Komunikasi Asertif - Analisis - www.indonesiana.id
x

ilustr: 4life

Fathur Rahman Alamsyah

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 20 Januari 2023

Sabtu, 21 Januari 2023 13:05 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Komunikasi Asertif

    Sikap asertif merupakan contoh komunikasi efisien yang bermanfaat dalam pengembangan diri serta kemampuan individu. Dalam berperilaku asertif orang tidak mempertaruhkan orang lain demi kepentingannya sendiri, tidak semena-mena dalam menahan diri dari intervensi orang lain.

    Dibaca : 188 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Komunikasi dan Negosiasi

    Mempertahankan perilaku positif dalam berbicara merupakan suatu perihal berarti yang wajib dicermati untuk siapa saja yang menginginkan terbentuknya komunikasi secara dua arah yang baik, tanpa terdapat satu pihak yang salah dalam menginterpretasikan pesan yang kita tujukan. Kemampuan berkomunikasi asertif sangatlah dibutuhkan dalam perihal ini sebab, komunikasi asertif bermanfaat guna menaikkan efektifitas kita dalam individu. Komunikasi asertif juga merupakan salah satu tingkah laku yang ditunjukkan oleh orang melalui aksi, bahasa badan serta ekspresi wajah guna memperlihatkan cerminan emosi, benak, serta perasaan secara ekternal.

    Keahlian komunikasi asertif ialah keahlian berkomunikasi yang berdiri pada titik tengah antara komunikasi pasif ataupun agresif. Asertivitas merupakan sesuatu keahlian guna mengkomunikasikan apa yang sedang di idamkan, dialami, serta dipikirkan kepada orang lain tetapi dengan senantiasa melindungi dan menghargai hak-hak dan perasaan pihak lain. Jadi, asertif itu tidaklah perihal yang sangat gampang. Seseorang harus benar-benar dituntut untuk jujur terhadap dirinya sendiri. Jujur pula dalam mengekspresikan perasaan, komentar serta kebutuhan secara proposional, tanpa terdapat maksud dengan tujuan memanipulasi, menggunakan maupun merugikan pihak yang lain.

    Orang yang mempunyai keahlian dalam berbicara asertif memandang kalau komentar serta ide orang lain itu sama artinya dengan komentar dan idenya sendiri. Pada umumnya orang yang bersifat asertif berperan lebih terbuka serta jujur, dan berpikir lebih positif apa yang menimpa dirinya tanpa memandang rendah orang lain. Oleh sebab itu, mempunyai keahlian komunikasi asertif dapat membagikan manfaat, antara lain menambah peluang terpenuhinya kebutuhan, tercapainya tujuan paling utama dalam suasana yang paling rumit, menghasilkan keadaan dimana tiap anggota bisa mempengaruhi anggota yang lain, mengurangi frustasi atau stress, dan menaikkan keyakinan diri.

    Sikap asertif merupakan contoh komunikasi efisien yang bermanfaat dalam pengembangan diri serta kemampuan individu. Dalam berperilaku asertif orang tidak mempertaruhkan orang lain demi kepentingannya sendiri, tidak semena-mena dalam menahan diri dari intervensi orang lain. Orang yang melaksanakan komunikasi secara asertif senantiasa mengajak lawan bicara guna dapat menciptakan kemenangan bersama ataupun mencari jalan keluar. Bagi (Garner), manfaat berperilaku asertif dalam komunikasi merupakan menghilangkan rasa khawatir serta kecemasan, membagikan pengawasan individu dalam berperan dan memandang secara personal bagaimana orang lain berlagak terhadap orang lain, serta menaikkan keyakinan diri dan penghargaan terhadap orang lain. Perilaku Asertif merupakan opsi sikap komunikasi yang efisien dalam jangka waktu yang pendek maupun jangka panjang sehingga dapat dijadikan sebagai dasar keberhasilan dan keberlangsungan dalam ikatan dengan rekan kerja, kolega, atasan atau bawahan, sahabat serta teman.

    Sikap assertive tidak dibawa semenjak lahir, melainkan sikap yang timbul dari hasil belajar dan bersifat situasional, ialah sikap ini tumbuh semenjak kecil serta tergantung pada area sosial dimana orang tersebut belajar tingkah laku (Garner). Tingkah laku assertif ini memiliki jangkauan positif terhadap diri sendiri, orang lain serta lingkungannya. Tingkah laku asertif pula mencakup aspek dimana seseorang mengalami konflik serta kasus dalam organisasi guna menggapai tujuan organisasi.

    Berbeda lagi dengan agresif, sikap ini lebih kompleks ataupun bisa aktif serta pasif. Agresif bisa berlangsung maupun tidak berlangsung, jujur ataupun tidak jujur namun senantiasa mengkomunikasikan sesuatu kesan yang superioritas dan tidak terdapatnya respek dengan berlagak agresif dalam menempatkan kemauan, kebutuhan, serta hak individu diatas kepunyaan orang lain. Orang yang berperilaku agresif bisa saja jadi “menang” dengan metode berperan guna memperoleh pembalasan. Contoh sikap agresif adalah memperjuangkan haknya dengan sedemikian rupa, sehingga melanggar hak orang lain, mengutarakan pemikiran, perasaan serta pendapatnya lebih berarti dari pada kemauan dan kebutuhan ataupun komentar orang lain, menyalahkan orang lain ataupun faktor dari luar, melanda ataupun “memperbudak” orang lain atau bergembira diatas penderitaan orang lain, menyerang, menyalahkan orang lain “superior”.

    Salah satu manfaat dari menerapkan komunikasi asertif adalah untuk mengurangi rasa cemas dan stres dalam lingkungan disekitarnya. Sebab, orang yang memiliki gaya berbicara asertif akan lebih percaya diri dalam mengemukakan pendapatnya saat ada sesuatu yang harus diungkapkannya. Dengan demikian, ia tidak serta-merta memendamnya, malah justru mengungkapkannya dengan tegas dan tenang tanpa harus menyakiti lawan bicaranya. Selain itu, manfaat lainnya dari komunikasi ini adalah mampu mendapatkan hormat dari orang lain. Pasalnya, ia selalu mengidentifikasi keinginan dan kebutuhan orang lain saat hendak mengungkapkan isi hatinya.

    Kita dapat menangkap gaya dalam berkomunikasi juga berpengaruh besar terhadap perilaku individu dalam kehidupan sehari-hari. Adapun perilaku yang harusp kita tumbuhkan dalam diri kita agar lebih  asertif seperti tetap berpandang positif dan baik dalam menghadapi suatu hal permasalahan, mengatakan kebenaran dalam mempertahankan tujuan walaupun hanya muncul konflik tetapi dapat selalu menjaga perasaan orang lain, memberi dan menerima umpan balik hal-hal positif dan negatif, serta tegas dalam menentukan pilihan tanpa memaksakan kehendak kepada orang lain.

    Ikuti tulisan menarik Fathur Rahman Alamsyah lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.