Menanti Laga Cerdas Menghibur Timnas vs Vietnam - Olah Raga - www.indonesiana.id
x

STy

Supartono JW

Pengamat
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Kamis, 5 Januari 2023 19:28 WIB

  • Sport
  • Topik Utama
  • Menanti Laga Cerdas Menghibur Timnas vs Vietnam

    Semoga ada keajaiban di tubuh pemain berlabel pemilik tabiat buruk dan bebal, mereka akan dapat hidayah menjadi bertabiat benar dan baik serta cerdas, rendah hati, tahu diri, dan tahu malu saat diturunkan STy meladeni Vietnam. Sehingga Timnas Indonesia bermain cerdas TIPS, kolektif, menang permainan dan menang gol. Menghibur dan dapat menyenangkan publik sepak bola nasional yang rela merogoh kocek membeli tiket hadir ke stadion dan publik sepak bola nasional yang menonton dari layar kaca. Bukan disuguhi pertunjukkan sepak bola penuh drama kebodohan. Aamiin.

    Dibaca : 653 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Bila seseorang tidak memiliki niat dari hati dan pikirannya sendiri untuk dapat mengubah tabiat buruk dan kebebebalannya, meski sudah bercermin, dididik, dibina, diceramahi, dinasihati, ditegur, dimarahi, dll, tetapi hati dan otaknya tetap "tidak sampai", kita seperti berhadapan dan menghadapi "batu". (Supartono JW.05012023)

    Laga timnas Indonesia menjamu timnas Vietnam dalam babak semifinal Leg 1 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jumat 6 Januari 2023, pukul 19.30 WIB dipastikan akan menjadi laga panas dan keras. Arti panas di sini adalah suhu permainannya, terlebih, di samping kualitas TIPS para pemain Vietnam yang mumpuni, untuk menang atau tidak kalah, bila merasa mentok, anak-anak The Golden Star, biasanya akan menambah dengan aksi licik, memprovokasi pemain Indonesia dengan memancing emosinya. Tidak peduli mereka bertindak sebagai tim tamu.

    Tabiat buruk dan bebal untungkan Vietnam?

    Sepanjang sejarah Piala AFF (Piala Tiger), Timnas Indonesia dan Timnas Vietnam sudah bentrok 10 kali. Catatannya, hasil yang ditorehkan Vietnam buruk, karena hanya mampu mengalahkan Indonesia satu kali di turnamen paling bergengsi di Asia Tenggara ini.

    Satu-satunya kemenangan Timnas Vietnam atas Timnas Indonesia dengan skor 3-2 adalah pada laga perebutan tempat ketiga Piala AFF 1996 atau 27 tahun yang lalu. Selebihnya, hanya mampu meraih enam hasil imbang dan tiga kali kalah dalam sembilan pertemuan terakhir melawan Timnas Indonesia di panggung Piala AFF.

    Atas catatan buruk ini, sejatinya menjadi momentum baik bagi timnas Indonesia untuk melanjutkan catatan manis pada pertemuan ke-11. Terlebih Garuda akan tampil di hadapan publik sendiri.

    Namun, catatan buruk Vietnam atas Indonesia, bisa jadi akan menjadi manis, bila anak-anak asuhan Shin Tae-yong (STy) tidak dapat mengubah tabiat buurk menjadi tabiat benar dan baik.

    Pasalnya, dengan karakter tabiat buruk yang sangat lengket di hati dan pikiran sebagian besar pemain Indonesia selama empat laga fase grup, hingga publik sepak bola nasional disuguhi drama-drama keegoisan dan adegan-adegan membuang peluang mencipta gol yang sangat piawai ditunjukkan pemain Indonesia, rasanya sulit Garuda akan menang.

    Andai STy telah mengajak para pemain menonton siaran ulang empat laga fase grup, agar bercermin, sekaligus menunjuk jidat para pemain yang egois, rendah hati, dan pikiran, mungkin itu akan membantu mengetuk kesadaran pemain yang bebal.

    Tetapi bila itu tidak dilakukan, maka pemain yang bebal, saya yakin akan unjuk kebebalanya lagi di laga versus Vietnam. Sebab, publik sepak bola nasional, para praktisi, hingga pengamat, yang sudah berteriak saja dianggap angin lalu. Masuk telinga kanan langsung ke luar telinga kiri. Atau para pemain memang tidak membaca berita tentang dirinya. Tidak bercermin.

    Atau para pengurus PSSI juga tidak membimbing para pemain atau masukan dari publik tidak disampaikan ke pemain, hingga para pemain nampaknya tetap tidak tahu diri dan tidak punya rasa malu atas tabiat buruk dan kebebalannya.

    Memang, bila seseorang tidak memiliki niat dari hati dan pikirannya sendiri untuk dapat mengubah tabiat buruk dan kebebebalannya, meski sudah bercermin, dididik, dibina, diceramahi, dinasihati, ditegur, dimarahi, dll, tetapi hati dan otaknya tetap tidak sampai, kita seperti berhadapan dan menghadapi batu.

    Apakah laga kelima, para pemain bertabiat buruk dan bebal yang mau tidak mau akan diturunkan oleh STy dapat secara instan mengubah tabiat buruk menjadi tabiat benar dan baik serta bermain cerdas TIPS alias tidak bebal lagi?

    Sebab, modal tabiat benar dan baik serta cerdas TIPS saja belum cukup untuk membawa Garuda menang atau minimal imbang dari Vietnam. Pun menjadi tuan rumah, dukungan suporter juga tidak akan berpengaruh bila daya juang, semangat, ngotot secara kolektivitas tim tidak dilakukan, karena Vietnam biasanya dengan kecerdasan TIPSnya, akan ada bumbu liciknya demi tidak kalah atau imbang dari Indonesia.

    Indonesia belum menang atas Park Hang-seo

    Kendati dalam ajang Piala AFF, statistik Indonesia lebih unggul dari Vietnam, namun sejak Vietnam ditukangi Park Hang-seo (PHs), PHs tidak khawatir atas statistik buruk yang sudah 27 tahun belum pecah. PHs justru optimistis mampu memutus kutukan 27 tahun tidak pernah menang Vietnam saat bertemu Indonesia pada semifinal Piala AFF 2022.

    Pasalnya, sejak dirinya menukangi Vietnam, di tangan PHs, Vietnam tidak pernah kalah dari Indonesia.

     "Statistik Vietnam sudah lama tidak pernah mengalahkan Indonesia di Piala AFF sangat bagus," kata Park Hang-seo dikutip dari Bongda 24H. "Kami bisa memecahkan statistik itu. Indonesia adalah lawan yang sulit. Namun, saya yakin kami bisa mengalahkan Indonesia," ucap Park Hang-seo.

    "Selama menjadi pelatih Vietnam, saya tidak pernah kalah dari Indonesia," tutur pelatih berusia 64 tahun itu menambahkan.

    Benar, Timnas Vietnam memang tidak pernah kalah dari Indonesia pada era kepelatihan PHs. Secara keseluruhan, Park Hang-seo sukses mengantar timnas Vietnam enam kali mengalahkan Indonesia dari total tujuh pertemuan. Statistik di atas adalah gabungan dari level timnas U-22/23 hingga senior. Di antara keberhasilan PHs mengalahkan Indonesia bersama Vietnam terjadi pada final SEA Games 2019. PHs kala itu sukses mengantar timnas U-22 Vietnam mencukur Indonesia tiga gol tanpa balas.

    Catatan belum pernah kalah dan sudah menang enam kali atas Indonesia di semua level umur, bukan hal sepele. Tentu, PHs berupaya menambah prestasi menangnya atas Indonesia di leg pertama nanti.

    Terlebih, PHs nampaknya di atas angin, karena pasukan Indonesia sedang dilanda penyakit kronis, tabiat buruk dan bebal yang dengan mudah akan dipancing emosinya oleh anak-anak Vietnam yang cerdas plus licik.

    Sebagai pecinta sepak bola nasional, saya berdoa dan berharap, semoga ada keajaiban di tubuh pemain berlabel pemilik tabiat buruk dan bebal, mereka akan dapat hidayah menjadi bertabiat benar dan baik serta cerdas, rendah hati, tahu diri, dan tahu malu saat diturunkan STy meladeni Vietnam.

    Sehingga Timnas Indonesia bermain cerdas TIPS, kolektif, menang permainan dan menang gol. Menghibur dan dapat menyenangkan publik sepak bola nasional yang rela merogoh kocek membeli tiket hadir ke stadion dan publik sepak bola nasional yang menonton dari layar kaca. Bukan disuguhi pertunjukkan sepak bola penuh drama kebodohan. Aamiin.

    Yakin, diladeni dengan tabiat yang benar dan baik serta cerdas TIPS, Vietnam akan pulang dengan kekalahan.

    Ikuti tulisan menarik Supartono JW lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.