Percakapan Imajiner (13) - Fiksi - www.indonesiana.id
x

Pinterest

Dien Matina

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 9 Agustus 2022

Kamis, 1 Desember 2022 09:55 WIB

  • Fiksi
  • Topik Utama
  • Percakapan Imajiner (13)


    Dibaca : 882 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Lelaki yang menggenggam sepi di kedua tangannya 

     

    1/

    ruang tunggu

    hening

    pandanganmu begitu asing

    lebih asing dari musim pengujung tahun yang menjatuhkan gigil pada ingatan

    entah berapa purnama aku pura-pura lupa tentangmu 

    dan desember yang terlewati selalu menyisakan perasaan-perasaan yang tak bisa kumengerti 

     

    2/

    engkau menjelma jendela kayu

    aku daun jatuh di halaman

    dan kita menjadi percakapan panjang bagi puisi-puisi yang lahir setelah rasa berdebat dengan logika

    setelah ribuan malam hanya meramu rindu

    lalu mengeja kembali setiap detik yang terlewati

    andai bisa kuputar ulang masa

    akan kujatuhkan sayang hingga kau tak mengenal kesedihan 

     

    3/

    sayang, jika gunung menakutkan dan laut terlalu riuh bukalah jendela biar kau terbiasa

    kelak derak ranting atau gugur daun adalah isyarat sunyi dari pesta kehilangan yang dirayakan dua cangkir kopi

    dan di tempat yang jauh, masih kubingkai senyumanmu saat kita pertama bertemu 

    lantas memeluk bayangmu sampai batasnya napas 

     

    4/

    bawa aku dalam sepimu

    tempat di mana segala tak berarti, kecuali guratan lalu dan nada-nada sumbang yang seharusnya kau buang

    jika berkenan akan kutata ulang ruangan berdinding kusam dan berdebu setebal buku-buku tanganku

    selayaknya pulang, ada yang lebih layak untuk kau tempati lebih dari sekadar rumah 

     

    5/

    sepasang matamu nyala lilin dan kenangan berhamburan memenuhi ruang

    ia menuliskan dirinya sendiri dalam surat-surat yang tak pernah kukirimkan

    kurasa tak sesia-sia itu, sebab aku paham bagaimana seharusnya menyimpan perasaan ini 

     

    6/

    kau tau, seterbatas apa luka dan suka? 

    melihat bibirmu tersenyum tapi matamu menyimpan kesedihan

    kau tau seterbatas apa tangan? 

    mengenggam sepi seluas belahan langit selatan

     

     

    Ikuti tulisan menarik Dien Matina lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.