Komunikasi Efektif dalam Perspektif Islam - Analisis - www.indonesiana.id
x

Nashwa Afifah

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 20 Januari 2023

Jumat, 20 Januari 2023 23:08 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Komunikasi Efektif dalam Perspektif Islam


    Dibaca : 205 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Komunikasi merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan atau dihindari dalam kehidupan sehari - hari manusia, karena pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial yang di kehidupan ini semua manusia berkomunikasi, entah melakukan komunikasi verbal maupun non verbal. 

     

    Dapat dilihat dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) komunikasi sendiri dapat diartikan sebagai pengiriman dan penerimaan pesan atau berita antara dua orang atau lebih sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami. 

     

    Menurut ahli, Everett M. Rogers berpendapat bahwa “Komunikasi adalah proses dimana suatu ide dialihkan dari sumber kepada suatu penerima, dengan maksud untuk mengubah tingkah laku mereka atau penerima”.

    Tidak hanya itu, menurut  Mary B. Cassata dan Molefi K. Asante berpendapat seperti yang tertulis dalam buku ‘Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar Komunikasi’, Mary B. Cassata dan Molefi K. Asante mendefinisikan komunikasi sebagai proses transmisi informasi yang dilakukan dengan tujuan untuk mempengaruhi khalayak.

     

    Komunikasi islam merupakan proses penyampaian pesan yang menggunakan prinsip - prinsip komunikasi dalam islam. Komunikasi islam dapat diartikan juga dengan komunikasi yang berisikan tentang islam atau pesan keislaman. Komunikasi islam sendiri lebih berfokus pada teori-teori yang dikembangkan oleh para pakar islam, yang bertujuan untuk menjadikan komunikasi islam sebagai komunikasi alternatif dengan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan sesuai dengan fitrah penciptaan manusia.

     

    Komunikasi yang efektif merupakan komunikasi yang dapat membuahkan atau dapat mencapai hasil yang sesuai oleh harapan komunikator. Komunikasi efektif dalam perspektif islam sendiri berisikan tentang bagaimana membangun komunikasi yang efektif dengan teori - teori atau prinsip - prinsip komunikasi islam yang dapat dilihat di dalam Al-Quran. Seperti yang sudah dijelaskan diatas, bahwa komunikasi islam merupakan penyampaian pesan yang menggunakan prinsip - prinsip dalam komunikasi islam. 

     

    Berikut merupakan prinsip - prinsip dalam komunikasi islam, yaitu : 

     

    1. Qaulan sadidan

    Qaulan sadidan dapat diartikan sebagai pembicaraan atau perkataan yang jujur, benar dan lurus. Terdapat dalam Qur’an Surat Annisa ayat 9 yang artinya :

    “ Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan Qaulan Sadida –perkataan yang benar”

    Dapat dilihat dari segi substansi sendiri, komunikasi islam harus menginformasikan dengan benar atau secara faktual, tidak berbohong atau direkayasa. 



    1. Qaulan Balighan 

    Qaulan baligha artinya lugas, tepat, jelas dan mudah dimengerti. Terdapat dalam Qur’an Surat Annisa ayat 63, yang artinya : 

    Mereka itu adalah orang-orang yang Allah mengetahui apa yang di dalam hati mereka. karena itu berpalinglah kamu dari mereka, dan berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka Qaulan Baligha –perkataan yang berbekas pada jiwa mereka.” 

    Dapat dimaknai bahwa komunikasi tersebut harus jelas dan menggunakan bahasa atau kata yang efektif agar mudah dipahami. 



    1. Qaulan Ma’rufan 

    Qaulan ma’rufan artinya ungkapan yang baik dan santun. Terdapat di dalam Qur’an Surat Annisa ayat 5, yang artinya : 

    Dan janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang belum sempurna akalnya[268], harta (mereka yang ada dalam kekuasaanmu) yang dijadikan Allah sebagai pokok kehidupan. berilah mereka belanja dan pakaian (dari hasil harta itu) dan ucapkanlah kepada mereka Qaulan Ma’rufa –kata-kata yang baik.”

    Dapat dimaknai bahwa berkomunikasi harus santun dan baik agar tidak menyakiti perasaan orang lain. 



    1. Qaulan Kariman 

    Qaulan karima merupakan perkataan yang mulia diiringi dengan rasa hormat. Terdapat dalam Qur’an Surat Al-Isra ayat 23, yang artinya : 

    Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik kepada kedua orang tuamu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, sekali kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’ dan kamu janganlah membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka Qaulan Karima –ucapan yang mulia”. 

    Dapat dipahami bahwa kita harus berkomunikasi dengan perkataan yang lemah lembut, penuh dengan tatakrama agar enak didengar. 



    1. Qaulan Layyinan 

    Qaulan layyina artinya lemah lembut dan enak didengar. Terdapat dalam Qur’an Surat At-Thaha ayat 44, yang artinya : 

    Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan Qulan Layina –kata-kata yang lemah-lembut…”. 

    Dapat disimpulkan bahwa kita berkomunikasi harus mengeluarkan kata-kata yang lemah lembut, tidak kasar agar dapat menyentuh hati. 



     

    1. Qaulan Maysuran

    Qaulan maysura artinya mudah dan menyenangkan, yang dimaksud mudah sendiri yaitu ucapan yang mudah dimengerti. Terdapat dalam Qur’an Surat Al-Isra ayat 28, yang artinya : 

    Dan jika kamu berpaling dari mereka untuk memperoleh rahmat dari Tuhannya yang kamu harapkan, maka katakanlah kepada mereka Qaulan Maysura –ucapan yang mudah”. 

    Dapat dimaknai bahwa berkomunikasi harus dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh orang lain, sehingga sama dengan arti dari qaulan maysura sendiri yang menggembirakan dan menyenangkan jika mudah mengerti dengan apa yang dibicarakan oleh orang lain. 

     

    Dapat dilihat dari hal diatas bahwa perspektif dalam komunikasi sangat diperlukan karnas secara umum komunikasi itu menyatukan dua komunikator yang berbeda, dengan metode dan cara komunikasi yang benar akan menghasilkan suatu kesepakatan antara komunikan dengan komunikator. 

     

    Dapat disimpulkan bahwa dari cara pandang islam sendiri komunikasi sudah diberikan metode diantara 6 prinsip dari pada komunikasi yang baik dan benar. 

    Dapat disyukuri dalam ajaran Islam yang telah memudahkan bagi pemeluknya baik secara teknis maupun dari sudut pandang komunikasi ataupun dari secara hubungan dengan orang lain, keluarga, maupun masyarakat luar. Karena islam telah memberikan ajaran untuk berkomunikasi yang baik dan benar dengan orang lain.  







    Ikuti tulisan menarik Nashwa Afifah lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.