Guru Tak Perlu Takut pada ChatGPT

Selasa, 14 Maret 2023 13:49 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Ketakutan guru dengan adanya ChatGPT mungkin beragam. Guru khawatir chatGPT akan berakibat pada kurangnya kemampuan siswa dalam menulis. ChatGPT tak dapat dibendung. Mau tidak mau, suka tidak suka, guru harus beradaptasi. Caranya?

ChatGPT adalah sebuah mesin yang dirancang untuk menghasilkan teks berdasarkan pemrograman dan pembelajaran mesin dari dataset besar. Dalam menghasilkan teks, ChatGPT hanya melakukan kalkulasi dan pengolahan data dengan menggunakan algoritma dan teknologi tertentu.

Ketakutan guru dengan adanya ChatGPT mungkin beragam. Guru khawatir chatGPT akan berakibat pada kurangnya kemampuan siswa dalam menulis. Dalam beberapa kasus, penggunaan ChatGPT dapat membuat siswa mengandalkan teknologi untuk membuat tulisan, tanpa mengembangkan kemampuan menulis mereka sendiri. Ini dapat menyebabkan siswa kurang memiliki keterampilan menulis yang penting untuk kemajuan akademik dan profesional mereka di masa depan.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Guru juga khawatir siswa akan ketergantungan pada teknologi. Terlalu banyak bergantung pada ChatGPT atau teknologi lainnya dapat membuat siswa menjadi kurang mampu berpikir secara kritis dan kreatif dalam menghasilkan ide dan konten tulisan mereka.

ChatGPT juga memberikan kemudahan informasi pada siswa, tetapi muncul kekhawatiran tentang keakuratan informasi. Meskipun ChatGPT dapat membantu dalam menulis, ada kemungkinan bahwa informasi yang diberikan oleh ChatGPT tidak selalu benar atau sesuai dengan sumber yang andal. Ini dapat menyebabkan siswa membuat kesalahan atau memberikan informasi yang tidak benar dalam tulisan mereka.

Kekhawatiran lain adalah tentang plagiarisme. ChatGPT dapat memberikan siswa referensi dan ide yang baik, tetapi siswa harus belajar untuk menggunakannya dengan benar dan tidak menyalin langsung tanpa memberikan sumber dan rujukan yang tepat.

Tetapi sebetulnya terdapat perbedaan nuansa dan rasa tulisan hasil manusia dan chatGPT. Tulisan manusia melibatkan proses kreatif yang melibatkan pemikiran dan ide pribadi serta pengalaman dari penulis dalam mengekspresikan pesan atau ide yang ingin disampaikan. Proses ini melibatkan pemilihan kata-kata, gaya penulisan, dan teknik narasi untuk menciptakan teks yang unik dan orisinal.

Oleh karena itu, meskipun ChatGPT dapat menghasilkan teks yang terstruktur dan terorganisir dengan baik, kebanyakan teks tersebut masih terlihat seperti hasil dari perhitungan mesin, dengan sedikit atau tanpa nuansa personal dan gaya penulisan yang khas seperti tulisan manusia.

Selain itu, meskipun ChatGPT dapat memperbaiki kesalahan tata bahasa, sintaksis, dan ejaan, namun kemampuan untuk menghasilkan teks yang bermakna dan mempunyai keterkaitan dengan konteks yang lebih luas masih terbatas. Hal ini karena mesin hanya mengolah data berdasarkan pola dan frekuensi kata, dan tidak memiliki kemampuan untuk memahami maksud dan tujuan dari teks tersebut seperti yang dimiliki oleh manusia.

Perbedaan utama antara tulisan hasil ChatGPT dan manusia adalah pada kemampuan dan proses kreatif dalam mengekspresikan ide dan pemikiran. Meskipun ChatGPT dapat menghasilkan teks yang terstruktur dan terorganisir dengan baik, namun tetap terlihat seperti hasil perhitungan mesin tanpa nuansa personal dan gaya penulisan yang khas seperti tulisan manusia.

Meskipun ChatGPT dapat membantu meningkatkan kemampuan menulis siswa, peran guru tetap sangat penting untuk meningkatkan kemampuan berpikir siswa dan membantu mereka mengembangkan keterampilan menulis yang lebih baik. Berikut adalah beberapa cara guru dapat meningkatkan kemampuan berpikir siswa dengan menggunakan ChatGPT:

  1. Memberikan tugas yang sesuai dengan tingkat kemampuan siswa: Guru dapat memberikan tugas menulis yang sesuai dengan kemampuan siswa dan memberikan bimbingan dalam penggunaan ChatGPT untuk membantu siswa meningkatkan keterampilan menulis mereka.
  2. Mengajarkan keterampilan analisis dan sintesis: Guru dapat membantu siswa memahami cara menganalisis dan menyintesis informasi dari ChatGPT, dan kemudian menggunakannya untuk mengembangkan ide dan gagasan mereka sendiri dalam menulis.
  3. Mendorong kreativitas dan inovasi: Guru dapat mendorong siswa untuk berpikir secara kreatif dan inovatif dalam menggunakan ChatGPT sebagai alat bantu menulis, dan membantu mereka mengembangkan ide dan gagasan yang orisinal dan unik.
  4. Mendorong keterampilan berpikir kritis: Guru dapat membantu siswa mengembangkan keterampilan berpikir kritis dalam mengevaluasi informasi yang diberikan oleh ChatGPT, termasuk mengevaluasi kebenaran dan relevansi informasi.
  5. Memberikan umpan balik dan pengawasan: Guru dapat memberikan umpan balik dan pengawasan yang tepat dalam penggunaan ChatGPT, termasuk membantu siswa mengidentifikasi dan mengatasi masalah atau kesalahan dalam penulisan mereka.

Dengan bimbingan dan pengawasan yang tepat, ChatGPT dapat menjadi alat yang sangat berguna untuk membantu siswa meningkatkan kemampuan menulis mereka dan mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan kreatif yang lebih baik. Namun, peran guru tetap sangat penting dalam membantu siswa menggunakan teknologi ini secara bijak dan efektif. Salah satu kekhawatiran guru dengan chatGPT adalah pemberian PR pada siswa.

Berikut adalah beberapa contoh PR siswa yang dapat berkolaborasi dengan ChatGPT:

  1. Menulis naskah drama. Siswa dapat menggunakan ChatGPT untuk menghasilkan ide untuk naskah drama, mengembangkan karakter dan plot, serta membuat dialog yang menarik.
  2. Menulis artikel atau esai. Siswa dapat menggunakan ChatGPT untuk mencari referensi, membuat kerangka tulisan, serta menyusun kalimat-kalimat yang lebih baik.
  3. Membuat video pembelajaran. Siswa dapat menggunakan ChatGPT untuk membantu mereka dalam menyusun skenario video pembelajaran, menulis naskah, serta menyunting video.
  4. Membuat presentasi. Siswa dapat menggunakan ChatGPT untuk membuat presentasi yang lebih menarik, dengan memasukkan ilustrasi atau grafik yang relevan, serta menggunakan kata-kata yang lebih tepat dan persuasif.
  5. Menulis laporan penelitian. Siswa dapat menggunakan ChatGPT untuk membantu mereka dalam mencari referensi, menyusun kerangka laporan, serta menulis kesimpulan yang lebih akurat.

PR yang berkolaborasi dengan ChatGPT dapat membantu siswa dalam meningkatkan keterampilan kritis. Sebagai pendidik, tugas utama guru bukan hanya untuk menyampaikan konten materi kepada siswa, tetapi juga untuk mengajarkan keterampilan berpikir dan keterampilan hidup yang dapat membantu siswa dalam kehidupan mereka di masa depan.

Keterampilan berpikir merupakan keterampilan dasar yang sangat penting untuk dikuasai oleh siswa, karena keterampilan ini tidak hanya berlaku dalam konteks akademis, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari dan dunia kerja di masa depan. Beberapa keterampilan berpikir yang dapat diajarkan oleh guru antara lain:

  1. Keterampilan analisis: Kemampuan untuk memecah masalah besar menjadi bagian-bagian yang lebih kecil, mengidentifikasi faktor penyebab, dan mengevaluasi alternatif solusi.
  2. Keterampilan sintesis: Kemampuan untuk menyatukan informasi dari berbagai sumber dan mengembangkan solusi baru atau gagasan yang orisinal.
  3. Keterampilan evaluasi: Kemampuan untuk mengevaluasi kebenaran dan relevansi informasi, serta kemampuan untuk mengambil keputusan berdasarkan informasi yang tersedia.
  4. Keterampilan pemecahan masalah: Kemampuan untuk mengidentifikasi masalah, mencari alternatif solusi, dan mengimplementasikan solusi yang tepat.
  5. Keterampilan berpikir kreatif: Kemampuan untuk menghasilkan ide dan gagasan yang baru dan orisinal.

Guru dapat mengajarkan keterampilan berpikir ini dalam berbagai cara, termasuk melalui tugas menulis dan diskusi kelas. Dalam hal ini, ChatGPT juga dapat menjadi alat bantu yang berguna untuk membantu siswa mengembangkan keterampilan berpikir dan kreativitas mereka. Namun, peran guru tetap sangat penting dalam membantu siswa mengembangkan keterampilan berpikir yang tepat dan membimbing mereka dalam penggunaan teknologi secara efektif dan bijak.

Bagikan Artikel Ini
img-content
Apri Damai Sagita Krissandi

Universitas Sanata Dharma

0 Pengikut

Baca Juga











Artikel Terpopuler