Abadiah, Senandika Adagium. - Fiksi - www.indonesiana.id
x

Foto Tempo.

Taufan S. Chandranegara

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 23 Juni 2022

Selasa, 24 Januari 2023 18:35 WIB

  • Fiksi
  • Topik Utama
  • Abadiah, Senandika Adagium.

    Abadiah, Senandika Adagium. Mungkin pernyataan peradaban ketika sirna. Puisi, kejujuran cerita perasaan. Salam kasih sayang saudaraku.

    Dibaca : 90 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Adagium langit bilang begini:
    Siasat adalah kecerdasan pada undang-undang.
    Siasat adalah kecerdasan pada ketertiban.
    Siasat adalah kecerdasan pada keadilan.
    Siasat adalah kecerdasan pada tatanan.

    Adagium bumi berpesan begini: 
    Siasat bukan permainan dalam perjudian.
    Siasat bukan judi memainkan kartu-kartu.
    Siasat bukan melipatgandakan nota keuangan.
    Siasat bukan menggunting pita dalam lipatan.

    Adagium oksigen mengingatkan begini:
    Siasat bukan bersuara curang di corong publik.
    Siasat bukan menaruh palu hakim di dalam laci.
    Siasat bukan pelelangan dogma pada kultus.
    Siasat bukan anarkisme atas nama simbolisme.

    Adagium sangkala berkata begini:
    Siasat bukan demokrasi dijual di pasar pemodal.
    Siasat bukan demokrasi dijual di pasar impor.
    Siasat bukan demokrasi dijual di pasar rentenir.
    Siasat bukan demokrasi dijual di pasar global.

    Adagium moral mencatat begini:
    Siasat adalah kecerdasan menghormati kejujuran.
    Siasat adalah kecerdasan menghargai sesama.
    Siasat adalah kecerdasan menghormati kesetaraan.
    Siasat adalah kecerdasan menghargai kebijaksanaan.

    Abadiah senandika ruh bilang begini:
    "Bersujud, bersama Imam-Mu …"

    ***

    Jakarta Indonesiana, Januari 24, 2023.

    Ikuti tulisan menarik Taufan S. Chandranegara lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.