Membentuk Pola Komunikasi Efektif dalam Konflik Hubungan Pasangan Menikah Jarak Jauh - Humaniora - www.indonesiana.id
x

LDR

Delima Asri Musfira

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 16 Januari 2023

Senin, 16 Januari 2023 18:09 WIB

  • Humaniora
  • Topik Utama
  • Membentuk Pola Komunikasi Efektif dalam Konflik Hubungan Pasangan Menikah Jarak Jauh


    Dibaca : 324 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Pasangan yang berhubungan jarak jauh seringkali dilanda perselisihan, karena jarak selalu menjadi faktor utama saat konflik tercipta. Konflik memang selalu terjadi di kehidupan sehari-hari antara teman dekat, kaka dengan adik, ayah dengan ibu, orang tua dengan anak, dan pasangan suami istri. Keseharian manusia selalu ditemani dengan berbagai persoalan, yang akhirnya akan memicu keretakan hubungan atau akan mempererat hubungan yang terjadi. Akhir dari konflik yang terjadi, tergantung bagaimana penanganan dan manajemen kondisi konflik tersebut. Sumber konflik harus dicari dan kemudian dipelajari agar menghasilkan solusi, serta tidak mengulangi konflik yang sama.

    Konflik biasanya timbul karena ketidakmampuan manusia dalam berkomunikasi sehingga tidak berjalan efektif sebagaimana mestinya. Komunikasi efektif adalah komunikasi yang terjalin antara komunikator dengan komunikan yang saling mempengaruhi terhadap pesan yang disampaikan oleh satu sama lain. Sebagaimana judul yang dipaparkan terkait artikel ini, maka isi dari artikel ini bertujuan agar memberi pemahaman lebih bagi para pasangan jarak jauh dan bisa juga untuk calon pasangan yang semisal akan menjalani hubungan jarak jauh di kemudian hari.

    Sebagai makhluk sosial, manusia dikodratkan untuk hidup bermasyarakat dan harus menjalani interaksi dengan manusia lainnya. Maka komunikasi merupakan unsur penting dalam kehidupan sosial. Mempelajari komunikasi berarti meningkatkan kemampuan berkomunikasi, mulai dari memahami eskpresi, gestur tubuh, menambah diksi kata, serta menambah pengalaman hidup.

    Pada dasarnya setiap individu dalam hubungan pernikahan pasti pernah terlibat konflik. Terlebih lagi pernikahan yang masih awal, yaitu tahap-tahap rawan 5 tahun awal pernikahan karena masih selalu terjadi penyesuaian satu sama lain. Penyesuaian bagi pasangan jarak jauh akan dirasa sebagai suatu hal yang sulit, karena dilakukan dengan berjauhan dan harus memiliki keteguhan serta sabar yang tinggi. Pasangan menikah yang menjalankan hubungan jarak jauh, harus saling memiliki komitmen tinggi. Dalam mempertahankan komitmen sangat dibutuhkan kepercayaan, keterbukaan, kejujuran dan kesetiaan terhadap satu sama lain.        

    Dalam artikel ini, saya sebagai penulis menerapkan strategi menang-menang untuk membentuk pola komunikasi efektif dalam konflik hubungan pasangan menikah jarak jauh. Karena dengan strategi menang-menang dapat diartikan bahwa hubungan menikah jarak jauh yang sedang mengalami konflik akan mendapat solusi terbaik, dan memuasakan kebutuhan, serta melindungi kesehatan mental. Melalui strategi ini, kegundahan dari masing-masing pasti terluapkan dan diakhiri dengan saling menerima sehingga dapat dikatakan menang-menang karena sama-sama menang.

    Dengan strategi menang-menang, harus didampingi beberapa faktor berikut, amarah yang terkontrol akan membuat pola komunikasi efektif, karena rendahnya emosi akan membuat nada bicara yang terjadi juga rendah dan akan membuat pasangannya tidak meledak-ledak. Pikiran harus disortir agar selalu jernih dan menghasilkan diksi yang bagus saat berdebat konflik. Ketegaran hati serta kelapangan dada untuk sabar juga harus diterapkan.

    Dari berbagai solusi yang sudah disebutkan, Komunikasi adalah jalan yang pastinya menjadi solusi utama. Maka, komunikasi menjadi faktor utama yang harus dijalankan selama berhubungan jarak jauh. Terapkan komunikasi efektif di setiap harinya, mulai dari selalu saling mengabari, mengekspresikan isi hati apabila dirasa ada yang tidak mengenakkan dari pasangannya, memastikan tujuan hidup harus sama agar bisa saling kuat dan menyemangati satu sama lain. Namun, zaman sekarang sudah dipenuhi oleh teknologi komunikasi, maka akan lebih mudah berkomunikasi.

    Maka, jika menerapkan beberapa solusi, komitmen yang harus diterapkan dan faktor lainnya yang sudah disebutkan akan menciptakan pola komunikasi efektif. Akan tetapi balik lagi ke sifat pasangan masing-masing, tergantung bagaimana masing-masing individu dari tiap pasangan menyikapi konflik yang terjadi. Semoga artikel ini bermanfaat bagi pasangan menikah jarak jauh, maupun bagi pasangan yang akan menjalani hubungan jarak jauh, serta bagi individu yang akan segara menikah.

     

    “Hanya mereka yang memiiliki kesungguhan cinta yang mampu menghadapi masalah dengan kepala dingin”

    Ikuti tulisan menarik Delima Asri Musfira lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.