Kaesang Tertarik Politik, Partai-partai pun Berlomba Tawarkan Diri - Pilihan Editor - www.indonesiana.id
x

dian basuki

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Jumat, 27 Januari 2023 17:16 WIB

  • Pilihan Editor
  • Topik Utama
  • Kaesang Tertarik Politik, Partai-partai pun Berlomba Tawarkan Diri

    Partai-partai dengan cepat berpikir tentang peluang besar Kaesang untuk memenangkan pilkada manapun yang ia ingin ikuti—Solo salah satunya, karena di kota ini terdapat jejak Gibran dan ayahnya. Jika Kaesang bersedia, maka terbuka kesempatan bagi partai-partai ini untuk tetap berada di lingkaran kekuasaan.

    Dibaca : 838 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Gibran Rakabuming, putra Presiden Jokowi yang menjabat Walikota Solo, membocorkan informasi bahwa adiknya, Kaesang Pangarep, ingin terjun ke dunia politik, khususnya di lingkungan eksekutif. “Kepala daerah dulu, masak langsung presiden,” kata Gibran seperti dikutip media massa.

    Bagai ‘gula’ yang tiba-tiba terhidang di atas meja, partai-partai pun langsung merespon dengan menawarkan ini dan itu, yang intinya ‘kita sambut dengan senang hati’. Partai-partai ini, khususnya pendukung pemerintahan Presiden Jokowi, begitu sigap dalam menanggapi bocoran info Gibran. Kaesang tak perlu bersusah-payah mencari dukungan, partai-partai datang sendiri menawarkan diri untuk menerima Kaesang.

    Sebagai putra Presiden, Kaesang memang memiliki keunggulan politik sebagai modal awal yang bisa dimanfaatkan untuk mewujudkan keinginan menjadi kepala daerah seperti kakak-kakaknya. Jejak kakak kandungnya, Gibran, dan kakak iparnya, Bobby Nasution, telah membuktikan hal itu. Meski belum pernah berpolitik, begitu langsung terjun ke pilkada, Gibran terpilih jadi Walikota Solo dan Bobby terpilih jadi Walikota Medan.

    Respon cepat partai-partai politik itu memudahkan Kaesang untuk melangkah dan bisa menguatkan niatnya untuk maju ke gelanggang pilkada pada tahun depan. Elite partai dengan senang hati menyambut keinginan Kaesang itu karena melihat peluang besar kemenangannya. Dengan begitu, Kaesang juga tidak perlu pusing-pusing bagaimana membujuk elite partai untuk memberi dukungan, sebab dukungan sudah tersedia bahkan ketika ia belum menyatakan secara resmi keinginannya untuk maju ke pilkada. Baru bocoran dari kakaknya.

    Partai-partai dengan cepat berpikir tentang peluang besar Kaesang untuk memenangkan pilkada manapun yang ia ingin ikuti—Solo salah satunya, karena di kota ini terdapat jejak Gibran dan ayahnya. Jika Kaesang bersedia, maka terbuka kesempatan bagi partai-partai ini untuk tetap berada di lingkaran kekuasaan. Tetap ikut berkuasa menjadi pilihan pragmatis partai politik masa sekarang dibandingkan dengan pilihan lain yang bersifat idealistis. Karena itu, Kaesang tidak perlu mengeluarkan energi untuk membujuk partai-partai untuk mendukungnya.

    Dengan mendukung keinginan politik Kaesang dan mengusungnya dalam pilkada mendatang, elite politik partai-partai ini berusaha menjaga hubungan baik dengan Presiden Jokowi. Hubungan baik ini penting mereka jaga dalam rangka menghadapi pilpres dan pileg 2024. Jika Gibran maju ke pemilihan gubernur, maka peluang menangnya juga besar. Posisi walikota Solo yang ia tinggalkan terbuka untuk dimenangkan oleh Kaesang. Bila ini terjadi, maka putra-putra Presiden menjadi pejabat eksekutif di daerah pada masa bapaknya menjabat Presiden.

    Pragmatisme partai politik seperti itu membuat mereka tidak berpikir jauh mengenai dampak dipilihnya seseorang terhadap masyarakat. Mereka lebih berpikir tentang popularitas seseorang, karena berasumsi bahwa orang yang populer menjadi daya tarik bagi masyarakat untuk memilih. Partai-partai politik kurang memikirkan secara sungguh-sungguh apakah seseorang yang diusung dalam pemilihan itu memenuhi syarat yang diperlukan bagi kepemimpinan masyarakat.

    Partai-partai politik terlihat kurang memperhatikan tugas dan tanggungjawabnya untuk memilih pemimpin terbaik bagi rakyat. Dalam hal ini, pemimpin yang telah teruji integritasnya, kompetensinya, kapasitasnya, serta aspek kepemimpinan lainnya. Bagaimana tanggungjawab elite partai apabila setiap keputusan untuk mendukung seseorang mengikuti pilkada lebih didasari oleh pertimbangan pragmatis, seperti agar tetap berada di dalam lingkaran kekuasaan dan bukan memikirkan masa depan masyarakat? >>

    Ikuti tulisan menarik dian basuki lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.