Pengalaman Magang di Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah Istimewa Yogyakarta

Minggu, 11 Desember 2022 19:04 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Pengalaman magang di dinas perindustrian dan perdagangan D.I. Yogyakarta dan alur pelatihan IKM di Dinas Perindustrian dan Perdagangan D.I. Yogyakarta

 Oleh Muhamad Naufal Yoanendra, Universitas Amikom Yogyakarta

 

Magang adalah penempatan kerja dengan perusahaan, instansi atau organisasi untuk memberikan pengalaman kerja dan keahlian baru bagi mahasiswa oleh pihak kampus agar dapat berguna ketika memasuki dunia kerja. Pelaksanaan magang dilakukan pada semester 6 atau 7 yang dimana ilmu yang diterima oleh mahasiswa dari kampus sudah mencukupi sehingga hanya butuh penyesuaian di tempat kerja.

Salah satu pelaksanaan magang dilakukan di kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan DI Yogyakarta oleh Muhamad Naufal Yoanendra yang ditempatkan di Bidang Industri Agro Sub Bagian IHHP (Industri Hasil Hutan dan Perkebunan). Sebagai pemagang saya mendapatkan pengalaman yang paling berkesan, yakni menyusun rencana kegiatan pelatihan tahun 2023 dan melakukan pelatihan pengembangan mebel kayu di Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul. Untuk pelatihan pengembangan mebel kayu dilaksanakan setiap bulan Juli dan oktober dengan perencanaan dilakukan dari tahun sebelumnya.

Pelatihan ini merupakan kegiatan rutin setiap tahunnya yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan DI Yogyakarta untuk Industri Kecil dan Menengah (IKM). Alur pertama pelatihan ialah pengumpulan proposal oleh IKM kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan DI Yogyakarta yang berisi identitas orang yang bersangkutan, jenis dan hasil kegiatan usaha yang sudah dilakukan.

Kemudian subbag IHHP mengusulkan anggaran melalui RKA (Rancangan Kerja dan Anggaran). Untuk Proposal yang sudah diterima oleh subbag IHHP diusulkan ke Tim Anggaran Belanja Daerah. Lalu Tim Anggaran Belanja daerah menentukan setuju atau tidaknya pelatihan tersebut untuk dilaksanakan.

Selanjutnya, rancangan yang sudah disetujui oleh Tim Anggaran Belanja Daerah dan sudah di input kedalam SIPD maka RKA akan berubah menjadi Dasar Penggunaan Daerah/Dasar Pelaksanaan Kegiatan. Pada tahap ini menjadi penting karena jika ditahap ini Tim Anggaran Belanja Daerah tidak setuju maka seluruh langkah selanjutnya tidak akan dilaksanakan. Berikutnya RKA diubah menjadi Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA)

Setelah anggaran dipastikan turun, mulai dilakukan persiapan pelatihan dengan melakukan verifikasi lapangan sesuai dengan proposal dan data yang sudah diberikan oleh IKM. Selanjutnya, Tim Subbag IHHP melakukan rapat untuk menentukan kapan kira-kira waktu untuk dilaksanakannya pelatihan tersebut. Kemudian Tim Subbag IHHP beserta instruktor yang sudah dipilih terjun langsung ketempat IKM tersebut untuk pelaksanaan pelatihan.

Biasanya pelatihan ini dilakukan selama 5 hari kerja dan dimulai dari pembukaan pada hari pertama dan penutupan pada hari terakhir. Lalu tahap terakhir ialah evaluasi yang dilakukan oleh Tim Subbag IHHP dengan Kepala Bidang Industri Agro untuk melihat apakah terdapat kekurangan ataupun membutuhkan bantuan pihak dinas untuk kedepannya lagi.

Partisipasi pemagang dalam rangkaian pelaksanaan pelatihan ini merupakan pengalaman yang berharga karena dapat melihat langsung melihat pelatihan IKM mebel kayu di Kecamatan Dlingo Kabupaten Bantul sehingga dapat menginspirasi untuk mengasah keterampilan pembuatan produk olahan kayu menjadi produk rumahan yang multifungsi seperti lemari yang dapat juga berfungsi sebagai meja. Pemagang memiliki harapan pada IKM yang telah diberikan pelatihan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan DI Yogyakarta agar mendapatkan pangsa pasar yang lebih luas dan mampu go-digital.

Bagikan Artikel Ini
img-content
Naufal Yoanendra

Penulis Indonesiana

0 Pengikut

Baca Juga











Artikel Terpopuler