x

Iklan

Guntur Bagus Pamungkas

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 6 September 2023

Kamis, 14 September 2023 12:59 WIB

Pentingnya Kolaborasi antara Perguruan Tinggi dan Industri dalam Hilirisasi Inovasi Penginderaan Jauh Geomatika

Kolaborasi antara PTdan industri dalam penginderaan jauh dan geomatika memberikan manfaat signifikan bagi mahasiswa. Ini membuka peluang mereka mendapatkan pengalaman praktis dalam proyek-proyek industri yang relevan,

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri dalam proses hilirisasi inovasi sangat penting karena memiliki dampak positif yang signifikan pada pertumbuhan ekonomi, kemajuan teknologi, dan perkembangan masyarakat. Berikut adalah beberapa alasan mengapa kolaborasi ini sangat penting:

  1. Percepatan Transfer Teknologi: Perguruan tinggi adalah pusat penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan. Mereka memiliki pengetahuan mendalam dalam berbagai disiplin ilmu dan potensi untuk menghasilkan inovasi teknologi. Kolaborasi dengan industri memungkinkan transfer teknologi yang lebih cepat dari lingkungan akademis ke dunia bisnis, mempercepat pengembangan produk dan layanan baru.
  2. Penerapan Pengetahuan Teoritis: Perguruan tinggi memiliki keahlian dalam pengembangan teori dan konsep yang mendasari teknologi dan inovasi. Industri, di sisi lain, memiliki pemahaman mendalam tentang tantangan praktis dalam menghadirkan produk dan layanan ke pasar. Kolaborasi memungkinkan gabungan pengetahuan teoritis dan praktis untuk menciptakan solusi yang lebih baik.
  3. Pengembangan Sumber Daya Manusia: Kolaborasi ini menciptakan peluang bagi mahasiswa dan peneliti untuk berinteraksi langsung dengan dunia industri. Ini memungkinkan mereka untuk mendapatkan wawasan praktis, pengalaman, dan keterampilan yang relevan, yang meningkatkan kesiapan mereka untuk menghadapi pasar kerja.
  4. Pemanfaatan Sumber Daya Bersama: Perguruan tinggi dan industri dapat berbagi sumber daya seperti laboratorium, fasilitas penelitian, dan perangkat keras yang mahal. Ini mengoptimalkan penggunaan sumber daya dan mengurangi biaya pengembangan inovasi.
  5. Penelitian Terfokus pada Masalah Nyata: Kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri dapat membantu memastikan bahwa penelitian yang dilakukan memiliki relevansi langsung dengan masalah dan tantangan yang dihadapi oleh industri. Ini dapat menghasilkan inovasi yang lebih sesuai dengan kebutuhan pasar.
  6. Peningkatan Daya Saing Industri: Dengan bekerja sama, perguruan tinggi dan industri dapat membantu meningkatkan daya saing industri lokal dan nasional. Ini dapat menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan ekspor produk inovatif, dan menghasilkan pertumbuhan ekonomi.
  7. Perluasan Jaringan dan Koneksi: Kolaborasi ini membuka pintu bagi koneksi dan jaringan antara para ahli, pengusaha, dan pemimpin industri. Ini dapat menghasilkan peluang bisnis baru, investasi, dan pertukaran ide yang bermanfaat.

Secara keseluruhan, kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri merupakan elemen kunci dalam mempercepat inovasi, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan menciptakan solusi yang lebih baik untuk tantangan yang dihadapi oleh masyarakat. Dengan bekerja sama, keduanya dapat mencapai hasil yang lebih besar daripada yang bisa mereka capai secara terpisah.

Selanjutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri dalam proses hilirisasi inovasi juga sangat penting untuk mahasiswa. Ini memberikan berbagai manfaat yang signifikan bagi mahasiswa, termasuk:

  1. Pengalaman Praktis: Mahasiswa dapat terlibat dalam proyek-proyek riset dan pengembangan yang dilakukan bersama oleh perguruan tinggi dan industri. Ini memberi mereka kesempatan untuk mendapatkan pengalaman praktis yang berharga dalam bekerja dengan teknologi terkini, peralatan industri, dan pemecahan masalah dunia nyata.
  2. Keterampilan yang Relevan: Kolaborasi ini memungkinkan mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan yang relevan dengan pasar kerja. Mereka dapat mengasah keterampilan seperti pemrograman, desain, analisis data, dan manajemen proyek, yang akan sangat bermanfaat saat mencari pekerjaan di industri.
  3. Akses ke Sumber Daya dan Fasilitas: Mahasiswa dapat mengakses sumber daya dan fasilitas industri yang biasanya tidak tersedia di lingkungan akademis. Ini termasuk laboratorium canggih, peralatan produksi, dan perangkat keras khusus yang dapat digunakan untuk penelitian dan eksperimen.
  4. Networking: Melalui kolaborasi ini, mahasiswa memiliki kesempatan untuk membangun jaringan kontak yang kuat di dunia industri. Mereka dapat berinteraksi dengan profesional dan pemimpin industri, yang dapat membuka pintu bagi peluang kerja dan kemitraan bisnis di masa depan.
  5. Penelitian Terfokus pada Kasus Nyata: Mahasiswa dapat terlibat dalam penelitian yang lebih relevan dengan masalah dunia nyata yang dihadapi oleh industri. Ini memberi mereka pemahaman yang lebih dalam tentang bagaimana konsep-konsep teoritis dapat diterapkan dalam konteks praktis.
  6. Peluang Kerja: Kolaborasi dengan industri dapat memfasilitasi peluang kerja bagi mahasiswa. Banyak perusahaan lebih suka merekrut lulusan yang telah memiliki pengalaman kerja praktis dalam industri mereka.
  7. Pengembangan Karir: Mahasiswa yang terlibat dalam kolaborasi ini memiliki keunggulan kompetitif di pasar kerja. Mereka dapat mencantumkan pengalaman kolaborasi ini dalam CV mereka, yang dapat membedakan mereka dari pesaing lainnya.
  8. Peningkatan Motivasi dan Kepuasan Belajar: Melibatkan mahasiswa dalam proyek kolaboratif yang berdampak nyata dapat meningkatkan motivasi dan kepuasan belajar mereka. Mereka dapat melihat hasil konkret dari kerja keras mereka dan merasa lebih terhubung dengan mata pelajaran yang mereka pelajari.
Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Secara keseluruhan, kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri memberikan peluang berharga bagi mahasiswa untuk mengembangkan diri, meningkatkan keterampilan, dan mempersiapkan diri untuk sukses di dunia kerja. Hal ini juga memungkinkan mereka untuk menjadi bagian dari upaya inovasi yang dapat memberikan kontribusi positif pada perkembangan ekonomi dan teknologi.

Kemudian, kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri dalam proses hilirisasi inovasi di bidang geomatika sangat penting karena bidang ini memiliki dampak yang signifikan pada pemahaman dan pemanfaatan data geografis dan spasial untuk berbagai tujuan, seperti pemetaan, perencanaan tata ruang, pengelolaan sumber daya alam, dan pemahaman perubahan lingkungan. Berikut adalah beberapa alasan mengapa kolaborasi ini sangat penting di bidang geomatika:

  1. Penerapan Teknologi Geospasial: Industri memiliki akses ke teknologi dan perangkat keras geospasial yang canggih, seperti sistem informasi geografis (SIG), perangkat pemrosesan citra satelit, dan alat pemetaan. Kolaborasi dengan perguruan tinggi memungkinkan penerapan teknologi ini untuk pengembangan solusi yang lebih efisien dan inovatif.
  2. Pengembangan Perangkat Lunak Khusus: Perguruan tinggi dapat bekerja sama dengan industri untuk mengembangkan perangkat lunak khusus yang sesuai dengan kebutuhan industri dalam pemrosesan, analisis, dan visualisasi data geografis. Hal ini dapat meningkatkan efisiensi dalam penggunaan data geospasial.
  3. Peningkatan Penelitian dan Pengembangan: Kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri dapat mempercepat penelitian dan pengembangan dalam bidang geomatika. Ini termasuk pengembangan teknik pemetaan baru, metode analisis data geografis yang lebih canggih, dan aplikasi baru untuk data geospasial.
  4. Pengalaman Praktis bagi Mahasiswa: Kolaborasi ini memberikan mahasiswa kesempatan untuk terlibat dalam proyek-proyek praktis yang relevan dengan industri geomatika. Ini dapat mempersiapkan mereka dengan keterampilan dan pengetahuan yang lebih baik untuk karir di bidang ini.
  5. Penerapan Geomatika dalam Berbagai Industri: Geomatika memiliki aplikasi yang luas di berbagai sektor industri, termasuk perencanaan kota, pertanian, energi, transportasi, dan lingkungan. Kolaborasi dengan industri memungkinkan pengembangan solusi geomatika yang dapat menguntungkan berbagai industri ini.
  6. Inovasi dalam Solusi Tata Ruang dan Lingkungan: Geomatika berkontribusi pada solusi yang lebih baik dalam perencanaan tata ruang dan pengelolaan lingkungan. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri membantu memajukan solusi yang lebih berkelanjutan dan efisien dalam penggunaan sumber daya alam.
  7. Pengembangan Bisnis dan Kesempatan Investasi: Industri geomatika dapat memanfaatkan kolaborasi dengan perguruan tinggi untuk mengembangkan bisnis mereka, meningkatkan pangsa pasar, dan menciptakan peluang investasi. Sebaliknya, perguruan tinggi juga dapat memanfaatkan investasi industri untuk meningkatkan fasilitas dan penelitian mereka di bidang geomatika.
  8. Penyelesaian Tantangan Bersama: Kolaborasi memungkinkan industri dan perguruan tinggi untuk bersama-sama mengatasi tantangan yang kompleks dalam pengelolaan data geografis dan informasi spasial. Hal ini dapat menghasilkan solusi yang lebih inovatif dan efektif.

Dalam bidang geomatika, kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri membantu menggabungkan keahlian akademis dan pengalaman praktis industri untuk menciptakan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat, bisnis, dan pemahaman lebih baik tentang dunia di sekitar kita. Ini juga menciptakan peluang kerja dan kontribusi positif pada pengembangan teknologi geospasial yang lebih maju.

Geomatika adalah bidang ilmu yang berkaitan dengan pengukuran, pemetaan, analisis, dan pemahaman tentang data geografis dan spasial. Ini mencakup berbagai aplikasi yang berkaitan dengan informasi geografis dan pemanfaatannya dalam berbagai industri. Berikut ini adalah gambaran singkat tentang industri geomatika di Indonesia dan dunia:

Industri Geomatika di Indonesia:

  1. Pemetaan dan Surveying: Di Indonesia, industri pemetaan dan survei memiliki peran penting dalam sektor konstruksi, perencanaan tata ruang, dan pengembangan infrastruktur. Beberapa perusahaan besar yang beroperasi dalam bidang ini adalah Badan Informasi Geospasial (BIG) dan perusahaan swasta seperti PT. Adhi Karya Tbk.
  2. Sistem Informasi Geografis (SIG): Penggunaan SIG semakin berkembang di sektor pemerintah, perencanaan kota, perkebunan, dan industri pertambangan. Perusahaan-perusahaan teknologi informasi dan konsultan SIG, seperti PT ESRI Indonesia, berperan penting dalam mengembangkan aplikasi SIG di Indonesia.
  3. Penginderaan Jauh: Teknologi citra satelit dan penginderaan jauh digunakan dalam berbagai aplikasi, termasuk pemantauan lingkungan, pertanian, dan pemetaan bencana alam. LAPAN (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional) adalah badan pemerintah yang terlibat dalam penginderaan jauh di Indonesia.
  4. Pelatihan dan Pendidikan: Perguruan tinggi di Indonesia, seperti Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Diponegoro (UNDIP), dan Universitas Gadjah Mada (UGM), menawarkan program pendidikan di bidang geomatika, dan lembaga-lembaga pelatihan juga turut berperan dalam mengembangkan sumber daya manusia di sektor ini.

Industri Geomatika di Dunia:

  1. Perusahaan Multinasional: Beberapa perusahaan multinasional besar seperti ESRI (AS), Trimble (AS), Leica Geosystems (Swiss), dan Hexagon Geosystems (Swedia) adalah pemain utama dalam industri geomatika global. Mereka mengembangkan perangkat keras, perangkat lunak, dan solusi yang digunakan di seluruh dunia.
  2. Penginderaan Jauh: Organisasi antar-pemerintah seperti NASA (AS) dan ESA (European Space Agency) memiliki program penginderaan jauh dan menyediakan data citra satelit kepada dunia. Banyak perusahaan swasta juga mengambil bagian dalam pengumpulan dan analisis data penginderaan jauh.
  3. SIG dan Pemetaan: Penggunaan SIG dan pemetaan meluas di berbagai sektor, termasuk pemerintahan, bisnis, transportasi, dan energi. Solusi SIG seperti ArcGIS dari ESRI digunakan di seluruh dunia untuk analisis data geografis.
  4. Pengembangan Aplikasi: Penggunaan perangkat bergerak dan aplikasi berbasis lokasi semakin populer. Perusahaan teknologi besar seperti Google dan Apple juga aktif dalam pengembangan aplikasi berbasis lokasi.
  5. Penelitian dan Pendidikan: Universitas di seluruh dunia menyediakan program pendidikan dan melakukan penelitian dalam bidang geomatika. Beberapa institusi seperti University College London (Inggris) dan ETH Zurich (Swiss) dikenal karena keunggulan dalam ilmu geomatika.

Geomatika terus berkembang dan semakin penting dalam pemahaman dan pengelolaan dunia kita yang semakin kompleks. Dengan perkembangan teknologi dan inovasi yang terus berlanjut, industri geomatika diharapkan akan terus tumbuh baik di Indonesia maupun di seluruh dunia.

Kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri dalam proses hilirisasi inovasi di bidang geomatika, khususnya penginderaan jauh, memiliki signifikansi yang besar karena sejumlah alasan berikut:

  1. Transfer Teknologi: Kolaborasi ini memungkinkan transfer teknologi yang lebih cepat dari penelitian dan pengembangan akademis ke dunia industri. Perguruan tinggi seringkali memiliki akses ke pengetahuan dan riset terbaru, dan industri dapat memanfaatkannya untuk mengembangkan produk dan layanan yang lebih inovatif.
  2. Pengembangan Aplikasi Praktis: Perguruan tinggi dapat membantu industri mengembangkan aplikasi praktis dari data penginderaan jauh. Ini bisa mencakup penggunaan data satelit untuk pemantauan lingkungan, pemetaan sumber daya alam, pemantauan bencana alam, dan banyak lagi. Kolaborasi ini memungkinkan penggunaan data tersebut dalam kasus nyata.
  3. Penelitian Bersama: Kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri memungkinkan untuk penelitian bersama yang lebih luas dan mendalam. Ini dapat menghasilkan penemuan-penemuan baru, teknologi canggih, dan metodologi pemrosesan data yang dapat memberikan manfaat langsung bagi industri.
  4. Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia: Kolaborasi ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk terlibat dalam proyek-proyek penginderaan jauh yang sesungguhnya. Mereka bisa belajar secara langsung dari para profesional industri, memperoleh pengalaman praktis yang akan meningkatkan keterampilan mereka, dan mempersiapkan mereka untuk karir di bidang ini.
  5. Pengembangan Produk dan Layanan Inovatif: Industri memiliki pemahaman mendalam tentang kebutuhan pasar dan tantangan yang dihadapi oleh pengguna akhir. Dengan berkolaborasi dengan perguruan tinggi, mereka dapat mengembangkan produk dan layanan yang lebih relevan, efisien, dan inovatif.
  6. Pemanfaatan Sumber Daya Bersama: Perguruan tinggi dan industri dapat berbagi sumber daya seperti perangkat keras, perangkat lunak, dan infrastruktur. Ini dapat mengoptimalkan penggunaan sumber daya dan mengurangi biaya pengembangan inovasi.
  7. Peningkatan Kualitas Data: Kolaborasi dapat membantu meningkatkan kualitas data yang digunakan dalam penginderaan jauh. Dengan peralatan dan teknologi yang lebih baik, data yang dihasilkan menjadi lebih akurat dan bermanfaat.
  8. Pengembangan Standar Industri: Kolaborasi ini juga dapat memfasilitasi pengembangan standar industri yang dapat digunakan secara luas oleh pemain industri. Standar ini dapat membantu dalam pemahaman dan interpretasi data penginderaan jauh secara konsisten.

Dalam bidang geomatika, penginderaan jauh memiliki banyak aplikasi penting dalam pemantauan dan pemahaman dunia kita. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri tidak hanya mempercepat inovasi dan pengembangan teknologi, tetapi juga membantu dalam mengatasi masalah dunia nyata seperti perubahan iklim, bencana alam, dan pengelolaan sumber daya alam. Dengan berkolaborasi, keduanya dapat mencapai hasil yang lebih baik dan memajukan bidang penginderaan jauh lebih lanjut.

Ada beberapa web portal terbuka yang diperuntukkan sebagai akses data penginderaan jauh yang dapat Anda gunakan untuk mengakses informasi dan citra satelit. Berikut adalah beberapa contoh:

  1. NASA Worldview: NASA Worldview adalah web portal yang menyediakan akses ke data penginderaan jauh dari berbagai misi satelit NASA. Anda dapat menjelajahi citra satelit dari berbagai instrumen dan sensor yang mencakup berbagai parameter atmosfer, suhu permukaan, dan banyak lagi. Portal ini memungkinkan Anda untuk memvisualisasikan data dalam berbagai format. Situs web: NASA Worldview
  2. USGS Earth Explorer: Earth Explorer adalah portal yang dikelola oleh United States Geological Survey (USGS) yang menyediakan akses ke data penginderaan jauh, termasuk citra Landsat, Sentinel, dan berbagai data lainnya. Anda dapat mencari, meninjau, dan mengunduh data dari berbagai platform satelit. Situs web: USGS Earth Explorer
  3. European Space Agency (ESA) Earth Online: Earth Online adalah portal yang dikelola oleh ESA dan menyediakan akses ke berbagai data penginderaan jauh dari satelit-satelit ESA seperti Sentinel. Anda dapat mencari dan mengunduh data, serta mengakses berbagai alat pemrosesan dan visualisasi. Situs web: ESA Earth Online
  4. Copernicus Open Access Hub: Copernicus Open Access Hub adalah portal yang menyediakan akses gratis ke data dari program Copernicus, termasuk Sentinel-1 dan Sentinel-2. Anda dapat mencari, mengunduh, dan memproses data dengan berbagai alat yang tersedia. Situs web: Copernicus Open Access Hub
  5. Google Earth Engine: Google Earth Engine adalah platform yang memungkinkan akses ke data penginderaan jauh dan alat pemrosesan yang kuat. Ini memungkinkan pengguna untuk melakukan analisis big-data dan visualisasi data secara online. Situs web: Google Earth Engine
  6. Sinergise Sentinel Hub: Sentinel Hub adalah platform yang menyediakan akses mudah ke data Sentinel-1 dan Sentinel-2. Ini juga memiliki alat pemrosesan data dan fitur pemetaan yang kuat. Situs web: Sinergise Sentinel Hub

Ketika Anda menggunakan portal ini, pastikan untuk memeriksa kebijakan penggunaan data dan ketentuan penggunaan yang berlaku untuk masing-masing portal. Beberapa portal mungkin memerlukan pendaftaran atau akun pengguna untuk mengunduh data.

Menganalisis data penginderaan jauh adalah langkah penting dalam ekstraksi informasi yang berharga dari citra satelit atau data penginderaan lainnya. Ada beberapa metode yang dapat digunakan dalam analisis data penginderaan jauh, tergantung pada tujuan analisis Anda. Berikut adalah beberapa metode umum dalam menganalisis data penginderaan jauh:

  1. Klasifikasi Citra: Metode ini digunakan untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasikan objek atau fitur dalam citra penginderaan jauh. Ini dapat mencakup klasifikasi tanah, penggunaan lahan, tutupan vegetasi, atau bahkan deteksi objek seperti bangunan atau kendaraan. Algoritma klasifikasi seperti Maximum Likelihood, Support Vector Machine (SVM), dan Jaringan Saraf Tiruan (Neural Networks) sering digunakan untuk tujuan ini.
  2. Analisis Spektral: Citra penginderaan jauh seringkali memiliki beberapa saluran spektral yang merekam berbagai panjang gelombang cahaya. Analisis spektral melibatkan ekstraksi informasi dari spektrum cahaya yang terlihat. Ini dapat digunakan untuk mengidentifikasi material atau kondisi tertentu, seperti deteksi vegetasi, identifikasi jenis tanah, atau pemantauan perubahan lingkungan.
  3. Analisis Temporal: Data penginderaan jauh seringkali dapat diambil dalam serangkaian waktu. Analisis temporal melibatkan pemantauan perubahan dalam data seiring waktu. Ini berguna untuk pemantauan perubahan musiman, perubahan cuaca, perubahan penggunaan lahan, atau bahkan pemantauan perubahan bencana alam.
  4. Analisis Morfologi: Metode ini digunakan untuk mengukur dan menganalisis bentuk, struktur, dan karakteristik geometris objek dalam citra penginderaan jauh. Ini termasuk pengukuran panjang, lebar, area, perimeter, dan parameter lain yang berhubungan dengan geometri objek.
  5. Analisis Spasial: Analisis spasial melibatkan pemahaman dan penggunaan data lokasi dan koordinat dalam analisis. Ini dapat digunakan untuk pemodelan fenomena spasial, seperti perencanaan tata ruang, pemetaan pergerakan populasi, atau analisis pola distribusi.
  6. Analisis Tekstur: Analisis tekstur melibatkan ekstraksi dan analisis pola tekstur dalam citra. Ini sering digunakan dalam identifikasi dan klasifikasi objek yang memiliki pola tekstur yang berbeda, seperti pemantauan tanah pertanian, hutan, atau wilayah perkotaan.
  7. Analisis Multi-resolusi: Analisis citra penginderaan jauh dapat dilakukan pada berbagai tingkat resolusi, tergantung pada kebutuhan analisis. Analisis multi-resolusi melibatkan penggunaan data pada beberapa tingkat resolusi untuk tujuan pemahaman yang lebih baik atau analisis skala yang berbeda.
  8. Analisis Komponen Utama (PCA): PCA adalah metode statistik yang digunakan untuk mengurangi dimensi data citra penginderaan jauh. Ini berguna untuk mengidentifikasi pola utama dalam data, mengurangi redundansi, dan meningkatkan efisiensi analisis.
  9. Analisis Radiometrik: Ini melibatkan perbaikan dan koreksi radiometrik pada citra penginderaan jauh untuk menghasilkan informasi yang lebih akurat tentang reflektansi permukaan.
  10. Analisis Spasial Kuantitatif: Ini melibatkan penggunaan alat-alat statistik dan matematika untuk menganalisis distribusi spasial data dan hubungannya dengan fenomena tertentu. Ini dapat digunakan untuk analisis cluster, interpolasi spasial, atau model prediksi.

Pilihan metode analisis data penginderaan jauh Anda akan sangat tergantung pada tujuan analisis Anda, jenis data yang Anda miliki, dan tingkat keahlian yang Anda miliki dalam pemrosesan data geospasial. Seringkali, analisis ini melibatkan kombinasi beberapa metode untuk mencapai hasil yang paling informatif dan relevan.

Ada banyak aplikasi dan web portal yang dapat digunakan untuk menganalisis data penginderaan jauh. Berikut adalah beberapa aplikasi dan portal populer yang dapat membantu Anda dalam analisis data penginderaan jauh:

Aplikasi Desktop:

  1. ENVI: ENVI adalah perangkat lunak pemrosesan citra penginderaan jauh yang kuat. Ini menyediakan berbagai alat untuk analisis spektral, klasifikasi citra, analisis tekstur, dan banyak lagi.
  2. ArcGIS: ArcGIS adalah platform Geographical Information System (GIS) yang memiliki berbagai alat untuk analisis data penginderaan jauh. Ini memungkinkan Anda untuk melakukan analisis spasial, klasifikasi citra, dan pemodelan fenomena geografis.
  3. QGIS: QGIS adalah perangkat lunak GIS open-source yang memiliki banyak plugin dan alat untuk analisis data penginderaan jauh. Ini merupakan pilihan yang baik bagi mereka yang mencari solusi gratis.
  4. Erdas Imagine: Erdas Imagine adalah perangkat lunak pemrosesan citra penginderaan jauh yang komprehensif. Ini memiliki berbagai alat untuk analisis citra, termasuk pemrosesan, klasifikasi, dan visualisasi.
  5. GRASS GIS: GRASS GIS adalah perangkat lunak GIS open-source yang memiliki sejumlah alat analisis penginderaan jauh. Ini dapat digunakan untuk pemrosesan dan analisis data citra.

Web Portal:

  1. Google Earth Engine: Google Earth Engine adalah platform berbasis web yang memungkinkan analisis data penginderaan jauh secara online. Ini memiliki alat pemrosesan besar data dan akses ke kumpulan data penginderaan jauh yang besar. Situs web: Google Earth Engine
  2. Sentinel Hub: Sentinel Hub adalah platform web yang menyediakan akses mudah ke data Sentinel-1 dan Sentinel-2. Ini memiliki berbagai alat analisis dan pemetaan yang kuat. Situs web: Sentinel Hub
  3. NASA Worldview: NASA Worldview adalah portal web yang memungkinkan Anda untuk mengakses dan memvisualisasikan data citra penginderaan jauh dari berbagai misi satelit NASA. Situs web: NASA Worldview
  4. USGS Earth Explorer: Earth Explorer adalah portal web yang dikelola oleh USGS yang menyediakan akses ke data penginderaan jauh, termasuk citra Landsat dan data lainnya. Situs web: USGS Earth Explorer
  5. ESA's Sentinel Data Hub: European Space Agency (ESA) menyediakan portal web untuk mengakses data Sentinel-1 dan Sentinel-2 secara gratis. Situs web: ESA Sentinel Data Hub

Setiap aplikasi dan portal ini memiliki keunggulan dan fitur uniknya sendiri, jadi pilihlah yang sesuai dengan kebutuhan analisis data penginderaan jauh Anda. Beberapa mungkin memerlukan akun atau pendaftaran untuk mengakses data atau alat analisis tertentu.

Kesimpulan yang berkaitan dengan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri dalam hilirisasi inovasi di bidang geomatika, khususnya penginderaan jauh, terutama untuk mahasiswa adalah sebagai berikut:

  1. Pengalaman Praktis yang Berharga: Mahasiswa dapat mendapatkan pengalaman praktis dalam penginderaan jauh dan geomatika melalui kolaborasi ini. Mereka memiliki kesempatan untuk terlibat dalam proyek-proyek nyata yang relevan dengan industri, memungkinkan mereka mengaplikasikan pengetahuan teoritis dalam konteks dunia nyata.
  2. Peningkatan Keterampilan: Mahasiswa dapat mengasah keterampilan yang sangat relevan dengan pasar kerja di bidang penginderaan jauh, seperti pemrosesan data, analisis citra, dan pemahaman teknologi satelit. Ini membuat mereka lebih siap untuk mencari pekerjaan di industri terkait.
  3. Akses ke Sumber Daya Lanjutan: Kolaborasi dengan industri memberikan mahasiswa akses ke sumber daya lanjutan seperti peralatan penginderaan jauh, perangkat keras komputer, dan perangkat lunak pemrosesan citra. Ini memberi mereka peluang untuk melakukan penelitian dan eksperimen yang lebih mendalam.
  4. Peluang Koneksi dan Jaringan: Melalui kolaborasi ini, mahasiswa dapat membangun jaringan dengan profesional dan ahli di industri. Ini dapat membantu mereka mendapatkan wawasan tentang peluang karir, serta memungkinkan mereka untuk menjalani magang atau bekerja sama dengan industri setelah lulus.
  5. Penelitian yang Berfokus pada Tantangan Nyata: Kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri memungkinkan penelitian yang lebih berfokus pada permasalahan dunia nyata yang dihadapi oleh industri penginderaan jauh. Mahasiswa dapat terlibat dalam penelitian yang langsung relevan dengan kebutuhan industri.
  6. Peningkatan Motivasi Belajar: Terlibat dalam proyek kolaboratif yang berdampak nyata dapat meningkatkan motivasi dan kepuasan belajar mahasiswa. Mereka melihat hasil konkret dari upaya mereka dan merasa lebih terhubung dengan mata pelajaran yang mereka pelajari.
  7. Peluang Kerja Lebih Baik: Mahasiswa yang terlibat dalam kolaborasi dengan industri memiliki keunggulan kompetitif ketika mencari pekerjaan. Pengalaman praktis ini dapat menciptakan peluang kerja yang lebih baik dan mempersiapkan mereka untuk berkontribusi secara efektif di lapangan kerja.

Dengan demikian, kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri dalam hilirisasi inovasi di bidang geomatika, khususnya penginderaan jauh, memberikan manfaat signifikan bagi mahasiswa. Ini mempersiapkan mereka dengan pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman yang dibutuhkan untuk berkontribusi pada industri ini dan memajukan perkembangan teknologi penginderaan jauh.

Ikuti tulisan menarik Guntur Bagus Pamungkas lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Terpopuler