Sekarang Terserah Shin Tae-yong - Olah Raga - www.indonesiana.id
x

Gagal melaju ke Final, STY meminta maaf

muhammad rizal

Pemula dan terus belajar
Bergabung Sejak: 27 Maret 2022

1 hari lalu

  • Sport
  • Topik Utama
  • Sekarang Terserah Shin Tae-yong

    Shayne Pattynama, nama terakhir pemain keturunan yang dinaturalisasi oleh Shin Tae-yong untuk Timnas Indonesia senior. Walaupun masih ada tiga nama lagi untuk Timnas Indonesia U20, namun rasanya masih perlu waktu untuk mampu bersaing secara reguler di Timnas senior karena padatnya jadwal senior, U23, dan U20 ditahun 2023 ini nanti. Jadi sekarang terserah Shin Tae-yong bagaimana mencari kombinasi pemain untuk skuadnya.

    Dibaca : 79 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Tiga pemain keturunan telah selesai menjalani naturalisasi, terakhir Shayne Pattynama telah selesai menyelesaikan proses ambil sumpahnya pada selasa (24/1) sore. Memang masih ada tiga pemain keturunan lain yang sedang menjalani proses naturalisasi, yaitu Justin Hubner, Ivar Jenner, Rafael Struick, tapi rasanya ketiganya akan lebih banyak berkutat di turnamen kelompok usia U20 dan U23. 

    Tahun ini ada turnamen Piala Dunia U20, Indonesia, Sea Games 2023, Asian Games 2022, China serta kualifikasi Piala Asia U23 sebagai jalur resmi menuju ajang puncak yaitu Olimpiade 2024. Sehingga para pemain akan dialokasikan sesuai dengan kebutuhan timnas Indonesia sendiri di tiap kelompok usia.

    Memang, ada kemungkinan dalam pertandingan uji coba semua pemain akan dicoba untuk memadukan kombinasi antara pemain senior serta pemain baru agar memahami strategi serta cara pelatihan yang diinginkan oleh pelatih kepala Shin Tae-yong. Dengan Marc Klok kemungkinan ke depan Timnas Indonesia akan memiliki setidaknya tujuh pemain naturalisasi (Elkan Baggot tidak termasuk karena melepas salah satu kewarganegaraan).

    Untuk menghadapi kualifikasi Piala Dunia 2026 dan Piala Asia 2023 yang dilaksanakan awal 2024, sepertinya Shin Tae-yong sudah tidak punya alasan untuk tidak mampu membawa Indonesia berprestasi jauh dalam dua ajang tersebut. Dengan skuad sebelumnya yang mayoritas diisi oleh skuad muda, Indonesia mampu lolos ke Piala Asia 2023 lewat jalur kualifikasi dan menempati peringkat FIFA 151.

    Dengan peringkat yang ada sekarang, dalam kualifikasi Piala Dunia 2026 nanti kemungkinan Indonesia akan memulai dari jalur play-off walaupun masih ada jatah FIFA Matchday di bulan Maret dan Juni nanti untuk menambah poin FIFA. Tapi sepertinya, dua jatah FIFA Matchday dengan perkiraan empat-lima pertandingan sepertinya masih sulit untuk menyusul Malaysia secara peringkat FIFA. Melihat realita ini, kemungkinan ajang FIFA Matchday hanya digunakan untuk menyatukan kekompakan dan pemahaman strategi antara  pemain baru serta pemain lama agar siap menuju ajang-ajang penting.

    Shayne Pattynama dan Sandy Walsh kemungkinan akan debut pada FIFA Matchday bulan Maret nanti. Ia pun memerlukan waktu untuk saling mengerti dalam pertandingan sesungguhnya. Terkhusus Sandy Walsh, sudah mengikuti TC bulan Desember di Bali untuk ajang AFF namun harus menunda debut karena tidak ada titik temu antara dirinya, klub, dan Shin Tae-yong pada waktu itu.

    Sekarang Shin Tae-yong hanya perlu bertanggungjawab dengan pemain-pemain pilihannya dan harus segera membuat tim menjadi kompak. Walaupun masih ada yang berharap kita menambah pemain keturunan untuk dinaturalisasi, rasanya jumlah tujuh pemain keturunan sudah lebih dari cukup untuk menghadapi gelaran kualifikasi Piala Dunia 2026 dan Piala Asia 2023.

    Karena menjaga kesempatan dan harmoni antara pemain hasil didikan lokal serta luar negeri harus tetap digalakkan dan diutamakan. Shin Tae-yong sepertinya menyadari hal tersebut dan ingin ada kombinasi yang bagus antara mereka semua. Kita sebagai suporter pun harus sadar harapan untuk lolos ke Piala Dunia 2026 dan meraih hasil terbaik di Piala Asia 2023 boleh digaungkan tinggi-tinggi.

    Dengan adanya pemakluman ini, para pemain lokal pun jangan hanya berharap belas kasihan, tapi harus membuktikan dirinya layak masuk Timnas Indonesia. Tapi jangan lupakan pula, untuk meraih hasil terbaik butuh pengalaman dan jam terbang, bukan hanya pelatih bagus, pemain bagus, serta ekosistem yang bagus. Sehingga rasanya meraih hasil lebih baik dari keikutsertaan sebelum-sebelumnya adalah hal yang masuk akal untuk Timnas Indonesia, apalagi kembali lolos ke Piala Asia 2027. Tentu dengan cara yang berbeda, yaitu lolos secara langsung yang berarti Indonesia setidaknya harus lolos ke babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026, sisanya? Terserah Shin Tae-yong saja mau membawa kita sejauh mana.

    Ikuti tulisan menarik muhammad rizal lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.