Kepopularitasan yang Membuat Seseorang Mengidap Star Syndrome - Urban - www.indonesiana.id
x

image: iStock

Muhammad Mujiburochman

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 16 Desember 2022

Jumat, 16 Desember 2022 16:51 WIB

  • Urban
  • Topik Utama
  • Kepopularitasan yang Membuat Seseorang Mengidap Star Syndrome

    Artikel ini berisi tentang seseorang yang sudah terkenal sehingga menyebabkan orang tersebut menjadi star syndrome, menjelaskan betapa bahayanya star syndrome dan cara mengatasinya.

    Dibaca : 1.200 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    “Menjadi rendah hati membutuhkan lebih banyak keberanian daripada angkuh dan arogan.” - Desmond Fouche

         Banyak orang yang menginginkan popularitas, namun saat mereka sudah mencapai popularitas tersebut mereka seperti sombong dan lupa mereka dahulunya seperti apa, hal inilah yang membuat seseorang disebut star syndrome.

    Star syndrome merupakan suatu kondisi yang membuat seseorang merasa bahwa dirinya sudah sempurna dan lebih baik dari orang lain, seseorang yang mengalami sindrom ini sering menyebabkan seseorang menjadi lupa diri, bahkan seseorang yang mengalami star syndrome akan kehilangan jati diri mereka, karena mereka akan terus mengikuti apa yang orang lain suka untuk mempertahankan kepopularitasannya dan agar mereka selalu dipuji oleh orang lain.

    Jangan Terlena!

         Saat fenomena viral yang baru saja terjadi yaitu Citayam fashion week yang berada di kawasan Sudirman, ada beberapa orang yang mendadak viral atau terkenal, salah satunya bernama Jeje. Jeje menjadi terkenal karena beberapa konten TikTok yang dibuat oleh orang lain, video yang membuat dia terkenal yaitu ketika Ramdany Eka(konten kreator TikTok) mewawancarai Jeje bersama Roy. Video tersebut menjadi awal mula mereka terkenal, membuat fenomena SCBD(Sudirman, Citayam, Bojong Gede dan Depok) sebutan yang dibuat oleh netizen semakin viral dan banyak dikunjungi.

    Citayam Fashion Week

    Semakin viralnya Jeje sampai membuat dia diundang di berbagai konten Youtube, media sosial dan acara televisi. Karir Jeje semakin meningkat bahkan dia semakin dikenal, namun kepopularitasan yang dia dapat dengan cepat membuat dia semakin sombong dan merasa lebih baik dari orang lain. Melalui beberapa video yang direkam oleh orang lain dan diupload di media sosial, memperlihatkan Jeje sedang berada di kawasan Sudirman yang pada saat itu kondisi sangat ramai dan banyak yang ingin foto dengannya, karena kondisi tersebut membuat dia marah. Video yang direkam oleh beberapa orang viral di media sosial dan membuat berbagai macam komentar negatif dari netizen. Peristiwa itu membuat pandangan netizen terhadap Jeje semakin buruk yang menyebabkan semakin berkurangnya respect netizen kepada Jeje.

         Mengutip jurnal Perancangan Fotografi sebagai Media Penciptaan Kesadaran Pada Bahaya Star Syndrome, M. Poernomo (personal communication) berpendapat “dulunya star syndrome hanya ditemui di kalangan selebriti namun seiring maraknya penggunaan media sosial saat ini dapat membuat siapa pun bisa terkena star syndrome. Terutama tipe orang yang sedang berusaha mencapai sesuatu. Ketika mereka berhasil mendapatkannya, inilah awal atau pemicu seseorang bisa terkena star syndrome. Seperti banyak ditemui dari para influencer baru yang sering menciptakan aktivitas-aktivitas untuk memburu ketenaran agar menaikan rating dirinya”. Penjelasan tersebut menjelaskan bahwa di zaman saat ini siapa pun dapat terkena star syndrome karena pengaruh media sosial sudah sangat luas dan penggunanya sudah banyak, semakin kuatnya pengaruh media sosial membuat orang berusaha membuat dirinya agar disukai oleh orang lain dan menjadi terkenal.

    Sebenarnya Star Syndrome Berbahaya Nggak si?

        Apakah star syndrome seberbahaya itu? Lalu apakah menjadi terkenal merupakan sebuah masalah? Sebenarnya star syndrome merupakan permasalahan yang harus diwaspadai, karena seperti contoh kasus yang sudah disebutkan tadi, star syndrome dapat membuat seseorang dijauhi oleh orang lain karena perubahan sikap atau perilaku bagi pengidap star syndrome yang membuat orang lain merasa tidak nyaman dan tidak menyukainya. Menjadi terkenal sebenarnya bukan merupakan sebuah masalah tergantung bagaimana kita menjaga sikap dan mengontrol diri, jangan sampai kepopularitasan yang sudah didapatkan membuat kita lupa diri.

         Untuk kalian yang merasa sedang berada di fase star syndrome, cepatlah perbaiki diri kalian. Jangan sampai gangguan tersebut membuat kalian dijauhi oleh orang-orang di sekitar kalian, karena sikap kalian yang tidak disadari membuat orang-orang di sekitar kalian menjadi tidak suka. Sebelum semuanya terlambat sudah saatnya untuk perbaiki diri kalian.

    Bagaimana si Cara Mengatasi Star Syndrome?

         Mengutip MediaIndonesia.com, American Psychiatric Association, cara yang pertama yaitu sadarkanlah diri kalian sendiri. Star syndrome dibuat oleh diri kita sendiri yang terjadi karena sesuatu hal membuat gangguan tersebut muncul, jadi kuncinya yaitu diri kalian sendiri, jangan sampai perasaan itu dibiarkan. Masukan di pikiran kalian bahwa ketenaran yang kalian miliki tidak selamanya dan akan hilang suatu saat nanti.

         Agar kalian bisa menyadarkan diri kalian sendiri, cobalah untuk kontrol perasaan dan pemikiran yang berlebihan ketika kalian terkenal. Misalnya, tetapkan batasan yang membuat kalian bisa mengontrol perasaan bangga dan kecewa yang berlebih. Batasan yang sudah ditetapkan dengan jelas membuat diri kalian terhindar dari sikap sombong yang tidak disadari dan membuat kalian terhindar dari perasaan kecewa yang berlebih kalau kepopuleran yang sudah didapat menjadi redup.

         Kedua, temukanlah orang terdekat yang dapat mendukung atau membantu kalian, seperti sahabat ataupun keluarga. Orang terdekat yang benar akan mengingatkan kalian kalau kalian melakukan tindakan yang tidak benar dan sudah terlena dengan kepopuleran yang sudah kalian raih. Kalian perlu menemukan orang terdekat yang selalu mendukung dan membantu kalian, karena orang terdekatlah yang selalu ada bersama kalian, meskipun kondisi kalian sedang terpuruk.

         Ketiga, Terimalah segala kritikan, segala kritik yang kalian dapatkan untuk mengingatkan kalian, jika sikap kalian yang sudah terlena dengan kepopuleran, sehingga membuat kalian menjadi angkuh dan sombong. Janganlah kalian menjadi orang yang anti kritik, segala kritikan berguna agar kalian dapat berkembang menjadi lebih baik. Cobalah untuk mengelola emosi kalian, janganlah emosi ketika mendapatkan sebuah kritikan. Tenangkan pikiran kalian agar emosi kalian bisa dikendalikan.

         Kepopuleran memang sesuatu yang dapat membuat seseorang menjadi terlena dan sombong. Cobalah untuk mengontrol diri kalian, memang tidak mudah untuk mengontrol diri sendiri, apalagi saat menjadi terkenal yang membuat orang lain memuji kalian dan memungkin kalian terkena star syndrome. Meskipun demikian, terhindar dari gangguan star syndrome bisa saja, asal kalian dapat mengontrol diri kalian. Ingatlah bahwa kepopuleran yang sudah kalian dapatkan hanya sementara, akan selalu ada orang yang akan menggantikan posisi kalian. Jadi mulai sekarang bersikaplah rendah diri dan jangan sampai kepopuleran yang sudah didapatkan membuat kalian menjadi angkuh! Jika kalian masih terlena dengan kepopuleran yang membuat kalian menjadi angkuh dan sombong, ya, sudah. Tapi, apakah kalian siap pencapaian yang sudah kalian dapatkan akan hilang suatu saat nanti dan star syndrome membuat kalian tidak disukai oleh orang lain?

    Ikuti tulisan menarik Muhammad Mujiburochman lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.





    Oleh: Mulia Zachrie

    Jumat, 13 Januari 2023 21:58 WIB

    Digital Marketing di Era 4.0

    Dibaca : 448 kali