Rekam Jejak Guru Penggerak - Pendidikan - www.indonesiana.id
x

guru penggerak

Iwan Kartiwa

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 28 November 2021

Senin, 16 Januari 2023 19:09 WIB

  • Pendidikan
  • Topik Utama
  • Rekam Jejak Guru Penggerak

    Harus objektif diakui bahwa para guru penggerak adalah mereka yang memang selama ini sudah sejak lama memiliki track record yang positif baik dalam pengembangan kompetensi diri, keikutsertaan dalam kompetisi profesi hingga perluasan interaksi dan relasi dalam komunitas praktisi. Semua hal ini sebenarnya sudah muncul dan menjadi habitat dalam kehidupan dan perjalanan profesi cikal bakal para guru penggerak tersebut.

    Dibaca : 362 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Oleh: Iwan Kartiwa (Pengajar Praktik Angkatan 5 Kabupaten Sumedang dan CKS SMA Tahun 2021 Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat)

     

                Guru penggerak adalah status yang dilekatkan kepada seorang guru yang telah selesai mengikuti PPGP (program pendidikan guru penggerak). Untuk mengikuti dan dinyatakan lolos PPGP bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Proses rekrutmen dan seleksi harus ditempuh setidaknya dalam 2 tahapan kegiatan seleksi yaitu: seleksi tahap 1 dalam bentuk pengisian curriculum vitae dan essai. Berikutnya tahap 2 berupa simulasi mengajar dan wawancara. Tahap seleksi ini sangat ketat, selektif dan benar-benar objektif sesuai penilaian dan pertimbangan yang diberikan oleh para penilaian termasuk asesor yang teruji dan memiliki rekam jejak sebagai tim penilai yang tidak perlu diragukan lagi kapasitas dan objektivitasnya untuk memilih para CGP yang benar-benar layak dan terbaik.

                Dalam perjalanannya hingga saat ini PPGP sudah berhasil meluluskan guru penggerak hingga angkatan ke-4 (empat). Berikutnya tentu saja Angkatan ke-5 (lima) akan segera menyusul kemudian dalam waktu yang tidak begitu lama lagi. Memperhatikan perjalanan panjang PPGP tersebut (sejak angkatan 5 berlangsung selama 6 bulan), tentu tidak sedikit pihak yang ingin tahu bagaimana rekam jejak dan masa depan guru penggerak tersebut di masa yang akan datang.

                Secara pribadi dan tentu saja harus objektif diakui para guru penggerak adalah mereka yang memang selama ini sudah sejak lama memiliki track record yang positif baik dalam pengembangan kompetensi diri, keikutsertaan dalam kompetisi profesi hingga perluasan interaksi dan relasi dalam komunitas praktisi. Semua hal ini sebenarnya sudah muncul dan menjadi habitat dalam kehidupan dan perjalanan profesi cikal bakal para guru penggerak tersebut.

    Oleh karena itu menurut penulis rekam jejak para guru penggerak ini dapat dikategori menjadi 3 (tiga) bagian/fase yaitu sebelum PPGP, saat PPGP dan pasca PPGP. Fase sebelum PPGP, para guru cikal bakal guru penggerak ini dapat dikatakan 100% adalah mereka yang tidak terbiasa dengan zona nyaman (comfort zone). Mereka adalah guru-guru yang selalu gelisah dan memiliki kepekaaan yang sama untuk selalu melakukan perubahan sekecil apapun bentuknya. Rekam jejak mereka dalam bentuk partisipasi, kontribusi atau prestasi baik pada level pribadi maupun institusi dimana mereka bekerja dapat dibuktikan dan dirasakan keberadaanya oleh mereka yang berada di sekitarnya, mulai dari siswa, pimpinan sekolah hingga rekan sejawatnya.

    Fase kedua adalah pada saat PPGP. Rekam jejak mereka baik dalam bentuk karya dan aksi nyata juga tidak ada terbantahkan satu sama lain. Justru pada fase inilah seluruh gagasan, idealisme, prakarsa perubahan, rencana aksi dan implementasi dilapangan benar-benar riil dan dapat diaplikasikan pada keadaaan sebenarnya. Mereka dihadapkan pada situasi dan kondisi yang memerlukan strategi dan alternative solusi yang perlu pemikiran mendalam, actual dan kontekstual. Pada tataran ini kita akan temukan berbagai rekam jejak para calon guru penggerak dalam berbagai jenis produk baik yang bersifat fisik seperti narasi, audio, visual, audio-visual, infografis, slide tayangan, rencana aksi dan sebagainya, hingga yang berbentuk produk nonfisik seperti performansi, dialog, diskusi, ruang kolaborasi, coaching, refleksi dan yang lainnya lagi.

    Fase ketiga pasca PPGP. Tentu saja ini menjadi tantangan dan tanggungjawab moral dan professional para guru penggerak. Setelah PPGP berakhir maka mereka dituntut kembali menorehkan rekam jejak yang lebih baik secara kuantitas maupun kualitas. Hal ini sebagaimana pesan MendikbudRistek, Nadiem Anwar Makarim yang dikutip dari Republika.co.id edisi Selasa, 25 Oktober 2022. MendikbudRistek menegaskan bahwa guru penggerak ditujukan untuk meningkatkan kapasitas guru sebagai pemimpin pembelajaran yang berpusat pada murid. Selanjutnya guru penggerak diharapkan bisa menjadi katalis perubahan pendidikan di daerahnya dengan menggerakkan komunitas belajar untuk rekan guru, menjadi pengajar praktik mengenai pengembangan pembelajaran bagi rekan guru, dan mendorong peningkatan kepemimpinan murid di sekolah. Selain itu, guru penggerak diharapkan dapat membuka ruang diskusi positif dan ruang kolaborasi antar-guru dan pemangku kepentingan di dalam dan luar sekolah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran serta menjadi pemimpin pembelajaran yang mendorong terwujudnya ekosistem pendidikan yang baik di sekolah.

    Dari hal diatas maka rekam jejak guru penggerak setelah PPGP akan makin banyak dan makin komprehensif. Guru penggerak akan makin sering dan kontinue membuat inovasi dan praktik baik pembelajaran. Guru penggerak akan menjadi pemicu dan pemacu pihak yang menggerakan komunitas praktisi. Guru penggerak akan terbiasa melaksanakan coaching dan refleksi dalam setiap kegiatan. Guru penggerak juga akan senantiasa melakukan diskusi dan ruang kolaborasi dalam rangka peningkatan mutu pembelajaran menuju transfromasi pendidikan yang dicita-ciatakan. Tidak kalah pentingnya lagi rekan jejak guru penggerak juga akan ditemukan sebagai bagian dari agent of change sekaligus support system menuju terwujudkan ekosistem yang baik khususnya di lingkungan sekolahnya maupun diluar sekolahnya. Rekam jejak guru penggerak selanjunta akan terdokumnetasikan baik dalam bentuk portofolio digital maupun portofolio manual yang dapat menginspirasi semua pihak khususnya para penggiat pendidikan dimanapun  berada.

     

     

     

     

    Ikuti tulisan menarik Iwan Kartiwa lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.