Dampak Psikologis Atlet Pasca Cedera - Olah Raga - www.indonesiana.id
x

Jonatahan Christie. Foto Hafidz Mubdarak/Antara

Muhammad Nigel

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 12 Desember 2022

Selasa, 13 Desember 2022 06:43 WIB

  • Sport
  • Topik Utama
  • Dampak Psikologis Atlet Pasca Cedera

    Menjelaskan dampak pasca cedera yang terjadi pada atlet

    Dibaca : 1.218 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

      Pernahkah kalian bertanya-tanya tentang dampak apa saja yang dialami oleh seorang atlet setelah mengalami cedera? Bagi sebagian orang  cedera pada atlet adalah hal yang wajar. Tapi  dibalik itu banyak dampak yang dialami oleh seorang atlet baik saat proses penyembuhan maupun pasca penyembuhan. Tidak sedikit atlet yang memilih pensiun di tengah proses penyembuhan cedera. Dampak yang dialami oleh para atlet bukan hanya terjadi pada penurunan kondisi tubuh, tetapi juga terjadi pada psikologis atlet tersebut.

    Dampak Fisik Bukan Permasalahan Utama

      Sebagian orang pasti berfikir bahwa masalah utama seorang atlet ketika mengalami cedera adalah penurunan kondisi fisiknya. Faktanya bagi seorang atlet dampak psikologis pasca cedera lah yang paling berbahaya. Banyak atlet yang sudah sembuh total justru memilih mundur, kebanyakan dari mereka merasa takut untuk bermain seperti biasa karena trauma akan cedera yang sempat mereka alami.

    Seperti yang diungkapkan oleh Naoi dalam tesisnya menyebutkan Respon psikologis berupa kecemasan pasca cedera ini umumnya membuat atlet membutuhkan waktu lama untuk bisa mengatasi rasa takutnya untuk kembali berlatih dan melakukan pertandingan, bahkan banyak atlet yang setelah mengalami cedera tidak ingin kembali ke lapangan akibat trauma yang dialami. Hal ini sudah banyak terjadi, salah satu contohnya adalah seperti yang menimpa Kento Momota atlet bulutangkis asal Jepang tersebut menyebut bahwa “pasca cedera yang saya alami, bermain bulutangkis tidak lagi menyenangkan”. Tidak hanya sampai disitu banyak atlet yang mengalami hal serupa juga terjadi pada atlet Indonesia, yaitu Maria Kristin yang mengalami cedera lutut terus menerus dan mengakibatkan kecemasan setiap kali ia bertanding, hingga akhirnya memutuskan untuk mengakhiri karirnya sebagai atlet.

    Memang cedera sangat menyeramkan, terlebih dampaknya yang bukan hanya kepada fisik tetapi juga kepada psikologis atlet yang mengalaminya. Hal ini juga berlaku bagi masyarakat yang bukan merupakan atlet ketika mereka berolahraga. Banyak atlet mengalami dampak psikologis yang terbilang parah karena emosi negatif yang mereka pikirkan selama pemulihan dan pasca pemulihan. Emosi negatif ini dapat berupa kesedihan, rasa kehilangan dirinya sebelum cedera, dan juga ketakutan untuk kembali kelapangan.

    Penanggulangan Dampak Psikologis Pada Atlet Pasca Cedera

      Banyak dampak psikologis yang menghantui atlet yang sedang berada pada proses penyembuhan cedera, bahkan seorang atlet yang tidak mengalami cedera juga dapat merasakan kecemasan yang sama dengan atlet yang mengalami cedera. Tetapi bukan berarti hal ini tidak dapat dihindari oleh seorang atlet, ada beberapa hal yang harus dilakukan oleh seorang atlet untuk menghilangkan dampak psikologis yang dialaminya. Salah satunya adalah menyingkirkan segala tanggapan emosional negatif ketika mereka ada di masa penyembuhan. Tanggapan emosional negatif itu dapat berupa frustasi, rasa takut tidak dapat kembali ke lapangan, trauma akan mengalami cedera yang sama untuk kedua kalinya.

    Menyingkirkan tanggapan emosional negatif sangat berguna untuk atlet yang sedang dalam masa penyembuhan pasca cedera. Hal ini dapat dibuktikan oleh Carolina Marin, pebulutangkis asal Spanyol ini mengatakan bahwa pasca cedera dirinya mengalami krisis kepercayaan diri, namun dirinya kembali mendapatkan motivasi dengan keinginannya meraih medali emas di Olimpiade 2020 lalu. Carolina Marin menunjukan bahwa pola pikir positif dapat menjadi obat untuk dampak psikologis yang dialaminya pasca cedera. Bukan hanya Carolina Marin yang membuktikan bahwa pola pikir positif dapat menghilang dampak psikologis yang dialami pasca cedera, sebut saja Nozomi Okuhara pemain bulutangkis asal Jepang ini kembali bangkit setelah mengalami cedera yang cukup panjang.

    Cedera memang menjadi momok menakutkan bagi atlet, karena dapat menjadi akhir bagi karirnya sebagai atlet. Banyak dampak negatif menunggu para atlet di masa penyembuhan dan pasca penyembuhan, mulai dari penurunan kondisi fisik hingga efek psikologis yang cukup besar. Efek psikologis ini dapat berupa depresi ringan, hingga trauma. Namun bukan berarti efek psikologis ini tidak dapat ditanggulangi, banyak cara untuk menanggulanginya. Salah satunya adalah dengan memotivasi diri dengan target setelah comeback ke lapangan.

    Ikuti tulisan menarik Muhammad Nigel lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.