Prestasi Siswa Pelosok Sintang Finalis Tingkat Nasional Kihajar STEM 2022 - Pendidikan - www.indonesiana.id
x

julia roli sennang banurea

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 3 Desember 2021

Senin, 26 Desember 2022 15:04 WIB

  • Pendidikan
  • Topik Utama
  • Prestasi Siswa Pelosok Sintang Finalis Tingkat Nasional Kihajar STEM 2022

    Prestasi tidak hanya dilihat sebagai kesuksesan sejati, namun ketika terjatuh dan bangkit kembali, itulah proses sejatinya suatu kesuksesan. Prestasi yang diperoleh siswa-siswi pelosok (3t) ini menunjukkan bahwa mereka memiliki kualitas, mampu berkompetesi dengan sekolah yang berada di daerah yang lebih maju.

    Dibaca : 2.071 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    oleh: Julia Roli Sennang Banurea, S.Pd, Gr.

     

    Meraih prestasi adalah impian tiap generasi. Tidak memandang tempat, situasi dan kondisi, prestasi dapat dicapai. Prestasi merupakan hasil dari usaha yang telah dikerjakan dan diperoleh dari ragam kapabiliti. Seperti dari kemampuan intelektual, emosional, spiritual, ketahanan diri dalam menghadapi ragam aspek kondisi.

                Kreatif, pantang menyerah, dan inovatif adalah karakter yang harus dimiliki untuk meraih prestasi. Prestasi dapat dicapai dari belajar, kerja, seni, olahraga dan lainnya.

                Prestasi dapat diperoleh siapapun dan dimanapun. Meski di pelosok dengan akses terbatas, seperti prestasi yang diperoleh siswa-siswi kelas 5 SD N 06 Ransi Dakan, Kec. Sungai Tebelian, Kab. Sintang, Prov. Kalbar. Lolos hingga tahap final mewakili Kalimantan Barat bersama dengan SD Muhammadiyah II dari Kota Pontianak di bidang sains, teknologi, enginering dan matematika.

                Dua sekolah tersebut merupakan sekolah yang melaju hingga ke final pada Perlombaan Kita Harus Belajar (Kihajar) STEM (Science, Technology, Engineering, Math) tahun 2022 yang diadakan oleh  Pusdatin (Pusat Data Teknologi dan Informasi Pendidikan dan Kebudayaan) Kemendikbudristek.

                  Kihajar STEM, secara statistik diikuti oleh seluruh provinsi di Indonesia dan Sekolah Indonesia Luar Negeri. Terdapat 5253 peserta SD (1751 tim), 8346 peserta SMP (2782 tim), 11268 peserta SMA (3756), dan 3888 peserta (1296 tim).

                  Kihajar STEM dimulai dari Juli 2022 secara daring, hingga  pengumuman dan Anugrah Kihajar STEM 2022 di Bulan November. Tahap pertama adalah tahap basic. Setiap tim mengerjakan 20 soal (90 menit). 20 tim terbaik dari setiap jenjang di setiap provinsi masuk ke tahap intermediate.

               Tahap pertama, tim SD N 06 Ransi Dakan masuk 20 besar, yakni tim KALBAR.01.00029 di posisi 12 dan tim KALBAR .01.00028 berada di posisi 19. Tim yang ikut berkompetisi adalah 15 tim SD N 03 Pontianak Selatan, 6 Tim dari SD Muhammadiyah II (Kota Pontianak), 1 tim dari MIN 3 Sambas.

                     SD N 06 Ransi Dakan mengirim 2 tim dan 2nya lolos masuk 20 besar. Sekolah tersebut merupakan satu satunya sekolah yang berada di 3t (terdepan, terluar dan tertinggal) dari Kalbar yang lolos ke final. Tidak bersinyal dan tiada jaringan internet. Sehingga  untuk mendaftar lomba harus mencari ke wilayah yang memiliki sinyal. Biasanya tempat bersinyal di desa adalah di bukit yang penuh dengan pepohonan dan disekitar  penampungan air.

                                        

                      Foto 1. Peserta didik dan guru mencari sinyal di bukit

               Guru juga harus berjuang memperoleh data siswa dengan menghubungi penjaga sekolah di desa yang memiliki jaringan. Beliau pergi langsung ke rumah para siswa yang ikut lomba untuk mendata. Guru pembimbing menanti di kota untuk bisa daftarkan peserta didik di area bersinyal.

                 Ketika mendaftar di desa, sering kali mengalami kegagalan karena gangguan sinyal. Reload, ulang berkali-kali hingga berjam-jam adalah hal biasa. Mencoba lagi dihari berikut agar bisa mendapatkan sinyal. Karena jaringan sangat lambat dan kadang hilang total. Terkhusus saat hujan dan angin kencang, sinyal sulit untuk didapatkan.

                   Pada tahap intermediate/tahap ke dua. 20 tim terbaik dari setiap jenjang di setiap provinsi mengerjakan 20 soal (90 menit). 2 tim terbaik dari setiap jenjang di setiap provinsi akan masuk ke final.

                   Tahap ke 2, SD N 06 Ransi dakan melalui Tim KALBAR .01.00029, masuk di posisi 2 dari seluruh tim se-Kalbar. Meski dengan keterbatasan akses dan jaringan, kepala sekolah dan semua guru membantu hingga mengantar semua tim ke Kota Sintang. Ragam resiko harus dihadapi karena membawa anak-anak keluar dari desa. Seperti siswa yang mabuk laut, siswa yang sulit dihubungi (ganguan sinyal) saat hendak berangkat ke kota.

                 Bahan untuk praktikum juga sangat terbatas sehingga guru dan tim, menggunakan barang bekas untuk membuat alat peraga saat final. Guru juga membawa alat peraga ke Kota Sintang untuk ditampilan di depan dewan juri saat zoom. Semua guru saling membantu, karena sinyal terkadang membuat sekolah ketinggalan informasi.

                Tahap final, 2 tim terbaik dari 4 jenjang di tiap provinsi mengikuti tahap pembuatan Video Tematik berbasis STEM dan presentasi. Salah satu Tim dari SD N 06 Ransi Dakan  melaju mewakili Kalimantan Barat ke babak final.

               Tim dari Ransi memilih judul eksperimen “ Proyek Alper Peredaran Darah Manusia.” Tim mengambil materi ini karena ada seorang siswi kelas 5 yang menderita penyakit kebocoran jantung. Sehingga dengan mengangkat materi ini akan memberi motivasi pada siswi tersebut untuk tetap bertahan dan mengajari peserta didik lainnya untuk menjaga kesehatan jantung. Berikut adalah sinopsis dari proyek alat peraga ini.

    *Tujuan Riset adalah :

    • Menciptakan proyek alper peredaran darah, untuk mengetahui ilmu tentang peredaran darah.
    • Memberi semangat pada seorang siswi penderita kebocoran jantung dan memotivasi kepada keluarga yang merawat.
    • Melihat kolaborasi proyek alper dan senam jantung menciptakan pola hidup yang sehat sesuai dengan semboyan “di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat”.

    *Metode yang digunakan dalam mengumpulkan data atau informasi adalah bersifat kualitatif, interview dan observasi langsung.

    *Proyek berbasis STEM dengan alur EDP (engineering design process) ini berisi ilmu tentang  gambaran peredaran darah secara konkrit.  Berikut ini adalah proses kerja tim:

    1. Mengidentifikasi masalah (Ditemukan seorang siswa kelas 5 berwajah pucat, sering tidak masuk ke sekolah).
    2. Penyelidikan terhadap masalah ( Setelah diselidiki dan konsultasi dengan orang tuanya, peserta didik tersebut bernama Aini menderita kebocoran jantung/ hasil pemeriksaan dari Rumah Sakit Pratama Sintang dan Rumah Sakit Rujukan)
    3. Penyelidikan terhadap masalah dari ragam referensi (Bacaan Pojok, perpustakaan, TV Edukasi, konsultasi dengan Ibu Guru)
    4. Menentukan alternatif solusi masalah:
    5. Membuat proyek alper peredaran darah manusia dari bahan sederhana
    6. Senam jantung
    7. Membuat prototipe

                                        

                            Gambar 1. Disain Prototipe Peredaran Darah

    *Proses pembuatan alat peredaran darah sesuai prototipe:

    • Menyiapkan alat dan bahan

    Styrofoam, wadah kosong, botol kosong, air, solder, tanda panah, kertas HVS, gunting,  penggaris, isolatif, lem kertas, cutter, pewarna makanan, alat dan lem tembak, pensil/pulpen/spidol

    • Mendisain gambar organ tubuh paru-paru, jantung dan manusia di styrofoam 3 lapis
    • Memotong styrofoam sesuai bentuk gambar dan mewarnai organ
    • Melubangi styrofoam besar menggunakan solder (2 titik di dekat gambar samping kiri dan kanan paru-paru, 4 titik di dekat daerah jantung (dekat serambi kiri, bilik kiri, serambi kanan, bilik kanan), 2 titik di dekat gambar samping kiri dan kanan manusia)
    • Memasukkan selang sesuai siklus peredaran darah dan pewarna makanan (merah) ke botol kosong serta melubangi tutup botol menggunakan solder.
    • Ujung selang bagian belakang styrofoam (menuju bagian paru-paru) dimasukkan ke botol yang berisi pewarna.
    1. Uji coba dan evaluasi prototipe
    • Botol ditekan, namun darah belum juga mengalir. Sehingga peserta didik berdiskusi kembali dan membaca buku referensi, serta melihat alper untuk menemukan faktor penyebab kegagalan
    1. Perbaikan prototipe.

    Hal pertama ditemukan, ternyata tutup botol yang dilubangi harus diberi lem tembak untuk menutupi pinggiran lubang sehingga darah tidak keluar dari botol.

    • Alat peraga sukses diciptakan dengan semangat try and error, dan akhirnya berhasil.
    1. Sosialisasi solusi : Membawa alper tersebut kerumah Aini sehingga dia semakin semangat untuk menjaga kesehatan jantung. Di sekolah juga diadakan senam jantung untuk mendukung Aini agar dia sehat dan semangat bertahan.

     

                                     

                                    Foto 2. Keberhasilan Alper Darah dan Jantung

              Setelah selesai membuat alat peraga dan divideokan, dewan juri menentukan tanggal persentasi. Saat zoom diadakan disekolah, sinyal terganggu dan hilang total. Berulang kali hal ini terjadi, menghabiskan waktu menggangu aktivitas online.  Sehingga kepala sekolah dan guru memutuskan untuk membawa siswa/siswi  ke kota untuk mencari sinyal.

               Dewan juri memberikan kesempatan kepada siswa untuk menjelaskan proyek. Dewan juri juga bertanya tentang proyek tersebut. Saat penganugrahan Kihajar STEM live, disebutkan terdapat 5 pemenang tiap jenjang.

              Tim Ransi Dakan harus tetap bersemangat di posisi finalis. Tim Ransi dan guru pembimbing mendapatkan piagam penghargaan dari Pusdatin Kemdikbudristek dan masih dalam proses penantian souvenir dari panitia.

              Simpulan dalam tulisan ini adalah bahwa prestasi dapat diraih dengan sikap pantang menyerah. Sinyal, jaringan, akses terbatas, wilayah pelosok, tidak menghalangi siapapun untuk berhasil. Selalu berani mencoba ide-ide baru. Meski hambatan membuat ragam hal terbatas, dengan berjuang, tekun, tidak putus asa akan membuat semua mudah.

            Prestasi tidak hanya dilihat sebagai kesuksesan sejati, namun ketika terjatuh dan bangkit kembali, itulah proses sejatinya suatu keberhasilan.

                                         

                                                       Foto 3. Penyerahan Piagam

            Prestasi yang diperoleh siswa-siswi pelosok ini menunjukkan bahwa mereka  memiliki kualitas, mampu berkompetesi dengan sekolah yang berada di daerah yang lebih maju.  Salam dari guru dan siswa 3T. Semoga bisa memberi inspirasi.

    Ikuti tulisan menarik julia roli sennang banurea lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.