Mahasiswa Apatis di Era Digital

Kamis, 13 April 2023 17:40 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

"kalau ingin melakukan perubahan jangan tunduk terhadap kenyataan, asalkan kamu yakin dijalan yang benar maka lanjutkan." harapanya kepada mahasiswa di era teknologi yang semakin canggih ini tetap menjalankan cita citranya sebagai agent of changes dan social control. kepekaan terhadap lingkungan social akan menjadi berguna untuk kebaikan lingkungan di sekitar.

Berbicara tentang mahasiswa memang tidak ada habisnya dan tak kala serunya. Mahasiswa menurut KBBI adalah orang yang sedang menempuh pendidikan di perguruan tinggi dengan harapan ketika selesai menamatkan pendidikan akan mendapatkan pekerjaan dan keinginan sesuai dengan basis ilmu yang dipelajari.

Mahasiswa juga identik dengan hal-hal yang sifatnya kritis baik dalam pemikiran maupun tindakan. Mahasiswa sering di sebut sebut sebagai agen perubahan dan sosial kontrol. Bukan hanya bualan belaka namun ini nyata. Bisa dilihat dari rentetan sejarah yang pernah di buat mahasiswa dalam memajukan masyarakat maupun mengkritisi kebijakan pemerintah yang tidak sesuai dan cenderung tidak berpihak kepada masyarakat.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Mahasiswa biasanya menjadi tameng terdepan masyarakat ketika terjadi kebijakan yang tidak berpihak kepada rakyat. salah satu yang terbesar yaitu jatuhnya rezim pemerintahan soeharto. Perjalanan mahasiswa pada masa itu memiliki rentetan sejarah yang panjang untuk menggulingkan rezim Soeharto. dan tidak bisa dipungkiri juga banyak nyawa yang dikorbankan dalam proses ini. 

Keinginan mahasiswa untuk menggulingkan rezim Soeharto bukan tanpa alasan. Banyak hal yang terjadi salah satunya krisis moneter dan tidak kepercayaan rakyat kepada pemerintah sudah hilang akibatnya demonstrasi besar besaran secara serentak terjadi dimana-mana dan kerusuhan akibat kecemburuan social pun tidak bisa dielakkan. Kerusuhan pada masa ini identik dengan pengerusakan  dan pelecehan seksual yang terjadi dimana-mana, sehingga banyak kecaman dari berbagai negara.

Berkaca dari peristiwa tersebut mahasiswa hari ini banyak tidak peduli dengan hal-hal yang terjadi di sekitarnya dan tidak tau harus berbuat apa. ada banyak faktor yang mempengaharui semakin minimnya sifat kritis mahasiswa terhadap lingkungan disekitarnya baik secara internaal maupun eksternal.

Faktor internal yang mempengaharui yaitu mahasiswa cenderung biasa menerima dan lebih suka dengan hal hal yang instan. hal ini sangat berpengaruh terhadap nalar kritis mahasiswa dan kepekaan terhadap lingkungan di sekitarnya. Contohnya yaitu malas membaca buku, malas mendalami data dan sangat jarang melakukan riset ataupun pencian data dan fakta yang mendalam terhadap hal hal yang terjadi disekitarnya.

Faktor internal yang mempengaharui adalah kecenderungan mahasiswa tidak dapat meyesuaikan waktu dalam hal pengendalian teknologi. Banyak mahasiswa yang terlena dan menghabiskan waktunya untuk hal yang sia sia untuk mendapatkan kesenangan sesaat. Salah satunya adalah terlalu banyak bermain game sehingga membuat lupa waktu dan cenderung tidak peduli dengan lingkungan disekitarnya. Selain itu pemberian beasiswa secara berlebih lebih juga mempengaharui sehingga mahasiswa hanya terlena dengan peraturan pemberi beasiswa saja dan tidak memperhatikan lagi lingkungan sekitarnya

Sistem perkuliahan hari ini juga banyak mempengaharui sifat kritis mahasiswa, sistem perkuliahan hari ini cenderung memberikan tekanan psikologis yang membuat mahasiswa susah mengatur waktu untuk mengasah keterampilanya diluar kehidupan kampus, padahal ini sangat penting untuk mahasiswa nanti setelah meyelesaikan perkuliahan dan kembali kepada masyarakat. akibatnya mahasiswa cenderung pragmatis dan tidak siap menghadapi kehidupan dimasyarakat.

Melain itu dibeberapa universitas juga banyak menggunakan teknologi dalam sistem pembelajaranya tanpa dibarengi dengan pengetahuan dalam penggunaan teknologi sehingga mubazir dan cenderung menghabiskan anggaran. Tak kala juga masih banyak Universitas yang belum melek terhadap teknologi sehingga tergerus dan ketinggalan.

Memang kita sebagai mahasiswa sudah seharusnya melek dalam penggunaan teknologi jika tidak bisa ketinggalan informasi terkini dan terlambat mengetahui hal hal yang terjadi disekitar kita, namun penggunaan teknologi ini juga harus dibarengi dengan pemanfaatan penggunaannya agar tepat sasaran sesuai dengan penggunaanya.

Meski demikian memang masih ada kelompok kelompok kecil mahasiswa yang masih memiliki sikap kritis memikirkan kemajuan masyarakat dan negara ini. Meskipun jumlahnya hanya sedikit semoga jumlah yang sedikit ini mampu memberikan perubahan dan menjadi awal kebangkitan mahasiswa di era teknologi dan derasnya arus informasi hari ini.

seperti kutipan dari Gus Dur "kalau ingin melakukan perubahan jangan tunduk terhadap kenyataan, asalkan kamu yakin dijalan yang benar maka lanjutkan." harapanya kepada mahasiswa di era teknologi yang semakin canggih ini tetap menjalankan cita citranya sebagai agent of changes dan social control.

Bagikan Artikel Ini
img-content
michael sibarani

Penulis Indonesiana

0 Pengikut

img-content

Sajak Nurani yang Mati

Jumat, 26 Mei 2023 06:03 WIB

Baca Juga











Artikel Terpopuler











Terpopuler di Peristiwa

img-content
img-content
img-content
Lihat semua