Miris, Ratusan Pelajar Hamil di Luar Nikah - Analisis - www.indonesiana.id
x

sumber ilustrasi: motherandbaby.co.uk

Faiz Zaky Iqbal Al Ilham

Mahasiswa
Bergabung Sejak: 7 September 2022

Jumat, 13 Januari 2023 22:15 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Miris, Ratusan Pelajar Hamil di Luar Nikah

    Oleh : Faiz Zak Iqbal Al Ilham ( Aktivis Pelajar NU Tangsel ) Belakangan ini, berita mengejutkan muncul dari daerah yang terletak di sebelah barat provinsi jawa timur yakni Ponorogo. Berita yang memenuhi jagad media nasional tersebut berisikan tentang ratusan pelajar SMP dan SMA yang mengajukan dispensasi pernikahan dini ke pengadilan agama diakibatkan hamil diluar nikah.

    Dibaca : 560 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Oleh : Faiz Zaky Iqbal Al Ilham (Aktivis Pelajar NU Tangsel)

    Belakangan ini, berita mengejutkan muncul dari Ponorogo. Berita yang memenuhi jagad media nasional tersebut berisikan tentang ratusan pelajar SMP dan SMA yang mengajukan dispensasi pernikahan dini ke pengadilan agama diakibatkan hamil diluar nikah.

    Berita tentang banyaknya pelajar SMP dan SMA yang hamil diluar nikah itu dilatarbelakangi hubungan pacaran dilanjut dengan hubungan seksual yang mengakibatkan terjadinya hamil diluar nikah.

    Tidak hanya di Ponorogo, Kasus mengenai pelajar hamil juga terjadi di beberapa kota besar di Indonesia. Dilansir dari berita-berita yang tersebar di media nasional, Kota di Indonesia dengan jumlah pelajar hamil di luar nikah terbanyak pertama adalah Kota Tangerang Selatan. Jumlah kehamilan pelajar di kota ini mengalami peningkatan yang signifikan. Data terakhir pada akhir 2021 tercatat sekitar 276 kasus hamil diluar nikah. Ditambah lagi dengan Kota Jogjakarta. Berdasarkan data yang ada, Jogjakarta atau yang dikenal dengan sebutan Kota Pelajar ini mendapati angka kehamilan pada 2022 ini sebanyak 45.589 kasus.

    Dari jumlah tersebut, tercatat sebanyak 1.032 kasus atau sekitar 2,3 persennya masuk dalam kategori hamil diluar nikah di mana salah satu adalah dari kalangan pelajar di Jogjakarta. Padahal, para pelajar tersebut diharapkan generasi emas penerus bangsa tapi malah terjebak dalam perbuatan buruk dan tercela. Pelajar adalah remaja pencari identitas dan eksistensi diri. 

     

    Pentingnya Peran Orang Tua dan Guru Dalam Pendidikan

    Orang tua dan guru merupakan pendidik utama bagi anak terutama remaja yang menuju fase dewasa dalam segala hal. Peran orang tua dan guru menjadi sangat penting terutama sebagai agent of control bagi perilaku para remaja. Apalagi remaja awal (adolescence) yang memiliki banyak keinginan.

     

    Foto : Kegiatan Literasi Keagamaan terhadap Remaja dan Anak-anak

    Foto : Kegiatan Literasi Keagamaan terhadap remaja dan anak-anak

     

    Orang tua dan guru sebagai pelaku langsung pendidikan memiliki peran dalam menanggulangi kenakalan remaja.

    Dari kasus diatas, tak jarang terdapat beberapa alasan yang memang bersumber dari kurang edukasi dan bimbingan orang tua dan guru. Orang tua dan guru harusnya menjadi Icon Model atau teladan bagi para anak dan remaja. 

    Banyak cara yang bisa dilakukan dalam membina pergaulan dan keseharian anak terutama anak yang menuju fase dewasa. Contohnya menjalin komunikasi yang efektif dengan anak dan remaja, mencontohkan perilaku yang baik, mengajarkan ajaran nilai agama dan norma hidup yang baik, dan menjalin hubungan khusus agar tahu permasalah anak dan remaja.

     

    Pentingnya literasi digital terhadap remaja dan peserta didik

     

    Perkembangan teknologi semakin berkembang pesat, akses untuk berkomunikasi dan mendapatkan informasi bisa didapatkan secara cepat dan mudah dalam dunia digital.

    Kemajuan teknologi mengakibatkan munculnya perilaku ketergantungan dan konsumtif yang melahirkan banyak perilaku menyimpang terutama pada anak-anak dan remaja yang sedang berada dalam tahap play stage atau meniru perilaku yang mereka lihat, dengar, dan terima dari lingkungan sekitarnya. Maraknya digitalisasi tanpa bimbingan yang jelas dan filter yang ketat mengenai batasan umur sesuai substansi konten yang akan dikonsumsi, membuat banyak anak di bawah umur tanpa sadar terpengaruh untuk melakukan kejahatan. Proses digitalisasi yang begitu masif membuat anak-anak dan remaja mendapatkan informasi dari dalam maupun luar negeri secara mudah.

     

    Oleh karena itu, edukasi literasi digital sangat diperlukan bagi kalangan remaja yang menuju dewasa. Terutama dalam edukasi pendidikan seksual yang akhir-akhir ini marak terjadi yang dimana korbannya adalah remaja dan pelajar di Indonesia.

    Ikuti tulisan menarik Faiz Zaky Iqbal Al Ilham lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.