mengajukan pinjaman, Rikhard Haryanto dan salah satu rekan kerjanya di Ayo Indonesia, yaitu Stefanus Jegaut bersama Herman Sudin dan Herman Jagul melakukan perhitungan biaya produksi, target pendapatan (analisi usaha tani) bahkan sampai kepada perhitungan Harga Pokok Penjualan (HPH). Perhitungan HPH sangat penting untuk menjadi acuan dalam menentukan harga jual selain mempertimbangkan harga yang sedang terjadi di pasar sayur-sayuran.

     

    Hasil kalkulasi usaha ini kemudian menjadi referensi dalam menentukkan nilai pinjaman yang diajukan kepada pihak KSP CU FLorette. Pendampingan para petani dengan cara seperti ini oleh Yayasan Ayo Indonesia tentu bertujuan agar petani terlatih dan membiasakan diri untuk menjalankan usahanya secara profesional dengan mempertimbangkan factor efektifitas dan efisiensi dalam menggunakan sumberdaya finansial atau modal usaha. Petani harus menerapkan tata kelola usaha dimana input yang dikeluarkan harus menghasilkan keuntungan yang tinggi.

     

    Herman merupakan salah satu petani di Desa Rai, Kecamatan Ruteng, Manggarai-NTT yang fokus pada usaha sayur-sayuran dengan skala cukup besar untuk ukuran petani di Manggarai. Lahan kebun miliknya berukuran luas 2000 meter persegi dan pekarangannya berukuran 6 are selama ini ditanam dengan berbagai jenis sayur-sayuran, seperti tomat, terung, brokoli dan fanboks untuk meningkatkan pendapatan keluarganya.

     

    “Herman sangat direkomendasikan untuk difasilitasi permodalan guna menggerakkan usaha pertaniannya ke KSP CU Florette dengan alasan; dia fokus pada usaha sayur-sayuran sebagai sumber pendapatan utama keluarganya, memilik keterampilan tehnis budidaya, kebun usahanya cukup luas dan dia punya jaringan dengan para pedagang sayur-sayuran di Pasar Ruteng, Labuan Bajo dan Cancar,“ ungkap Rinto.

     

    Sebagai staf pendamping, Rinto harus memastikan kesiapan lahan dan ketersediaan sarana produksi, khususnya pupuk kandang atau kotoran ternak agar target produksi tercapai. Sementara untuk strategi pemasaran akan dirancang setelah melakukan suatu survey pasar. Kegiatan survey rencananya akan dilaksanakan pada awal tahun 2023 oleh Yayasan Ayo Indonesia atas dukungan pendanaan dari Missionprokur SVD Steinhausen Swiss. Survei ini bertujuan untuk mengetahui perilaku permintaan sayur-sayuran setiap bulan di Pasar Ruteng, Borong dan Lembor. Hasil survey akan menjadi acuan dalam menentukan pola dan waktu tanam serta target produksi agar sayur-sayuran yang hasilkan nanti sebagian besar terserap pasar sehingg petani  semakin semangat dan konsisten dalam menjalankan agrobisnisnya.



    Herman Sudin selama ini, jelas rinto, sudah membangun pertemanan dengan beberapa pedagang sayur-sayuran di Pasar Ruteng, Kabupaten Manggarai. Relasi mereka sangat baik, dimana para pedagang mitranya itu secara rutin memberi informasi kepada herman tentang jenis sayur-sayuran yang dibutuhkan pasar (konsumen) bahkan sering menyediakan benih sayur-sayuran untuk herman. Namun informasi yang diberikan itu sangat terbatas, tidak menggambarkan perilaku permintaan pasar yang luas sehingga sangat diperlukan suatu survey.



    Herman menyampaikan terima kasih kepada KSP CU Florette yang telah melayani pinjaman usaha dengan bunga rendah sebesar 1.6 % menurun. “Hal ini sangat baik untuk memajukan usaha saya, dan juga dengan meminjam modal di KSP CU Florette mendorong saya untuk tekun berusaha dan fokus bahkan termotivasi untuk memperluas lahan usaha. Pinjaman modal yang diterimanya digunakan untuk pengadaan sarana produksi dan memperluas lahan untuk agrobisnis,“kata Herman


    Herman Jagul asal Pasar Sotor Ketang, Kecamatan Lelak, Kabupaten Manggarai, petani lain yang sudah berpengalaman mengembangkan agrobisnis mengatakan, pinjaman dari KSP CU Florette dimanfaatkannya untuk menambah jumlah ternak babi dan kambing. Meningkatkan jumlah ternak, kata Herman menjadi prioritas untuk dapat memastikan ketersediaan bahan baku pupuk organik setiap musim tanam. Pupuk organik menjadi pilihan agar sayur-sayuran yang diproduksi aman untuk dikonsumsi oleh konsumen dan juga dengan pupuk jenis ini, petani tetap berproduksi pada situasi perubahan iklim, baik pada kondisi ekstrim kering maupun basah (intensitas hujan tinggi).

     

    Untuk diketahui, Herman Jagul menerapkan pola pertanian terintegrasi, menggabungkan usaha ternak dan sayur-sayuran. Di dekat lahan usahanya, bekas lahan sawah tadah hujan (tegalan) dia telah membangun 2 unit kandang ternak untuk memelihara babi dan kambing. Pada masing-masing kandang, dia juga membuat tempat pengolahan pupuk organik sebagai sarana produksi untuk usaha taninya. Di atas lahan seluas kurang lebih 10 are, Herman menanam beberapa jenis sayur-sayuran, seperti mentimun, brokoli, fanboks, terung, kol dan salad. Menurut pengakuanya, setiap musim tanam dengan durasi 4 bulan dia berhasil meraup omzet mencapai puluhan juta rupiah.

     

    Demi menjamin keberlanjutan agrobisnis dari petani dampingan, Yayasan Ayo Indonesia mengambil peran penting dalam program pemberdayaan sosial ekonominya, yaitu menjembatani relasi antara petani dengan satu lembaga keuangan koperasi di Ruteng, yaitu Koperasi Simpan Pinjam CU Florette untuk akses permodalan. Selain itu, Yayasan ini juga menghubungkan petani dampingannya dengan jaringan pemasaran sayur-sayuran di Kabupaten Manggarai dan Manggarai Barat.

     

    Belajar dari pengalaman yang berharga ini maka petani di Manggarai harus diarahkan atau diberdayakan untuk beragrobisnis dan mereka mesti menjadi anggota Koperasi Kredit.

     

    Ikuti tulisan menarik Rikhardus Roden Urut Kabupaten Manggarai-NTT lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.