Ikutilah Kata Hati Nuranimu

Senin, 6 Februari 2023 20:15 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Kita sering menghadapi pilihan pelik. Selain memakai nalar kita bisa juga memakai hati nurani. Bagaimana cara mengasah hati nurani agar mampu memberi solusi?

Ikuti Kata Hati Nuranimu

 

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Bambang Udoyono

 

Dalam perjalanan hidup ini tidak jarang kita sampai di persimpangan jalan.  Maka kita harus memilih jalan mana yang harus ditempuh. Ketika SMA misalnya, semua orang harus memilih jurusan. Demikian juga ketika lulus SMA. Semua murid harus memilih perguruan tinggi, fakultas dan jurusan.  Demikian juga dalam banyak kasus. Kita harus memilih jodoh, memilih pekerjaan, memilih mitra bisnis, memilih tempat tinggal dll.

 

Ketika informasi lengkap dan sarana melimpah mungkin pengambilan keputusan lebih mudah. Sayangnya seringkali situasi yang dihadapi tidak ideal dan membingungkan.  Pertanyaannya, bagaimana kita mesti mengambil keputusan?  Sudah ada banyak teori tentang decision making process alias proses pengambilan keputusan.  Hampir semua teori itu memakai pendekatan rasional. Artinya mereka semua mengandalkan proses penalaran.  Tidak ada salahnya tentu memakai penalaran untuk memutuskan sesuatu. Itu bagus dan seharusnya memang demikian.

 

Meskipun demikian ada satu lagi cara yang tidak kalah baiknya yang lazim dipakai para tokoh terkemuka di berbagai bidang.  Caranya dengan dengan memakai hati untuk mengambil keputusan. 

Cara ini lazim dipakai untuk menulis, mengelola perusahaan, mengelola negara,dll. Mari kita simak apa kata para tokoh terkemuka soal ini.

 

Seorang cedekiawan bernama David Morrel memiliki kata Mutiara berikut ini. “You have to follow your own voice. You have to be yourself when you write. In effect, you have to announce, ‘This is me, this is what I stand for, this is what you get when you read me. I’m doing the best I can—buy me or not—but this is who I am as a writer.” ~ 

(Kamu harus mengikuti suaramu sendiri.  Kamu harus menjadi dirimu sendiri ketika menulis.  Kamu harus mengatakan ,’Inilah aku, inilah pendapatku, inilah yang kamu dapatkan ketika kamu membaca aku. Saya melakukan yang terbaik – beli saya atau tidak – tapi inilah aku sebagai penulis)

(David Morrell)

 

Untuk memilih jurusan kuliah dan untuk memilih pekerjaan mari kita baca kata Mutiara Steve Jobs dan seorang cendekiawan lain. ”Have the courage to follow your heart and intuition. They  somehow know what you really want to become”

(Milikilah keberanian untuk mengikuti hati dan intuisimu. Mereka sudah tahu kamu benar benar ingin jadi apa)

“Your mind shines brightest when you enlighten others; your heart;  when you encourage others; your soul when you elevate others; and your life; when you empower others” (Matshona Dhliwayo)

(Pikiranmu bersinar paling terang ketika menerangi liyan;  hatimu ketika kamu mendorong liyan; jiwamu ketika kamu meninggikan liyan; dan hidupmu ketika kamu memberdayakan liyan)

 

Bagaimana kalua kamu ingin memilih pasangan hidup? Dalam kasus ini harus ada ikatan emosional atau cinta yang tulus. Jangan hanya memakai pertimbangan keuntungan materi untuk memilih pasangan. Karena cinta adalah salah satu pilar utama dalam pernikahan, tanpa cinta maka ibarat bangunan yang kurang kokoh. 

Kamu harus memkai hati untuk menemukan cinta sejatimu.  Jangan sampai terkecoh dengan nafsu.   Dengan ikatan cinta sejati kamu akan berkembang dna akan mampu mengatasi gelolbang kehidupan. Sedangkan ikatan yang hanya berdasar nafsu sangat rawan. Ketika perahumu dihempas gelombang maka dia akan tenggelam.

 

Hati juga bisa diandalkan untuk melihat kenyataan sejati. Inlah kata seorang cendekiawan Prancis.  “And now here is my secret, a very simple secret: It is only with the heart that one can see rightly; what is essential is invisible to the eye” (Antoine de Saint Exupery)

(Dan sekarang inilah rahasiaku ; hanya dengan hati orang mampu melihat dengan benar. Esensi tidak terlihat oleh mata)

 

Inilah kata mutiara cendekiawan lain.  “Follow your heart, listen to your inner voice, stop caring about what others think” (Roy T Bennet)

(ikuti hatimu, dengarkan suara dari dalam, berhentilah memantau apa yang dipikirkan oleh liyan)

 

“Believe in your heart that you are ment to live a life full of passion, purpose, magic and miracles” (Roy T Bennet)

(Percayailah hatimu bahwa kamu akan hidup sepenuhnya dengan renjana, tujuan, dan keajaiban)

 

Semuanya adalah kata mutiara yang cemerlang. Mereka sangat menginspirasi. Namun sayangnya semuanya tidak mengatakan hati macam apa yang layak didengarkan suaranya.  Tentu saja adalah hati yang tercerahkan oleh wahyu Allah yang tertulis dalam Al Qur’an.  Hanya hati yang sehat, bersih dan tercerahkan yang mampu menangkap petunjuk Allah. Sehingga suaranya patut didengarkan.

Pertanyaannya, bagaimana membuat hati kita berkualitas seperti itu? Sunan Bonang sudah menulis dalam tembangnya Tombo Ati (Obat hati). Lagu ini pernah dipopulerkan oleh Opick. 

 

Apa pesan Sunan Bonang? Pertama moco Quran sak maknane (baca Qur’an dan pahami maknanya.) Kedua solat wengi lakonana (solat malam dirikanlah). Ketiga wong kang soleh kumpulana (berkumpulalh dengan orang soleh). Keempat kudu weteng ingkang luwe (berpuasa)  Kelima zikir wengi ingkang suwe (berzikir lama di malam hari.)

 

Itulah tindakan yang harus dilakukan agar hati sehat. Setelah hati kita sehat, bersih dan tercerahkan oleh wahyu Allah maka hati bisa memberikan suara yang layak didengarkan. Itulah yang layak disebut sebagai hati nurani. 

Bagikan Artikel Ini
img-content
Bambang Udoyono

Penulis Indonesiana

0 Pengikut

Baca Juga











Artikel Terpopuler











Terpopuler di Peristiwa

img-content
img-content
Lihat semua