Relevansi Historis Bangsa Indonesia dengan Peristiwa Global Internasional

Senin, 20 Maret 2023 12:16 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Bangsa Indonesia memiliki historis yang memiliki keterkaitan dengan lingkup Internasional. Hal ini memerlukan analisis untuk mengetahui relevansi sejarah bangsa Indonesia dengan kepentingan global yang memberikan pengaruh pada segi ekonomi, sosial dan politik masyarakat Indonesia.

Historis bangsa Indonesia memiliki kaitan dengan adanya kepentingan-kepentingan internasional. Hasyim Wahid mengatakan bahwa historisitas bangsa Indonesia ialah perpanjangan tangan dari dinamika pertarungan kepentingan global dari beberapa hal yakni kepentingan wacana, ekonomi, sosial dan politik. Menurutnya, nama Indonesia merupakan temuan linguistik-filologis oleh A. Bastian ilmuwan asal Jerman.

Stigma kebanyakan orang, bahwa Indonesia dilihat sebagai entitas tersendiri yang tidak ada kaitannya dengan kepentingan global. Padahal  sejarah Indonesia nyatanya terpengaruh oleh dinamika kepentingan global internasional. Diawali dari pada tahun 1890-an ada sosok bernama Ernest Renan yang memiliki pengaruh cukup besar di benua Eropa yakni dengan membawa konsep negara-bangsa.

Kemudian di Eropa muncul berbagai negara-bangsa,  bersamaan hal tersebut pemerintah kolonial Belanda memberlakukan kebijakan politik etis atas Hindia-Belanda. Akibat politik etis itu munculah beberapa intelektual muda yang bersentuhan dengan pemikiran Barat termasuk tentang Nasionalisme.

Setelah era itu pada tahun 1908-1926 berdiri berbagai macam organisasi rakyat kedaerah di Hindia-Belanda yakni SI, BO, NU dan yang lainnya. Pada 1926 terjadinya pemberontakan Partai Komunis Hindia-Belanda hal ini banyak diilhami oleh terjadinya revolusi Bolshevik di Uni Soviet, sejak saat itu banyak tokoh Indonesia yang melakukan kontak dengan Uni Soviet. 

Setelah itu pada tahun 1928 terjadinya kristalisasi konsep kebangsaan di kalangan masyarakat Indonesia yang tercermin pada peristiwa Soempah Pemoeda. Selanjutnya pada tahun berikutnya terjadinya resesi ekonomi di negara-negara kapitalis yang menyebabkan terjadinya konflik dalam memperebutkan negara jajahan. Terjadinya konsolidasi diantara mereka, kemudian timbulah blok Axis yakni Jepang dan Jerman selain itu blok Allies (Sekutu). Pada saat itu Talcott Parsons menyusun konsep sosiologi rekayasa sosial yang akan diterapkan di negara jajahan hal tersebut ialah peran Negara AS. 

1939-1945 terjadi Perang Dunia ke II antara Sekutu melawan Axis kemudian pertemuan Bretton Woods yang menghasilkan kesepakatan dibentuknya PBB, World Bank, IBRD IMF dan lainnya.  Lembaga ini dibentuk sebagai antisipasi atas kemerdekaan negara-negara jajahan. Kondisi konflik Internasional inilah kemudian dimanfaatkan negara bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.

Tepatnya bulan Oktober 1945 keluar Resolusi Jihad dari Ulama' NU yang berisi seruan perang suci untuk menghadapi serangan-serangan Sekutu karena tidak adanya tindakan yang tegas dari TNI untuk menghadapi Sekutu yang coba merebut kembali NKRI. Kemudian berturut-turut terjadinya pemberontakan PKI pada tahun 1948 dan munculnya gejolak di Indonesia, di tahun yang sama Partai Komunis Cina di bawah pimpinan Mao Ze Dong merebut kekuasaan di Cina daratan setelah mengalahkan Jepang.

Pada tahun 1950 sampai dengan 1958 muncul negara Pasundan dan diakhiri PRRI dan Permesta yakni gerakan Separatis di Indonesia. 1955 Konferensi Asia-Afrika digelar di Bandung diprakrsai oleh Bung Karno sebagai respon atas tekanan negara-negara Kapitalis terhadap negara Asia-Afrika yang baru saja merdeka. Pada tahun 1965 terjadinya pemberontakan G30S/ PKI yang mengantarkan Soeharto menjadi Presiden, tragedi ini terjadi atas campur tangan Amerika Serikat.

Beberapa peristiwa  sejarah global yang berkaitan dengan sejarah bangsa Indonesia jadi hilangkan lah stigma dominasi bahwa Indonesia ialah entitas tersendiri, walaupun Indonesia memiliki historis terpengaruh oleh bangsa luar termasuk barat, namun anak muda saat ini jangan hanya bangga memahami dan mempelajari teori luar negeri contohnya teori barat selain itu harus juga mempertahankan budaya dan identitas bangsa Indonesia yang sudah tertanam. 

Bagikan Artikel Ini
img-content
ANDI SUHENDRA

Penulis Indonesiana

0 Pengikut

Baca Juga











Artikel Terpopuler











Terpopuler di Peristiwa

img-content
img-content
img-content
img-content
Lihat semua