Mengemas Pembelajaran Menyenangkan Melalui Permainan - Pendidikan - www.indonesiana.id
x

Praktik pembelajaran yang menyenangkan

Anita Rakhmi Shintasari

Guru BK SMPN 22 Semarang-Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 1 Desember 2021

Rabu, 11 Januari 2023 18:09 WIB

  • Pendidikan
  • Topik Utama
  • Mengemas Pembelajaran Menyenangkan Melalui Permainan

    Memaknai belajar bagi anak usia SMP kadang membuat mereka merasa tertekan dan kurang semangat, karena belajar sering diartikan dengan tugas dan ujian. Lalu, apa yang harus kita lakukan sebagai seorang pendidik atau guru agar murid lebih bersemangat dalam belajar?

    Dibaca : 447 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Bukan hal yang mudah memang memperbaiki pola pikir pada anak atau lebih tepatnya murid terkait dengan kegiatan belajar. Beragam program yang telah diinisiasi untuk mendorong guru sebagai pendidik untuk melakukan inovasi dalam pembelajaran agar murid lebih semangat dan dapat mengembangkan diri dengan maksimal belum sepenuhnya memenuhi harapan. Namun demikian, secara pribadi, saya tidak ingin menyerah kalah sebelum memaksimalkan semua kemampuan yang saya miliki agar dapat menyajikan pembelajaran yang menyenangkan dan tentunya berpihak pada murid.

    Sebagai menu awal pembuka di semester genap ini, sebagai guru bimbingan konseling, saya menyampaikan materi terkait perlunya diagnostik kesiapan belajar di kelas VIII. Dalam rancangan pembelajaran yang saya buat, saya tidak hanya menyiapkan angket untuk dianalisis, tetapi juga rangkaian tindak lanjutnya. Dari angket yang saya sebarkan (saya buat pakai aplikasi quizziz), nampak bahwa secara umum murid siap untuk belajar kembali disekolah, tetapi baru sebagian kecil yang sudah dapat merumuskan strategi yang akan mereka lakukan agar dapat memperbaiki prestasi belajarnya.

    Dari hasil tersebut, saya lakukan tindak lanjut melalui permainan "Benteng takeshi ala saya". Dalam permainan ini, murid belajar bersama dalam tim yang terbentuk berdasarkan pencapaian prestasi belajar versi mereka (sesuai KKM, Tidak sesuai harapan dan sangat memuaskan). Dalam tim mereka dapat saling mengamati dan belajar bagaimana sebaiknya memenangkan sebuah tantangan dengan memaksimalkan kemampuan atau kekuatan yang dimiliki. Disamping itu, murid juga termotivasi untuk dapat memenangkan tantangan sebagai bukti kekompakan, kelihaian dan kebanggaan mereka. 

    Soal yang diberikan seputar pengetahuan umum yang terkait dengan mata pelajaran di sekolah, dari sini nampak sekali bagaimana penguasaan mereka terhadap materi yang mereka telah dapatkan di semester sebelumnya. Melalui permainan kelompok dan peran yang dibagi berdasarkan kesukarelaan, membelajarkan murid untuk dapat saling menghargai, bekerjasama dan juga belajar menerima kekalahan.

    Untuk materi pembuka, saya merasa cukup gembira dengan hasilnya, paling tidak dengan alokasi waktu 2x 40 menit per minggu yang terpisah-pisah harinya, boleh dikata cukup bagus hasilnya. Rencana awal tersampaikan dalam 2 kali pertemuan (4 x 40 menit) dapat terealisasi tepat waktu. Artinya, 2 minggu pertama kegiatan pemanasan dapat berjalan sesuai harapan.

    Respon murid, tentu saja bisa ditebak, mereka sangat antusias dan senang sekali. Bahkan ada yang usul, bagaimana jika jam layanan BK tidak hanya 2 jam per minggu, tetapi jadi 4 jam per minggu, karena seru dan menyenangkan. Sebagai guru , saya sampaikan, jika masih ingin bertemu guru BK bisa memanfaatkan layanan kelompok atau individual yang diselenggarakan diluar jam klasikal. Semangat murid dan apresiasi mereka menjadi motivasi bagi saya untuk lebih baik lagi dalam memberikan layanan BK yang menyenangkan dan berpihak pada murid. Salam Merdeka Belajar

    Ikuti tulisan menarik Anita Rakhmi Shintasari lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.