Jangan Kambinghitamkan Susu Kambing Lagi. Ini 6 Mitos dan Faktanya

Rabu, 29 Maret 2023 11:42 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

"Susu kambing penyebab jerawat." "Susu kambing tidak enak." Itu mitos atau fakta, ya?

Susu kambing cenderung lebih sering dihindari dan kurang populer di kalangan masyarakat. Jumlah pilihan susu kambing di pasaran pun lebih terbatas dibandingkan produk berbahan susu sapi. Jika ditarik lebih jauh, banyak masyarakat yang masih skeptis terhadap susu kambing.

Ada yang bilang susu kambing mengandung kolesterol tinggi yang nanti berdampak buruk pada tubuh. Ada pula yang melarang ibu hamil untuk mengonsumsi susu kambing karena takut berefek tidak baik pada janin yang dikandungnya.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Selain itu, masih banyak lagi kesalahan dan keburukan yang dialamatkan pada susu kambing. Keunggulan-keunggulan susu kambing bagaikan terkubur dan terlupakan karena anggapan yang tidak benar dari masyarakat.

Nah, biar tidak ikut mengkambinghitamkan susu kambing atas segala permasalahan kesehatan dan dicurigai karena kandungannya, Bunda perlu mengetahui faktanya. Yuk, luruskan mitos seputar susu kambing dengan fakta.

Mitos: Susu kambing tidak cocok untuk orang dewasa.

Fakta: Susu kambing sama sehatnya dengan susu sapi untuk orang dewasa yang tidak alergi terhadap protein susu kambing.

Mitos: Susu kambing memiliki kandungan lemak yang lebih tinggi daripada susu sapi.

Fakta: Susu kambing memang memiliki kandungan lemak yang lebih tinggi daripada susu sapi, tetapi juga memiliki kandungan asam lemak tak jenuh ganda yang lebih tinggi, yang dapat membantu menurunkan kolesterol darah.

Mitos: Susu kambing tidak memiliki rasa yang enak.

Fakta: Sebenarnya, rasa yang enak tergantung pada selera masing-masing orang. Namun, rasa susu kambing bervariasi tergantung pada faktor-faktor seperti jenis kambing, pakan yang diberikan, dan proses pengolahan susu. Susu kambing mempunyai rasa yang lebih lembut dan tidak terlalu pahit dibandingkan dengan susu sapi.

Mitos: Susu kambing menyebabkan alergi.

Fakta: Susu kambing dan susu sapi sama-sama dapat menyebabkan alergi, tergantung pada individu. Mungkin ada orang yang alergi terhadap susu kambing. Akan tetapi susu sapi memiliki lebih banyak laktosa yang mana lebih banyak orang alergi terhadap laktosa susu sapi. Beberapa orang yang intoleran terhadap laktosa masih dapat mengonsumsi susu kambing dengan aman karena protein susu kambing lebih mudah dicerna. Susu kambing memiliki kandungan protein sekitar 3,3 persen, sedangkan susu sapi memiliki kandungan protein yang lebih tinggi dengan rata-rata 3,9 persen.

Mitos: Susu kambing tidak bermanfaat bagi kesehatan

Fakta: Susu kambing mengandung banyak nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan, termasuk protein, lemak, kalsium, vitamin D, vitamin B12, dan asam amino yang jumlahnya lebih banyak daripada susu sapi. Kandungan lemak jenuh dalam susu kambing juga lebih rendah dibandingkan susu sapi. Selain itu susu kambing mengandung kadar imunoglobulin yang tinggi, yang dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Mitos: Susu kambing tidak dapat digunakan sebagai pengganti susu sapi

Fakta: Susu kambing dapat digunakan sebagai pengganti susu sapi dalam berbagai resep dan makanan, termasuk keju, yoghurt, dan krim.

Itu dia beberapa mitos dan fakta tentang susu kambing. Ternyata susu kambing yang sering kita sepelekan justru memiliki banyak keunggulan dibandingkan susu sapi.

Merasa artikel ini bermanfaat dan butuh lebih banyak artikel tentang kecantikan dan kesehatan? Silakan cek bio saya, ya. Sampai jumpa lagi di artikel berikutnya! (*NAFF)

Bagikan Artikel Ini
img-content
Firda Newcolla

Dapatkan artikel menarik seputar kecantikan, penuaan dini, dan parenting di https://newcolla-artikel.orderyuk.info

0 Pengikut

Baca Juga











Artikel Terpopuler











Terpopuler di Peristiwa

img-content
img-content
img-content
img-content
Lihat semua