Hubungan Pariwisata dengan Leadership - Analisis - www.indonesiana.id
x

Bambang Udoyono

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 3 Maret 2022

Selasa, 24 Januari 2023 18:34 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Hubungan Pariwisata dengan Leadership

    Pariwisata memiliki hubungan dengan leadership alias kepemimpinan. Bagaimana hubungannya?

    Dibaca : 450 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Hubungan Pariwisata dengan Leadership

    Bambang Udoyono

    Membaca judul di atas barangkali Anda akan meragukan.  Mana ada korelasinya.  Mungkin Anda akan mengajukan beberapa tindakan lain yang jelas hubungannya.  Misalnya pendidikan formal, pengalaman kerja, pengalaman membaca dan diskusi. Mungkin juga bakat dan keturunan.

     

    Faktor terakhir itu masih diyakini oleh jutaan orang Indonesia dan Asia. Dulu seluruh dunia memiliki keyakinan yang sama. Dulu orang Eropa dan semua negara yang sekarang maju juga memiliki bentuk negara monarki. Artinya kepemimpinannya berdasarkan keturunan.  Tapi mereka sudah mampu membebaskan diri dari adat tersebut. Sekarang kepemimpinan mereka di berbagai bidang baik politik, birokrasi maupun bisnis sudah berdasarkan kompetensi.

     

    Pimpinan harus memiliki kompetensi atau kemampuan yang mumpuni. Salah satu kemampuan utama yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin adalah mengambil keputusan.

    Siapakah pemimpin ?

    Tapi sebelum membahas lebih jauh kita mesti tahu dulu, siapakah pemimpin itu?  Mari kita lihat dari perspektif Islam.  Rujukan kita adalah Al Qur’an dan Hadist.

    “Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawabannya. Seorang imam adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawabannya.  Seorang laki-laki adalah pemimpin atas keluarganya dan ia akan dimintai pertanggungjawabannya.
    Seorang wanita adalah pemimpin atas rumah suaminya, dan ia pun akan dimintai pertanggungjawabannya.  Seorang budak juga pemimpin atas harta tuannya dan ia juga akan dimintai pertanggungjawabannya.
    Sungguh setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawabannya.”
    (HR Bukhari 4789)

     

    Al Qur’an

    Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”  (QS Al Baqarah 30)

     

    Jadi jelas bahwa manusia ditugasi menjadi pemimpin di bumi.  Jelas juga bahwa pemimpin ada di segala level.  Laki laki dan perempuan juga pemimpin karena dalam hadist di atas ditegaskan bahwa istri juga pemimpin.

     

    Artinya semuanya harus memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan dengan baik. Nah kemampuan ini ditentukan juga oleh keluasan wawasan.  Luasnya wawasan dipengaruhi oleh pendidikan dan bacaan. Selain itu juga oleh segala macam masukan dari keluarga dan lingkungan sosial. Kalau sekarang termasuk juga medsos.

    Lantas di mana peranan pariwisata?

    Pariwisata meluaskan wawasan

    Pariwisata bisa meluaskan wawasan kita semua.  Dalam bahasa Indonesia ada pepatah yang mnegatakan seperti katak dalam tempurung. Maksudnya wawasannya sangat sempit.  Wawasannya dibatasi oleh tempurung.  Tentu saja tempurung ini adalah metafora. Maksudnya batas batas yang berupa lingkungan sosial, geografis dll.

     

    Oleh karena itu orang yang mau meluaskan wawasannya harus mau dan mampu keluar dari dalam lingkungan sosial dan geografis yang membatasinya.  Seorang cendekiawan dari Amerika bernama Henry Miller punya sebuah quote menarik.   “One’s destination is never a place, but a new way of seeing things”.  (Tujuan seseorang bukan sebuah tempat, tapi cara pandang baru pada segalanya)

    Pengambil keputusan dipengaruhi luasnya wawasan

     

    Pariwisata bisa meluaskan wawasan Anda. Dengan berkunjung ke lingkungan sosial politik lain Anda menjadi sadar tentang realitas sosial politik dan budaya yang berbeda.  Tentu saja sikap mental Anda harus terbuka dan mau belajar.  Informasi yang Anda dapat dari manca negara itu masih bahan mentah yang harus diolah. Asal cara mengolahnya benar Anda akan menjadi semangkin bijaksana.  Dengan pikiran yang semangkin luas wawasannya dan semangkin bijaksana maka Anda akan menjadi pengambil keputusan yang semangkin baik.

    Penutup

    Jadi jelas  hubungan antara pariwisata dengan leadership. Pariwisata bisa meluaskan wawasan pemikiran Anda. Luasnya wawasan dan kebijaksanaan akan membuat Anda menjadi pengambil keputusan yang baik. pemimpin yang baik dna bijaksana adalah seseorang yang mampu membuat keputusan yang baik untuk unit yang dia pimpin.  Jadi (calon) pemimpin harus banyak berwisata selain banyak membaca dan berdiskusi.

    Ikuti tulisan menarik Bambang Udoyono lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.