Wastra dan Sastra Dalam Lagu di Sarinah - Hiburan - www.indonesiana.id
x

Bayu Lukmana

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 22 Februari 2022

Rabu, 14 Desember 2022 15:53 WIB

  • Hiburan
  • Topik Utama
  • Wastra dan Sastra Dalam Lagu di Sarinah

    Anthesianz baru saja menampilkan pentas musiknya di anjungan Sarinah Indonesia. Diyakinya bahswa musik memiliki kekuatan untuk mengubah kehidupan. Musik yang bersifat universal dapat mempengaruhi pola pikir dan prinsip sebuah bangsa. Pentas musik yang dibalut dengan wastra nusantara dan permainan tradisional ini merupakan sebuah pintu gerbang generasi muda untuk dapat bersuara mengumandangkankemegahan seni budaya Indonesia di dunia.

    Dibaca : 1.217 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Anthesanz tampil memukau di anjungan Sarinah Indonesia pada Minggu, 11 Desember 2022 petang hari. Beliau membawakan beberapa singel terbarunya yang dikemas dengan gerakan-gerakan bebas tradisional yang energik dan kontemporer. Suasana sore di anjungan Sarinah terasa sangat gempita dan megah dengan terdengarnya musik dan suara khas penyanyi asal Purwakarta ini. Penonton pun dibuatnya untuk berdendang dan menari bersama seiring dengan tampilan sang seniman pecinta wastra nusantara yang telah merilis dua album terbarunya di tahun 2022. 

    Membuka suasan sore yang romantis, tak hanya tanpil sendirian, Anthesianz ditemani oleh penari lulusan Institut Kesenian Jakarta, Kanti Aldri yang memperindah lagu Anthesianz yang bertajuk  Tak Jauh atau Ain't too Far. Gerakan-gerakan luwes dan kibaran kain tenun ang dikenakan oleh Anthesianz membuat lagu tersebut semakin menyentuh hati.

    Setelah menampilkan lagu pertama, Anthesianz mengajak para penggemarnya untuk menyanyikan lagu remix Bubuy Bulan. Lagu yang dikemas secara etnik-modern ini dibawakan oleh Anthesianz dengan sangat memukau. 

    Selang setelah istirahat Maghrib, Anthesianz memulai kembali pertunjukan etnik-modern dengan rangkaian nomor lagu terbarunya Kanekessian dan ". Lagu-lagu ini mencerminkan identitas Anthesianz sebagi bagian dari warga Indonesia yang merupaka pewaris dari warisan budaya bangsa yang tak ternilai harganya. Beliau kembali mengingatkan para pendengarnya untuk kembali menggali kekayaan Indonesia sebagi aset yang membanggakan dengan menampilkan remix lagu Tanah Airku.

    Penampilan Anthesianz menyuguhkan filosofi dari budaya Indonesia, berkolaborasi dalam lagu Indonesia" yang digarap oleh Raden Andika, penyanyi yang juga sebagai Jawara Prambanan Jazz Festival 2022 ini mempersembahkan kdigdayaan Indonesia sebagai bangsa pemenang dan penuh anugerah. Raden Andika, dengan kemampuan gitarnya yang mumpuni,  memperkenalkan keunikan musik Indonesia sebagai simbol kehidupan bangsa Indonesia. Duet dua seniman ini menyuguhkan esensi dari keindahan seni dan musik.

    Suasana semakin hangat dengan suara mumpuni Anthesianz yang dapat menjangkai beberapa range vokal dan whistle register saat memperkenalkan lagu barunya Jiwa Kita yang akan dirilis di tahun 2023 nanti. Lagu ini memiliki pesan Anthesianz sebagai nasionalis yang sangat cinta akan kesatuan dan persatuan bangsa. 

    Ikuti tulisan menarik Bayu Lukmana lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.