Agar Dewasa Tidak Mudah Stres, Ini Seninya! - Humaniora - www.indonesiana.id
x


Rabu, 7 Desember 2022 06:25 WIB

  • Humaniora
  • Topik Utama
  • Agar Dewasa Tidak Mudah Stres, Ini Seninya!

    Banyaknya aktivitas sehari-hari menuntut kita selalu produktif, tetapi perlu di ingat kita harus bisa mengendalikan diri agar tidak jatuh ke dampak yang negatif. Itu sebabnya penting bagi kita mengenal Stress Management sebagai keterampilan mengelola diri.

    Dibaca : 578 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    10 Alasan Mengapa Anda Sangat Lelah Setelah Bekerja

    Beranjak dewasa ternyata tidak semudah itu ya, guys? Banyak persoalan yang beragam dan tanggung jawab yang harus diselesaikan. Lalu bagaimana agar kamu tidak terperangkap dalam jerat stres itu? Berikut seni mengelola stres atau bisa kamu sebut dengan stress management.

    Mengalami stres akibat suatu hal merupakan perkara yang lumrah. Bohong banget apabila seseorang mengatakan tidak pernah merasakan stres, apalagi ketika dihadapkan dengan setumpuk pekerjaan yang mepet deadline di waktu yang bersamaan. Meskipun menjadi hal yang wajar namun jika dibiarkan terus menerus tentu akan berdampak buruk pada diri kamu. Oleh karena itu, kamu perlu dan harus bisa mengelola stres agar tetap ‘waras’.

    Menurut WHO (World Health Organization), Stres adalah reaksi atau respon tubuh terhadap stressor psikososial (tekanan mental atau beban kehidupan). Stres dapat merambat pada siapapun, tak terkecuali pada para pekerja, pelajar hingga orang tua.

    Stres ini ternyata rentan menyerang usia dewasa, karena pasalnya para dewasa ini menjalani kehidupan dengan target produktivitas yang tinggi. Contoh sederhana penyebab stres adalah ketika beban pekerjaan terlalu berat, masalah personal di rumah, penyakit yang diderita, lingkungan tempat tinggal, dan rasa kekhawatiran akan masa depan.

    Adapun penyebab stres yang justru timbul dari internal diri sendiri, yaitu kamu yang sering underestimate atau merendahkan atas kemampuan dirimu yang kemudian selalu membandingkan pencapaian kamu dengan orang lain. Penyebab internal kedua adalah terlalu berharap atau overestimate terhadap efek timbal balik yang akan kamu terima, apabila feedback yang diterima tidak sesuai maka kamu akan merasa frustasi dan tidak menerima.

    Berdasarkan pada buku Kesehatan Mental yang ditulis oleh Deasy Handayani dkk., seorang ahli psikologi, Jonathan C. Smith mengemukakan bahwa manajemen stres adalah suatu keterampilan yang dimiliki seseorang untuk mengantisipasi, mencegah, mengelola, dan memulihkan diri dari stres yang dirasakan karena adanya ancaman ketidakmampuan dalam coping yang dilakukan.

    Stress management yang efektif dapat membantu mengatasi stres dalam hidup. Tujuan utamanya adalah kehidupan yang seimbang dengan waktu untuk bekerja, hubungan, relaksasi, kesenangan, dan bertahan di bawah tekanan, serta menghadapi tantangan secara langsung. Lalu, bagaimana cara melakukan stress management?. Mudah saja, me-manajemen stres itu tergantung individunya.

    Di sini perlu diketahui terlebih dulu, bahwa tidak semua stres itu buruk, lho ternyata. Ada tipe stres yang juga baik untuk kamu, bukan rasa ketakutan, ancaman atau tuntutan melainkan perasaan excited. Tipe stres yang seperti ini justru dapat membantu kamu merasa bersemangat untuk menjalani hidup. Selain itu, juga mendorong kamu untuk mencapai prestasi lebih tinggi dan kamu akan merasa lebih termotivasi, lebih produktif dan melakukan banyak hal. Misalnya, kamu mengikuti perlombaan atau masuk hari pertama pekerjaan baru.

    Apa yang Dapat Saya Lakukan?

    Ilustrasi Lingkaran Kendali

    Salah satu cara mengelola stres adalah jangan terlalu fokus dengan area diluar kendali kamu, akan tetapi fokuslah di area yang masih berada di dalam area kendali kamu seperti sikap, respon dan persepsi atau cara pandang kamu terhadap sesuatu yang sedang dihadapi. Sebut saja area itu dengan Lingkaran Kendali. “Aku akan fokus ke hal yang bisa aku kendalikan” cara menyayangi diriku, tindakanku, perkataanku, cara mengelola perasaanku, batasanku, caraku memperlakukan orang lain, pendapatku, dan pikiranku. “Aku tidak akan peduli dengan hal yang tidak bisa aku kendalikan”,seperti apa yang orang lain pikirkan, perlakuan orang lain, apa yang orang lain katakan, perasaan orang lain, dan hal-hal di masa lalu.

    Melakukan cara yang demikian tak selalu berarti kamu lari dari masalah, tetapi lebih mampu memilih dan memilah mana yang penting dan bisa kamu kendalikan, mana yang harusnya kamu abaikan. Jika kapasitas kepalamu sudah terlalu penuh, maka saatnya melepaskan beban-beban pikiran yang tidak perlu.

    Stress Kamu Sampai ke Tempat Kerja?

    Berdasarkan hasil survei Gallup terhadap 1.000 responden disetiap negara Asia Tenggara pada 2021 hingga akhir maret 2022 yang dimuat dalam DataIndonesia.id terkait Tingkat kecemasan dan stres di tempat kerja menurut negara Asia Tenggara, Indonesia menempati posisi kedua dengan 46% responden yang merasa cemas dan stres ketika berada di tempat kerja. Fakta di atas membuktikan bahwa masih perlu pemahaman tentang manajemen stres di tempat kerja.

    Stres di tempat kerja bukan lagi fenomena baru, tetapi topik ini masih saja menjadi permasalahan manajemen yang penting di tempat kerja. Faktor penyebab stres kerja sangat banyak, mulai dari perubahan ekonomi, sosial hingga ke kemajuan teknologi yang masif.

    Penanganan stres dilakukan agar tekanan-tekanan yang bersarang dipikiran sedikit mengendur, pikiran lebih tenang untuk memutuskan, hati lebih lapang hingga berujung pada keseharian yang lebih produktif. Stress management di tempat kerja bisa ditangani dengan mulai identifikasi penyebabnya terlebih dahulu. “Apa yang menyebabkan kamu merasa stres? Bagaimana perasaanmu? Apa yang bisa kamu lakukan untuk membuat dirimu merasa lebih baik?”.

    Menurut akun Great Edu Indonesia, banyak kemungkinan penyebab stress yang sebenarnya terjadi di tempat kerja, mulai dari beban pekerjaan terlalu berat, pekerjaan menumpuk, macet di perjalanan, gaji rendah, skill kurang memadai, pengawasan kerja terlalu ketat, tidak dapat promosi jabatan, tidak memperoleh fasilitas, terjadi diskriminasi di lingkungan kerja, tidak mendapat apresiasi atasan, terancam PHK, dan notifikasi di luar jam kerja.

    Salah satu atau beberapa penyebab stres di atas mungkin kamu juga mengalaminya atau bahkan lebih kompleks lagi. Stres memang tidak bisa dihindarkan tetapi masih bisa diminimalkan efeknya. Untuk stress management di tempat kerja juga bisa dilakukan dengan beberapa hal berikut : Pertama, usahakan datang ke kantor tepat waktu. Jika terlambat akan membuat kamu merasa kacau dan terburu-buru.

    Kedua, menerapkan gaya hidup sehat, bisa dengan mengkonsumsi buah dan sayur, istirahat yang cukup dan rutin berolahraga. Cara ini bisa sedikit mengendalikan stress kamu agar tidak selalu ngurusin kerjaan.

    Ketiga, melepaskan beban dengan rekan kerja, mencoba mengungkapkan semua hal yang ada dipikiranmu kepada yang kamu anggap dekat agar perasaanmu jauh lebih baik, dan perlu juga untuk mengambil cuti.

    Keempat, berusaha berbaur sehingga menciptakan suasana kerja yang lebih positif. Dengan begitu, kamu bisa rileks sejenak dan atmosfer di kantor terasa makin nyaman.

    Seperti semua hal dalam hidup, semuanya harus balance. Terlalu sedikit stres malah menjadi bosan dan tidak termotivasi. Terlalu banyak stres, justru memicu sakit fisik dan mental apabila tidak menerapkan stress management yang efektif. Dengan melakukan stress management juga termasuk ke dalam hal perhatian kepada diri sendiri, baik dari aspek sosial, fisik maupun emosional. Penerapan stress management menjadikan kehidupan lebih tertata, terarah, bahagia dan produktif tentunya.

    Ikuti tulisan menarik Hanifah Prisca Febrianti Mahasiswa Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam, UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan. lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.