Mengantisipasi Pergaulan Bebas di Kalangan Remaja

Kamis, 12 Januari 2023 19:55 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Remaja adalah generasi penerus bangsa yang nantinya akan membangun indonesia lebih baik dan lebih maju lagi, jadi bila pergaulan bebas ini sudah membudaya maka hal tersebut perlu kita cegah agar jangan sampai bangsa indonesia ini rusak oleh para remaja yang bertindak senonoh hingga merusak diri mereka sendiri dan juga merusak negaranya sendiri.Lingkungan keluarga adalah lingkungan yang berperan penting dalam memberikan pondasi yang kuat bagi para remaja. pada masa iya masih kecil sebenarnya harus di berikan perhatian yang lebih agar nantinya ketika sudah dewasa tidak sampai terjerumus dalam pergaulan bebas

Mengantisipasi Pergaulan Bebas Di Kalangan  Remaja

Pendahuluan

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Latar Belakang

Remaja adalah generasi penerus bangsa yang nantinya akan membangun indonesia lebih baik dan lebih maju lagi, jadi bila pergaulan bebas ini sudah membudaya maka hal tersebut perlu kita cegah agar jangan sampai bangsa indonesia ini rusak oleh para remaja yang bertindak senonoh hingga merusak diri mereka sendiri dan juga merusak negaranya sendiri.Lingkungan keluarga adalah lingkungan yang berperan penting dalam memberikan pondasi yang kuat bagi para remaja. pada masa iya masih kecil sebenarnya harus di berikan perhatian yang lebih agar nantinya ketika sudah dewasa tidak sampai terjerumus dalam pergaulan bebas

Usia remaja adalah usia yang rawan khususnya di dalam pergaulan. Kemajuan teknologi juga akan memicu luasnya pergaulan. Pada saat ini, pergaulan bebas sudah menjadi bahaya paling utama yang dihadapi oleh kalangan remaja. Bukan hanya itu, pergaulan bebas juga dapat menimbulkan kekhawatiran para orang tua. Usia remaja yang masih labil memang akan sangat mudah untuk dibodohi pergaulan.

Saat ini semakin banyak remaja yang terjerumus dalam pergaulan bebas, bahkan tidak sedikit para remaja yang terjerumus ke dalam pergaulan bebas melakukan seks bebas (free sex) dan menggunakan  narkoba, hal tersebut dikarenakan terlalu jauhnya kebebasan mereka dalam bergaul, faktor utamanya adalah kurangnya pemahaman masyarakat saat ini terhadap batas-batas pergaulan antara pria dan wanita. Disamping itu didukung oleh arus moderenisasi yang telah mengglobal dan lemahnya benteng keimanan kita mengakibatkan masuknya budaya asing tanpa penyeleksian yang ketat. Biasanya para remaja melakukannya karena memiliki rasa ingin tahu yang tinggi sehingga mempunyai keinginan mencoba hal-hal baru. Seperti seks bebas, mereka melihat adegan-adegan yang melanggar agama akhirnya nafsu mereka bergerak dan ingin mencobanya. Merekapun melakukan hal itu bukan dengan pasangannya yang sah tetapi dengan pacar mereka. Mereka juga mencoba menggunakan narkoba karena keinginannya untuk mencoba atas tuntutan dari teman bergaulnya dan akhirnya membuat mereka ketagihan, untuk itu kami mencoba mengangkat judul pergaulan bebas dikalangan remaja, agar para pembaca terkhususnya para remaja untuk menghindari pergaulan bebas dan tahu dampak dari pergaulan bebas tersebut.

 

Pembahasan

# Pengertian pergaulan

Pergaulan merupakan proses interaksi yang dilakukan oleh individu dengan individu, dapat juga oleh individu dengan kelompok. Seperti yang dikemukakan oleh Aristoteles bahwa manusia sebagai makhluk sosial (zoon-politicon), yang artinya manusia sebagai makhluk sosial yang tak lepas dari kebersamaan dengan manusia lain. Pergaulan mempunyai pengaruh yang besar dalam pembentukan kepribadian seorang individu. Pergaulan yang ia lakukan itu akan mencerminkan kepribadiannya, baik pergaulan yang positif maupun pergaulan yang negatif. Pergaulan yang positif itu dapat berupa kerjasama antar individu atau kelompok guna melakukan hal – hal yang positif. Sedangkan pergaulan yang negatif itu lebih mengarah ke pergaulan bebas, hal itulah yang harus dihindari, terutama bagi remaja yang masih mencari jati dirinya. Dalam usia remaja ini biasanya seorang sangat labil, mudah terpengaruh terhadap bujukan dan bahkan dia ingin mencoba sesuatu yang baru yang mungkin dia belum tahu apakah itu baik atau tidak.  

 

  1. Memperkuat Pendidikan Agama

Anak yang mempunyai dasar pendidikan agama serta moral yang kokoh tidak akan mudah terjerumus ke dalam pergaulan bebas, karena ia tahu dan bisa membedakan hal yang benar dan salah. Pendidikan agama dan moral dapat memperkuat iman seseorang sejak dini. Jika sejak kecil seseorang telah tertanam mengenai pengertian benar dan salah, biasanya ia akan dapat menghindari pergaulan bebas yang jelas – jelas merupakan hal yang tidak benar.

  1. Memilih Teman

Seperti telah disebutkan diatas, pemilihan teman yang kurang sesuai akan mempermudah seseorang terjerumus ke dalam pergaulan yang bebas. Karena itulah penting untuk memilih teman dan mengenali tipe kepribadian manusia yang sekiranya dapat memberikan pengaruh positif, seperti bagaimana cara menjadi pribadi yang menyenangkan .

  1. Mempererat Hubungan Orangtua dan Anak

Hubungan orang tua dan anak yang erat secara langsung akan memberikan pengawasan yang lebih baik kepada anak. Jika anak dekat dan terbuka dengan orang tua, mereka akan dapat langsung bertanya mengenai berbagai macam persoalan bahkan yang dianggap sensitif dan tabu seperti seks bukannya mencari informasi yang bisa jadi menyesatkan pada pihak lain.

  1. Memberikan Pendidikan Seks Pada Anak dan Remaja

Keingin tahuan remaja mengenai hal yang berkaitan dengan seksualitas terkadang tidak mendapatkan penyaluran yang benar, sehingga mereka terkadang akan mencari tahu melalui jalan yang salah. Informasi yang berkaitan dengan seksualitas sepatutnya didapatkan anak sejak dini, tentu saja disesuaikan dengan bahasa yang cocok dengan usia anak. Dengan demikian mereka juga dapat mengetahui bahaya dan akibat dari pergaulan bebas.

  1. Menghindari Lingkungan yang Tidak Kondusif

Setelah keluarga, tempat anak bersosialisasi adalah lingkungan. Jika anak berada pada lingkungan yang positif, yaitu yang memegang teguh  maka ia juga akan mencontoh hal yang positif tersebut dan sebaliknya. Apabila anak berada pada lingkungan yang tidak kondusif maka pengaruh dari lingkungan tersebut bisa membuatnya menjadi berperilaku menyimpang dari norma sosial yang ada.

  1. Memperluas Pengetahuan

Ada kutipan yang menyatakan bahwa knowledge is power, artinya pengetahuan adalah kekuatan yang akan membuka cakupan wawasan yang luas. Seseorang akan mudah menentukan pilihan hidupnya karena ia sudah mengetahui banyak tentang berbagai sisi dan dampak dari pilihan – pilihan yang dia buat. Sebaliknya, apabila seseorang hanya memiliki sedikit pilihan, ia tidak akan tahu bahwa ada banyak pilihan yang lebih baik untuk kehidupannya. Misalnya, jika ia tidak mempunyai pilihan lain selain gaya hidup bebas, maka ia tidak akan dapat melakukan cara menghindari pergaulan bebas.

Bagikan Artikel Ini
img-content
Vani Ali ridho863

Penulis Indonesiana

0 Pengikut

Baca Juga











Artikel Terpopuler











Terpopuler di Peristiwa

img-content
img-content
img-content
Lihat semua