Anthesianz - Hiburan - www.indonesiana.id
x

Bayu Lukmana

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 22 Februari 2022

Selasa, 6 Desember 2022 20:47 WIB

  • Hiburan
  • Topik Utama
  • Anthesianz

    The songbird from east. Harapan, cinta dan kebenaran, tiga kata yang digemakan oleh Anthesianz baik melalui karya musik, kecintaannya terhadap kain tradisional Indonesia, dan buku. Ketiga unsur ini menjadi kesatuan yang terkorelasi bersama dan tak dapat dipisahkan. Seperti sebuah panggilan untuk menyuarakan tiga elemen yang dibutuhkan sebagai manusia yang bisa dirasakan, dilihat dan didengar.

    Dibaca : 1.414 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Anthesianz adalah  penyanyi pop, penulis lagu, penulis buku dan peneliti seni sosial budaya asal Indonesia. Pria kelahiran Purwakarta, 29 November 1979 ini sudah menelurkan  dua album digitalnya di tahun 2022. Album pertama bertajuk Hope berisi delapan lagu-lagu yang catchy bergenre Pop-Etnic-EDM. Pria asal Jawa Barat ini kerap dikenal sebagai peneliti di dunia seni, sosial dan budaya dengan nama Dr. (c) Andi Sulistiadi, MM. Di awal Oktober 2022, beliau merilis album digital keduanya yang bertajuk Love.

    Harapan, cinta dan kebenaran, tiga kata yang digemakan oleh Anthesianz baik melalui karya musik, kecintaannya terhadap kain tradisional Indonesia, dan buku. Ketiga unsur ini menjadi kesatuan yang terkorelasi bersama dan tak dapat dipisahkan. Seperti sebuah panggilan untuk menyuarakan tiga elemen yang dibutuhkan sebagai manusia yang bisa dirasakan, dilihat dan didengar. Anthesianz merasa untuk menyuarakannya melalui bakat anugerah dari Tuhan berupa kemampuan vokal, menulis dan membuat musik. Album Hope merupakan album perdana Anthesianz yang berisikan 8 single. Bulan Maret lalu Anthesianz merilis "Make It Better", "Remains Here To Stay" dan "Joy To Uncertain" single yang ada di album  Hope. Anthes mengatakan proses pembuatan album ini cukup singkat.

    Selanjutnya, pertengahan September sampai dengan akhir oktober tahun 2021 Anthesianz mulai membuat komposisi musik, lagu dan liriknya. Dilanjutkan dengan proses rekaman vokal, yang semuanya saya lakukan sendiri dimulai dari backing vocal hingga vocal utamanya. Proses mastering dilakukan di awal Januari 2022. Sementara itu proses pembuatan untuk album keduanya, Love , dilakukan pada bulan Juli 2022.

    Tak lama berselang album Hope  dan Love ini dirilis ke publik melalui platform music digital berkolaborasi dengan label Internasioanl ArtstageGlobal dan Distrokid New York U.S. Ada satu lagu yang berkolaborasi dengan pemusik luar negeri Quim Alborch Lopez dengan lagu berjudul "Raining Outside", Ferral Rawk Addict dengan lagu berjudul "Yes You Beautiful" dan Mikolow Beats dengan judul lagu " Muladhara" Selebihnya Anthesianz sebagai penulis lirik dan juga aransemen musiknya.

    Pada awal Juli 2022, Anthesianz menjadi penyanyi pembuka hari kedua Prambanan Jazz 2022 di Yogyakarta, sebelumnya Anthesianz  terpilih sebagai pemenang Jawara Goes To Prambanan Jazz Festival di Bandung pada awal Juni 2022. Sebulan berselang, yakni awal Agustus 2022 beliau tampil sebagai penyanyi dan musisi tunggal dalam International Tourism Wellness Conference Festival 2022 di Solo. Kemudian, beberapa festival musik dihadirinya seperti Edufun Music Festival, Mag Festival, Kalai Festival, Tangerang Volume 5 Gigs, Rumah Musik Indonesia, Musikawan  De Javu Festival, Sarinah Wastra Dolanan Music Festival dan December Care Festival 2022.

    Selain sebagai Anthesianz memposisikan dirinya sebagai seorang yang peduli dengan kearifan lokal nusantara termasuk wastra atau kain tradisional Indonesia. Anthesianz melihat adanya korelasi antara harapan, cinta dan kebenaran di balik makna dari kain tenun tradisional dan pemain tradisional. Dirinya tergerak untuk mendukung Gerakan Pelestarian Kain Tenun tradisional dan para seniman pengrajinnya yang jumlahnya mulai menipis.

    Anthesianz memaparkan tujuan awal adanya kain-kain tenun nusantara adalah untuk memenuhi tradisi upacara adat istiadat, maka dari itu kita dapat melihat aneka warna dan simbol-simbol kehidupan di dalamnya. Dengan berkembangnya zaman yang memudarkan kepercayaan tradisi, maka secara beriringan produksi kain tenun yang diperuntukan bagi upacara tradisi pun berkurang.

    Upacara ritual yang tergeser oleh karena banyak aspek, sebetulnya bisa ditanggulangi dengan memberikan peluang para seniman penenun untuk berkarya sesuai dengan kebiasaan mereka dan ditujukan bagi kepentingan dunia. Kabar gembiranya, pakar wastra nusantara Indonesia, Samuel Wattimena sangat mendukung Gerakan ini.

    Selain sebagai musisi dan peneliti, Anthesianz juga piawai merangkai kata dalam sebuah buku. Buku terbarunya berjudul "The Wonderful Colors of Paradise in Education" merupakan naskah besar dari album perdananya. Bisa dikatakan bahwa Album  Hope ini, merupakan song theme atau tema lagu untuk buku tersebut.

    Buku ini merupakan memoir dari seorang kepala sekolah yang melakukan perjalanan dan pertemuan dengan beberapa kepala sekolah di Indonesia, pengalamannya tersebut tertuang dalam sebuah catatan-catatan kecil dan penelitian ilmiah yang melihat dan mengeksplorasi pandangan fenomena dunia Pendidikan saat ini dari sudut pandang para kepala sekolah yang luar biasa.

    Buku ini memuat elemen harapan, cinta dan kebenaran sehingga apa yang dibaca merupakan sebuah fakta yang nyata di dunia Pendidikan saat ini. Di dalamnya memuat penemuan tentang metode pembelajaran yang efektif baik itu untuk pembelajaran daring maupun luring lalu, di salah satu bab, terdapat pendalam ketika melakukan eksplorasi sistem pendidikan tradisional di suku Baduy Dalam.

    Sedangkan untuk album Love bersamaan dengan dilirisnya buku berjudul "Xmas All About" dimana selaras dengan pesan dari lagu "Xmas All About" yang menceritakan fakta dan kebenaran tentang sejarah perayaan natal.


    Lalu rencana berikutnya, akan dirilis buku bertemakan kepeduliaanya terhadap pelestarian permainan tradisional dalam dunia pendidikan, buku ini berjudul "Little Dolanan" dengan Album yang judulnya sama, kemungkinannya di Februari 2023. Buku dan album ini akan dituturkan dalam bahasa inggris dan Bahasa Indonesia, sebetulnya saat ini sudah di fase finalisasi.

    Rencana lainnya, di tahun 2023 akan dirilis juga dua albumnya berjudul "Truth" dan "Boldness" dan beberapa buku lainnya, dimana ini adalah terinspirasi dari hasil karya disertasinya di akhir tahun ini.

    Ikuti tulisan menarik Bayu Lukmana lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.