Pendidikan Karakter di Kalangan Kepolisian - Analisis - www.indonesiana.id
x

Irjen Pol Ferdy Sambo ditahan di Mako Brimob Polri, Sabtu sore, 6 Agustus 2022.Foto-Ist.

Donnhy Sarif

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 6 Desember 2022

Selasa, 6 Desember 2022 20:50 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Pendidikan Karakter di Kalangan Kepolisian

    Dimasa sekarang ini banyak oknum anggota kepolisian Indonesia yang kekurangan moral. Banyak penyimpangan yang terjadi karena sikap sikap yang buruk dan keliru. Padahal polisi adalah penegak hukum akan tetapi beberapa oknum polisi tidak memahami hal tersebut. Sudah seharusnya pendidikan karakter dipupuk kembali agar menumbuhkan moralitas tinggi.

    Dibaca : 341 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

     

    Karakter yang biasa dikenal dengan kepribadian ataupun akhlak yakni sebuah kesatuan sifat-sifat kejiwaan yang mampu membentuk moralitas. Karakter bukanlah sebuah warisan melainkan karakter seharusnya dibentuk dan dibangun agar menjadikan Individu yang memiliki moralitas tinggi. Dalam membangun karakter atau kepribadian yang baik kita dapat mewujudkannya dengan cara menanamkan sifat budi pekerti dan nasionalisme cinta tanah air. Untuk menciptakan karakter tersebut kita bisa dengan mengajarkan pendidikan karakter. 

    Apa sih sebenarnya pendidikan karakter itu? Pendidikan karakter merupakan sebuah bentuk perilaku manusia yang dipupuk dan diasah secara terus-menerus agar memunculkan kesadaran untuk menerapkan nilai-nilai kebaikan yang bermanfaat bagi generasi berikutnya. Pendidikan karakter adalah pendidikan yang diberikan untuk menyiapkan seseorang dalam menghadapi tantangan kehidupan di masyarakat. Pendidikan karakter sangatlah penting karena bertujuan untuk membentuk sikap dan kepribadian setiap individu agar berkembang menjadi lebih baik dan memiliki moralitas yang tinggi. Keberadaan pendidikan karakter mampu merubah masyarakat menjadi berpikiran lebih luas dan mampu memaknai dirinya sendiri.

    Pendidikan karakter berkaitan dengan bagaimana cara membawa diri dalam pergaulan? Bagaimana harus berbicara sopan? Bagaimana harus bersikap kepada orang lain?. Seringkali bidang akademis menjadi prioritas hingga mengabaikan bidang lainnya yang tak kalah penting. Karena keberhasilan atau kesuksesan tidak hanya semata-mata karena prestasi bidang akademik, akan tetapi karakter yang santun pada diri seseorang juga mampu menjadi penentu keberhasilan. Contoh kecil saja ketika seorang anak muda berjalan di depan orang tua, anak muda itu terlebih dahulu mengucapkan “Permisi Pak/Bu”. Ini lah salah satu wujud dari pendidikan karakter yang ditanamkan sejak dini. Sikap atau attitude merupakan implementasi dari pengembangan pendidikan karakter.

    Generasi muda Indonesia adalah generasi yang akan menjadi penerus bangsa, yang diharapkan mampu memajukan dan mejadikan Indonesia lebih baik lagi. Nasib bangsa ini ada pada tangan dan punggung generasi muda saat ini. Akankah bangsa indonesia bisa semakin maju atau malah hancur? Semua itu ada pada mereka generasi bangsa. Merekalah yang mampu menentukan arah nasib bangsa ini. Untuk itu moral generasi muda Indonesia harus dibangun sejak dini untuk menciptakan karakter yang sesuai dengan pancasila. Karena pancasila mengandung nilai nilai moral yang tinggi didalamnya.

    Namun seperti yang dapat kita saksikan pada belakangan ini bukan hanya generasi muda tetapi juga beberapa anggota kepolisian Indonesia juga kekurangan moralitas yang jauh dari apa yang diharapkan. Banyak penyimpangan yang dilakukan anggota kepolisian Indonesia saat ini yang membuat kita sedih dan prihatin. Penyimpangan ini terjadi mungkin karena perilaku dan lingkungan yang tidak sesuai. Penyimpangan penyimpangan ini jika dibiarkan terus-menerus akan menimbulkan dampak negatif. Kepolisian Indonesia saat ini sering melakukan tindakan menyimpang seperti mabuk, selingkuh, korupsi, dan lain sebagainya.

    Tindakan tindakan menyimpang ini tidaklah bermanfaat bukan? Mari kita lihat kembali peristiwa 8 anggota polisi yang serang rumah sakit dan sekap seorang perawat yang setelah di usut ternyata 8 anggota polisi ini mabuk sehingga melakukan tindakan tindakan yang melanggar hukum. 

    Ada juga peristiwa pembunuhan berencana yang dilakukan petinggi kepolisian Indonesia Irjen Ferdy Sambo. Sungguh ironi sekali seorang petinggi kepolisian yang harusnya memberikan contoh baik malah sebaliknya. Irjen Ferdy Sambo yang harusnya mengakui kesalahan atau kejahatannya malah berbohong dan menutup-nutupi kejadian sebenarnya. Miris sekali anggota kepolisian yang tugasnya mengamankan dan mengayomi malah melakukan penyerangan dan penyekapan.  

    Polisi adalah Lembaga hukum yang bertugas mengamankan dan mengayomi masyarakat, polisi juga bertugas sebagai penegak hukum. Pastinya polisi sangat paham bidang hukum akan tetapi beberapa oknum polisi justru mencoreng nama baik Lembaga Kepolisian Indonesia. Kepolisian Indonesia perlu mengubah sikap hedonisme dan kesewenang-wenangan dan mengembangkan juga meningkatkan moralitas. Karena kedepannya polisi harus memiliki sikap professional, humanis, dan mengormati hak asasi manusia (HAM). Agar kedepannya tidak ada lagi Tindakan menyimpang yang dilakukan anggota kepolisian 

    Ikuti tulisan menarik Donnhy Sarif lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.